Yuk Pelajari Mindset Sebelum Berinvestasi Saham (Kenali Dirimu & Pilihan Saham Yang Sesuai Profil)

Ternyata banyak orang yang ingin sekali berinvestasi saham namun sayangnya mereka sama sekali tidak ada panduan yang bisa diikuti.

Kebanyakan kelas mengajarkan cara memilih saham, cara menghitung valuasi saham, cara average down dll. Padahal yang dibutuhkan lebih basic namun justru PALING PENTING yaitu profil investor.

Disini saya akan menuntun Sedulur semua untuk berinvestasi saham dengan cara yang paling sederhana.

Saya akan membagi materi panduan berinvestasi saham untuk pemula ini menjadi 3 part.

Part 1 : Mindset (artikel ini)

Part 2 : Mendaftar Sekuritas dan Membeli Saham (Tungguin aja ya)

Part 3 : Cara Mencari Saham Potensi Bagger (Bisa dibaca disini)

Dan part 1 akan dibagi lagi ke dalam 2 bab besar sebelum Sedulur semua benar-benar terjun berinvestasi saham.

Yuk ikuti panduan step by step berinvestasi di bursa saham

DAFTAR ISI

I. KENALI DIRI

A. Profil Investor

  1. Profesi (sumber dana)

  2. Profil Resiko/ keberanian kita berinvestasi

  3. Time horizon

B. Tujuan Berinvestasi

C. Manajemen Modal

D. Mental

II. MEMILIH SAHAM SESUAI TUJUAN INVESTASI

A. Pemilihan Saham Sesuai Tujuan Investasi

B. Manajemen modal pembelian saham

I. KENALI DIRI

Hal yang PALING PENTING namun sering dilupakan bahkan tidak pernah diajarkan oleh kelas manapun yaitu tentang mengenali diri sendiri. Padahal dari mengenali diri sendiri yang akan menuntun kita dalam setiap pengambilan keputusan.

Ada 4 pembahasan dalam bab Kenali Diri ini yaitu

  • Profil Investor
  • Tujuan Berinvestasi
  • Manajemen Modal
  • Mental

A. Profil Investor

Pembahasan di subbab Profil Investor ini masih dibagi menjadi 3 yaitu :

  • profesi (sumber dana)
  • profil resiko (keberanian kita berinvestasi) dan
  • time horizon

1. Profesi (sumber dana)

Kenapa profesi? Karena dari profesi inilah sumber dana yang akan dibelanjakan untuk berinvestasi saham.

Ada yang berprofesi PNS atau karyawan maka kemungkinan uang yang akan diinvestasikan nominalnya relatif kecil namun setiap bulan pasti ada.

Ada yang berprofesi sebagai pengusaha maka kemungkinan uang yang akan dimasukkan ke bursa saham relatif lebih besar namun bisa saja tidak rutin bulanan.

Adapula yang ketiban durian runtuh misalnya karena mendapat warisan, maka bisa saja hanya sekali saja topup uangnya ke bursa saham.

Semua berhubungan dengan sumber dana yang ada. Sebenarnya saat kita membuka rekening bank atau mendaftar di sekuritas, kita juga diminta untuk menuliskan sumber dana/ profesi dan nominal uangnya.

2. Profil Resiko/ keberanian kita berinvestasi

Kenapa keberanian kita berinvestasi? Karena ada orang yang agak takut-takut kehilangan uang maka dia masuk ke profil investor yang konservatif.

Mengutip dari website Bareksa.com, ada 3 jenis profil investor yaitu :

1. Konservatif (Penghindar Risiko/Risk Averter)

Tipe konservatif adalah tipe investor dengan profil risiko paling rendah.

Ciri-cirinya, investor seperti ini menginginkan investasi yang aman, tingkat imbal hasil (return) cenderung stabil, dan takut kalau investasi pokok berkurang.

Dengan kata lain, investor konservatif cenderung memilih jenis investasi yang stabil, berisiko rendah atau bahkan tidak ada risiko sama sekali (walopun di saham sama sekali tidak mungkin).

2. Moderat

Tipe moderat adalah tipe investor dengan profil risiko sedang. Investor tipe moderat biasanya memiliki tujuan finansial jangka menengah, dan siap dengan tingkat return yang fluktuasinya tidak signifikan, tetapi masih tidak terlalu berani mengambil risiko.

Untuk investor bertipe moderat, mereka masih bisa metoleransi risiko dalam berinvestasi. Tetapi tidak untuk risiko yang tergolong besar.Kemudian, mereka masih tetap berhati – hati dalam memilih instrumen investasi yang aman.

3. Agresif (Penyuka Risiko/Risk Taker)

Tipe agresif adalah tipe investor dengan profil risiko yang tinggi. Investor tipe ini sangat siap jika investasi pokoknya berkurang atau hilang demi imbal hasil yang juga tinggi. Biasanya investor yang seperti ini adalah investor yang sudah berpengalaman.

Tipe investor agresif ini adalah tipe investor yang sudah terbiasa terhadap fluktuasi harga pasar modal, bahkan terhadap fluktuasi yang tergolong ekstrim. Tipe investor agresif ini juga tidak takut untuk menaruh modal di instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi.

Sebenarnya saham sudah masuk ke instrumen investasi yang beresiko, tetapi setelah saya pelajari lebih lanjut investasi saham masih bisa dibagi 3 seperti di atas juga asal pemilihan sahamnya sesuai.

3. Time horizon

Time horizon alias jangka waktu investasi. Ada yang jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang

Jangka pendek bisa diartikan 3 sampai 5 tahun.

Jangka menengah sekitar 5 sampai 10 tahun.

Jangka panjang 10 tahun ke atas.

Nah silahkan dituliskan di kertas atau handphone terkait ketiga hal di atas.

B. Tujuan Berinvestasi

Setelah memahami tentang profil investor seperti di atas, maka kita harus tau juga tentang apa tujuan kita berinvestasi di bursa saham.

Salah menentukan tujuan berinvestasi akan berakibat besar sekali karena bursa saham itu high risk high return.

Saya mempunyai tujuan berinvestasi untuk mempersiapkan pembelian rumah

Ada yang memiliki tujuan untuk dana pendidikan anak 3 atau 5 tahun lagi atau bahkan 10 tahun lagi

Ada yang ingin digunakan untuk sekadar passive income di usia pensiun

Atau  ada yang sekadar menyimpan uang saja dibanding disimpan di bank.

Dari tujuan ini nanti akan berhubungan dengan pemilihan saham yang TEPAT. Jangan sampai uang untuk beli rumah tetapi dibelikan saham gorengan yang potensi cuan dan ruginya sama besar. Bukannya uangnya bertambah malah hilang tak berbekas.

Atau uangnya digunakan untuk pendidikan anak 3 tahun tapi dibelikan saham yang slow growth.

Monggo bisa dituliskan tujuan berinvestasi. Mohon untuk ditulis di kertas atau handphone biar bisa dijadikan acuan ke depan.

C. Manajemen Modal

Manajemen modal disini akan membahas tentang cara metode topupnya dan tipikal uangnya apakah uang panas atau uang dingin.

Metode topup bisa dengan cicil rutin sebulan sekali, atau 1 tahun beberapa kali atau bisa saja langsung full sekali topup dan tidak pernah ditambah.

Selain itu juga ada konsep modal yang digunakan apakah uang panas atau uang dingin.

Uang panas yaitu uang yang akan digunakan dalam jangka waktu tertentu maksimal 1 tahun. Contohnya uang yang akan digunakan untuk membayar kontrakan, uang yang seharusnya untuk membayar biaya kuliah semester depan.

Uang panas ini jangan sekali-kali digunakan untuk berinvestasi saham karena harga saham sangat fluktuatif. Saran saya uang panas ini digunakan di deposito saja.

Uang dingin yaitu uang yang tidak akan digunakan minimal 1 tahun ke depan dan KALO BISA ketika progres investasi tidak sesuai harapan kita tidak akan ketakutan saat kehilangan uang tersebut.

Contoh Pak Ahmad adalah seorang karyawan yang mempunyai gaji tetap. Dia akan rutin topup 1 juta per bulan. Tujuan beliau untuk dana pendidikan anak sekitar 5 tahun yang akan datang. Uang yang digunakan sedikit dingin saja karena apabila gagal artinya uang tabungan pendidikan akan hilang

Berbeda dengan Pak Roy.

Beliau mendapat warisan 100juta dan rencananya akan digunakan sebagai passive income saja sehingga hanya topup 1 kali dan tentu saja uang dingin karena Pak Roy masih mempunyai penghasilan dan tabungan.

Sudah paham ya tentang manajemen modal ini?

Jika kalian masih belum paham ketiga bab di atas jangan khawatir, kalian bisa berkonsultasi langsung dengan saya dengan join di grup Telegram di bawah ini

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

 

D. Mentality

Pembahasan tentang mental saya letakkan di bab Kenali Diri bagian terakhir agar Sedulur semua sudah tau konsep berinvestasi saham terlebih dahulu.

Mental ini juga menjadi SANGAT-SANGAT PENTING karena di bursa saham banyak kegilaan yang bahkan Sedulur semua tidak membayangkan sebelumnya.

Contoh :

Logikanya adalah saham yang mempunyai kinerja bagus akan dijual mahal seiring kenaikan kinerjanya dan saham yang mempunyai kinerja buruk akan dijual murah. Tetapi nyatanya tidak…hehe

Nah mental apa saja yang perlu disiapkan oleh seseorang yang akan terjun berinvestasi saham

  • Sabar

Jika kita sudah siap berinvestasi saham maka kita harus sabar dengan waktu. Artinya kita bersabar mencari saham yang kinerjanya bagus (cara mencarinya ada di link disini ya 5 JURUS SEDERHANA Cara Memilih Saham Menggunakan Analisa Value Investing + Contoh Sahamnya (DIJAMIN BISA) dan sabar menunggu harga naik sesuai dengan target.

Di bursa saham ada istilah investor yaitu yang sabar menunggu dengan jangka panjang atau minimal 1 tahun tetapi ada yang trader alias jangka sangat pendek hanya hitungan menit, jam bahkan hanya 1 hari.

Saat membaca artikel ini seharusnya Sedulur sudah memutuskan akan menjadi investor.

  • Jangan Serakah

Nah Jangan serakah ini sangat penting untuk disiapkan karena setiap hari kita akan melihat saham yang terbang tinggi alias naik dengan keuntungan puluhan persen.

Biasanya kita akan serakah dimana saham kita tidak kunjung naik dan akhirnya karena tidak sabar kita akan pindah ke saham yang sudah naik tersebut demi bisa segera cuan.

  • Jangan gampang panik

Mental jangan gampang panik ini juga SANGAT PENTING untuk disiapkan oleh calon investor karena kadang ada momentum dimana kita sudah menganalisa saham dengan baik ternyata bukannya naik tetapi justru turun terus menerus.

  • Jangan Iri

Iri inilah yang membuat semua rencana yang sudah dibuat akan berantakan karena melihat investor lain seperti sangat gampang mencari cuan di bursa saham sedangkan kita seakan-akan dikutuk agar saham yang kita miliki tidak bisa naik.

Itulah beberapa mental yang WAJIB diketahui, dipersiapkan dan dimiliki oleh calon investor

II. MEMILIH SAHAM SESUAI TUJUAN INVESTASI

Setelah paham dengan profil diri sendiri, tujuan berinvestasinya dan manajemen modalnya maka kita sudah mulai masuk ke pembahasan tentang memilih saham yang disesuaikan dengan tujuan berinvestasinya dan profil resikonya.

Ada 2 bab yang akan dibahas yaitu

  • Pemilihan saham
  • Manajemen modal pembelian saham

A. Pemilihan Saham Sesuai Tujuan Investasi

Seperti yang saya tulis tentang pak Ahmad dan Pak Roy, karena keduanya memiliki modal yang berbeda dan tujuan berinvestasi yang berbeda maka pemilihan sahamnya pun akan berbeda.

Misal Pak Ahmad merupakan tipe investor yang agresif dan tujuan investasinya akan digunakan dalam 5 tahun ke depan sebagai persiapan dana pendidikan anak untuk masuk ke perguruan tinggi dan topup rutin 1 juta per bulan maka bisa membeli saham-saham second liner atau marketcap sedang saja.

Pak Roy yang memang tipe investor konservatif, hanya sekali topup dan digunakan untuk passcive income saja sebaiknya membeli saham market leader di sektornya semisal TLKM (market leader industri Telco), BBRI (market leader bank rakyat) dsb (Ini bukan anjuran ya tetapi hanya contoh) atau istilahnya saham First Liner atau bluechip.

Sebagai tambahan informasi saja bahwa saham bisa dibagi menjadi 3 jenis yaitu Saham Lapis Satu, Dua, dan Tiga

Saham Lapis satu/ First Liner. :

  • kinerjanya istimewa,
  • umumnya market leader
  • memiliki kapitalisasi pasar di atas Rp 10T
  • rutin membagikan dividen sejak bertahun-tahun yang lalu
  • sering disebut sebagai bluechip
  • Contoh saham lapis satu adalah BBRI, ICBP, TLKM, UNVR, GGRM, dan BBNI.

Saham Lapis dua/ second liner :

  • kinerjanya baik
  • memiliki kapitalisasi pasar Rp500 miliar-Rp10 triliun.
  • bisa membagikan dividen
  • Contoh saham lapis dua adalah SIDO, ARNA, PWON,

Saham Lapis tiga/third liner :

  • kinerjanya masih naik turun
  • memiliki kapitalisasi pasar di bawah Rp500
  • kadang membagikan dividen kadang tidak tergantung kinerja tahunannya

B. Manajemen modal pembelian saham

Manajemen modal disini berbeda dengan manajemen modal di bab Kenali Diri ya.

Di bab Kenali Diri manajemen modal itu berurusan dengan modal yang akan disetor ke RDN atau Rekening Dana Nasabah.

Sedangkan manajemen modal pembelian saham ini adalah uang yang sudah ada di RDN dan siap dibelanjakan sahamnya.

Kembali lagi dengan kisah Pak Ahmad dan Pak Roy.

Pak Ahmad dengan profil, modal dan tujuan yang sudah dijabarkan di atas maka disarankan untuk membeli saham dengan 3 tipe yaitu market leader sebagai pengaman alias jaga-jaga, second liner yang diharapkan akan berkembang dalam 1 sampai 3 tahun dan saham third liner yang diharapkan bisa memberikan kenaikan sebelum 1 tahun.

Cara pembeliannya pun harus mengikuti dana yang ada yaitu 1juta per bulan.

Model cicil ini mempunyai kelebihan yaitu kita bisa langsung menghabiskan uang yang ada untuk membeli saham. Jika ada yang turun cukup menunggu bulan berikutnya untuk melakukan average down.

Kelemahannya adalah saham yang dibeli lotnya sedikit dan memang efek pertambahan nilainya juga tidak besar.

Pak Roy dengan profil yang santai cukup membeli saham-saham market leader kemudian menikmati dividen yang ada.

Kelebihan modal sekali topup biasanya akan lebih besar dibanding jika dicicil. Oleh karena itu kita bisa membeli lot yang lebih besar.

Namun kelemahan yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai uangnya habis karena apabila sahamnya turun kita tidak bisa melakukan average down.

Baca selengkapnya tentang Average down dan average up di artikel selanjutnya

Dari materi Manajemen modal pembelian saham ini kita juga akan menjadi tahu diri bahwa modal kecil sebaiknya membeli saham yang murah secara harga.

Banyak grup-grup saham yang memberikan rekomendasi saham tetapi tidak mau mempertimbangkan modal yang ada. Memang wajar karena mereka tidak tau modal kita.

Yang tau modal kita ya kita sendiri.

Contohnya begini modal kita per bulan hanya Rp 1juta, kalo bisa jangan ambil saham yang harganya di atas Rp 3000 seperti TLKM atau ASII atau INDF atau ICBP. Kenapa? Karena dapat lotnya cuma 1 sampe 3 dan uangnya sudah habis. Jika nantinya ternyata turun dan mau average down dananya sangat mepet.

Trus kalo modalnya receh sebaiknya beli saham apa? Yang harga sahamnya di bawah Rp 1000 per lembar.

Gimana? Sudah mulai kebayang kan panduan bagi kita untuk mulai berinvestasi saham.

Sedulur tinggal menuliskan saja di kertas atau handphone sesuai dengan materi yang kedua.

Jika sudah mantap maka pembahasan berikutnya tentang Step by Step mendaftar sekuritas.

Sumber :

1. https://www.bareksa.com/

2. https://www.cermati.com/

3. https://glints.com/

4. https://www.xendit.co/ (featured image)

(Sudah dibaca 402 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini