UNVR : Benarkah Sebagai Bukti In Fundamental We Loss & Fundamental Sudah TIDAK Berguna?

Akhir-akhir ini ada satu saham yang semakin hari semakin rame dibahas.

Bukan karena kinerjanya yang meningkat

Bukan karena dividennya yang selangit

Tetapi karena harga sahamnya terus menurun dan menurunnya bukan kaleng-kaleng padahal katanya memiliki fundamental yang istimewa.

Ya kalian bisa jawab nama sahamnya yaitu UNVR atau Unilever si Raja Consumer yang saya PASTIKAN kalian menggunakan produknya.

Unilever ini terus menurun sejak melakukan stock split di tahun 2019.

Stock split adalah aksi korporasi yang dilakukan oleh perusahaan yang telah go public dengan memecah harga saham dalam rasio tertentu.

https://market.bisnis.com/read/20191231/192/1185796/resmi-stock-split-ini-harga-baru-unvr

Awalnya UNVR berada di harga Rp 42.000 yang artinya jika kita mau membeli 1 lot saham UNVR membutuhkan biaya Rp 4.2juta.

Harga yang terbilang mahal bagi sebagian investor di Indonesia.

Mereka melakukan stock split dengan tujuan agar investor ritel bisa ikut membeli saham UNVR.

https://money.kompas.com/read/2019/09/30/095756426/lakukan-stock-split-apa-alasan-unilever

Mereka melakukan stock split dengan rasio 5:1 alias harga asli dibagi 5. Yang tadinya Rp 42.000 menjadi Rp 8400.

Namun sekarang atau sekitar 1,5 tahun kemudian harga UNVR hanya Rp 4000 (tepatnya Rp 3950).

Berikut grafik dari UNVR yang membuat kalian bisa tertawa bagi yang tidak mempunyai saham UNVR dan menangis tersedu-sedu bagi teman-teman yang memiliki saham UNVR

Banyak teori yang bermunculan terkait mengapa UNVR turun sangat dalam bahkan sampe minus 50%?

1. UNVR turun karena kinerja menurun

2. UNVR turun karena bandar pengen jualan aja

3. UNVR turun karena kepanikan investor ritel

4. UNVR turun karena ilmu fundamental sudah tidak berguna

Mana yang benar?

Entah..hehe

Tapi saya akan mencoba menjelaskan secara pelan-pelan mengapa harga UNVR turun dan menyentuh harga Rp 3000. Kalian bisa sambil mendengarkan lagunya Stephanie Putri yang berjudul I Love 3000

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

Semua dimulai karena UNVR melakukan stock split dengan rasio yang sudah saya sebutkan di atas yaitu 5:1 dari yang harganya Rp 42.000 menjadi Rp 8400.

Menurut saya orang-orang yang membeli UNVR sebelum stock split adalah investor dengan kriteria investor murni yang ingin menyimpan hartanya dalam bentuk saham.

Investor murni ini bisa saja membeli UNVR bertahun-tahun yang lalu kemudian hold forever.

Kenapa mereka hold forever ? Karena mereka yakin dengan kinerja perusahaan dan sampai saat ini TERBUKTI kinerja UNVR sangat istimewa.

Investor murni ini bisa big fund seperti reksadana, organisasi ataupun individu.

Apakah ada trader yang ikut membeli saham UNVR?

Menurut saya tetap ada namun tidaklah banyak. Trading dengan harga per lot mencapai Rp 4.2juta bukanlah pilihan menarik dan bijak.

Silahkan dilihat grafik dari UNVR yang saya ambil dari Google

Grafik itu dimulai 30 September 2008 dengan UNVR di harga Rp 815 dan terus naik menjadi Rp 11.080 pada 08 Februari 2018.

Dari harga tertinggi kemudian terus menurun menjadi harga Rp 8400.

Tidak ada masalah sebenarnya dengan kinerja saham yang naik turun seperti ini sampai kemudian UNVR melakukan stock split dengan tujuan agar para investor ritel ini bisa ikut membeli.

Di bursa saham itu terdiri sebagian besar trader (jual beli dalam jangka pendek), sebagian kecil investor (jual beli jangka panjang).

Dari sebagian kecil investor ini ada 2 investor lagi yaitu investor asli dan investor dadakan alias trader yang nyangkut.

Kembali ke UNVR.

Ketika harga di stock split menjadi Rp 8400 maka ada opsi-opsi sebagai berikut

  • para trader maupun investor bisa membeli hanya dengan bermodal Rp 840rb.
  • ada market maker alias bandar yang bisa ikut “berpesta”. “Pesta jauh lebih meriah jika harga sahamnya di kisaran Rp 840rb dibanding Rp 4.2juta. Pesertanya jelas lebih banyak
  • terjadinya lonjakan para pemula yang terjun di bursa saham

Ketika

  • harga bisa dibeli kebanyakan investor ritel
  • bandar ikut bermain
  • investor ritel yang TIDAK PUNYA ILMU (beli saham asal saja alias tidak punya ilmu, hanya ikut rekomendasi grup atau analisa influencer, gampang panik)

maka dipastikan harga akan semakin mudah naik turun dengan menggunakan Story yang dibuat (Saya sudah menulis tentang Menemukan Story Lebih Cepat Dibanding Bandar kalian bisa follow Telegram di InveStory ID agar mendapatkan artikel lebih awal).

Apa saja story yang digunakan untuk menaikkan dan menurunkan harga UNVR (faktanya bukan menaikkan sih tapi hanya menurunkan (hahahaha)?

A. Harga UNVR turun karena kinerja menurun

Jika kita melihat rasio EPS, NPM dan DER memang kinerja fundamental UNVR ada tren menurun.

Dan tren menurun ini bukan hanya di tahun 2021 semester 1 saja tetapi indikasinya sudah menurun sejak tahun 2018. (Walopun tahun 2018 terlihat meningkat itu sebenarnya karena menjual aset)

Tapi walopun UNVR terlihat menurun sebenarnya kinerjanya masih ISTIMEWA. Apalagi dibanding perusahaan ecek-ecek di bursa yang tiba-tiba delisting karena punya hutang dll.

Produk-produknya masih merajai bahkan masih ada beberapa yang menjadi top of mind di masyarakat.

B. Harga UNVR turun karena ilmu fundamental sudah tidak berguna

Story bahwa ilmu fundamental sudah tidak berguna juga menjadi alasan kenapa harga UNVR terus menurun.

Kita mulai belajar dulu tentang apa itu analisa fundamental.

Analisis fundamental adalah metode analisis perusahaan yang didasarkan pada faktor-faktor fundamental ekonomi suatu perusahaan termasuk sisi kinerja keuangan dan bisnis perusahaan. Teknis ini menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian – kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

Perlu diketahui bahwa investor sebagai orang yang menggunakan analisa fundamental dalam membeli saham juga memiliki kriteria-kriteria tertentu :

Value investor menggunakan kinerja fundamental bagus dan harga UNDERVALUE

Growth investor menggunakan kinerja perusahaan ISTIMEWA dengan harga yang WAJAR

Core investor menggunakan kinerja ISTIMEWA, MARKET LEADER, harga yang WAJAR dan memberikan dividen yang LEBIH DARI BUNGA DEPOSITO.

Yang menjadi catatan adalah harga UNVR saat stock split di harga Rp 8400 sangat sangat premium bahkan di harga Rp 4000 seperti sekarang harga UNVR masih sangat premium.

Jadi kesimpulannya adalah INVESTOR yang mempunyai ILMU tidak akan membeli saham UNVR karena

  • bagi value investor harganya sudah sangat mahal
  • bagi growth investor jelas pertumbuhan UNVR tidak akan masif karena sudah market leader dan sudah jadi raja
  • bagi core investor karena dividennya di harga Rp 8400 dividen yieldnya hanya 2,2% (dividen Rp 187).

Terus siapa yang membeli saham UNVR? Kalian sudah bisa menyebutkan ya sekarang karena sudah saya singgung di atas.

Ya, investor yang berani membeli saham UNVR di harga selangit adalah investor ritel yang TIDAK PUNYA ILMU

  • beli saham asal saja alias tidak punya ilmu alias tidak menggunakan analisa apapun
  • hanya ikut rekomendasi grup atau analisa influencer di Instagram atau Telegram
  • masih memiliki psikologis yang labil sehingga gampang panik karena harganya turun, gampang panik karena takut ketinggalan kereta

atau yang mau trading tapi malah nyangkut.

Jadi bukan analisa fundamentalnya yang tidak berguna tapi orangnya yang membeli yang tidak bisa menggunakan analisa fundamental dan akhirnya menyalahkan analisa fundamental dengan berbagai sebutan

  • analisa fundamental is dead
  • in findimintil wi trist
  • in fundamental we stuck
  • in fundamental we loss

Trus apakah para investor ini akan membeli saham UNVR?

Saya pastikan JELAS akan membeli dengan ketentuan sebagai berikut

1. Value investor

Jika harga saham UNVR berada di angka Rp 310. Hah kok bisa?

Ya teman-teman tidak salah baca. Jika harga wajar UNVR menggunakan Graham Number dengan EPS 160, Book value 105, maka hitungan harga wajarnya 615. Dan jika menggunakan MOS atau Margin of Safety 100% maka harga yang bisa kita beli adalah Rp 310. (Pembahasan tentang Harga Wajar dan Margin of Safety bisa dibaca disini Harga Wajar & Margin of Safety Kunci Membeli Saham)

Kalian bisa mengecek harga wajar UNVR menggunakan Kalkulator Saham versi Graham Number di bawah ini

Atau dengan rumus

Harga Wajar = √22.5 x EPS x BVPS

Ket : dikali semua baru diakar

Jika UNVR akan turun sampai harga Rp 310 maka kemungkinan besar para value inevstor ini berani menjual semua hartanya karena jelas dipastikan akan mendapat dividen yield sebesar 60% (Menggunakan dividen Rp 187)

2. Growth investor

Growth investor pun akan berebut jika harga saham UNVR mempunyai paling tidak EV/EBITDA maksimal 15 atau kisaran Rp 1300.

Dan sekarang dengan harga Rp 3950, EV/EBITDA UNVR sekitaran 36.54 (Data Q2 2021).

Itupun bisa saja para growth investor tidak terlalu mau membeli UNVR karena UNVR kemungkinan besar tidak akan bisa growth secara eksponensial atau naik secara drastis.

3. Core investor

Fokus dari core investor adalah emiten tersebut sebagai market leader dan mempunyai dividen di atas deposito.

Dengan harga Rp 3950, dividen yield UNVR sekitar 4,7% per tahun.

Untuk harga saat ini bagi para core investor sudah layak masuk namun jika target div yield di angka 7% maka harga yang terbaik adalah Rp 2500.

Jadi walopun saham fundamental istimewapun tetap ada waktu yang TEPAT kapan sebaiknya kita membeli sahamnya. Kabar gembiranya adalah saya sudah menuliskan untuk teman-teman kapan waktu yang tepat membeli saham disini

Kapan Waktu Yang TEPAT Membeli Saham? Kapan Waktu Yang TEPAT Untuk Average Down Atau Average Up?

C. Perusahaan fundamental bagus yang harganya turun hanya sedikit sekali

Story yang terakhir dan sebenarnya banyak dilupakan adalah saham berfundamental bagus dan harganya turun drastis itu TIDAK BANYAK.

Yang saya pantau dengan kinerja istimewa dan harganya menurun hanya UNVR, HMSP dan Gudang Garam.

Kalo teman-teman yang membaca artikel ini tau ada saham lainnya bisa ditulis di kolom komentar.

Tapi saya berani pastikan bahwa saham yang fundamentalnya istimewa dan harganya turun SANGAT SEDIKIT.

Kesimpulan dari pertanyaannya yaitu :

Benarkah UNVR Sebagai Bukti In Fundamental We Loss & Fundamental Sudah TIDAK Berguna?

Jawabannya TIDAK. Investor tetap akan membeli saham UNVR jika UNVR sesuai kriteria 3 investor (Value, Growth atau Core)

Dan 1 hal lagi yang PALING PENTING bahwa market dibentuk dari penjual dan pembeli.

Selama ada yang menjual murah maka harganya akan turun

Selama ada yang membeli mahal maka harganya akan naik.

Itulah analisa saya tentang UNVR yang semakin turun dan turun dan turun lagi…hihi

Kalo kalian mau belajar analisa value investing GRATIS via Telegram bisa ke InveStory ID

Kalo kalian mau follow akun saya ala-ala influencer saham tapi banyak bacotnya bisa follow IG ID.INVESTORY

(Sudah dibaca 1,483 kali, Yang membaca hari ini 2 orang)

2 Replies to “UNVR : Benarkah Sebagai Bukti In Fundamental We Loss & Fundamental Sudah TIDAK Berguna?

Yuk share pendapatmu di bawah ini