(UNDERVALUE) Laba Anak Usaha KLBF Meningkat, Margin Of Safety EPMT Mencapai 70%

Enseval Putera Megatrading Tbk merupakan anak usaha dari KLBF yang bergerak di bidang distribusi, pemasaran dan perdagangan produk farmasi, produk konsumen, dan alat kedokteran.

Selain itu, perusahaan yang berdiri pada tahun 1988 ini juga menjadi agen dan distributor bahan baku untuk industri farmasi, kosmetik dan makanan.

Di Q3 2021, EPMT sudah melaporkan kinerjanya dan kabar baiknya adalah EPMT mencatat kinerja yang ciamik.

Penjabaran dimulai dari aset.

Walopun tipis, aset EPMT periode triwulan 3 tetap tumbuh dibanding aset di Desember 2020 dengan pertumbuhan sebesar 6% atau Rp 565M.

Pertumbuhan disisi aset sayangnya juga diikuti di bagian hutang.

Hutang 2.6T di tahun 2020 bertambah menjadi Rp 3.1T atau meningkat sebesar 17%.

Ada kabar gembira di bagian Laporan Laba Rugi.

Penjualan neto meningkat 11% atau bertambah 1.9Trilyun dan diikuti oleh kenaikan beban pokok penjualan sebesar 10%.

Walopun beban pokok meningkat, ternyata tidak mempengaruhi laba kotornya karena ternyata laba kotor EMPT ini justru melesat sebesar 19%. Hasil yang cukup menggemberikan.

Berikut rincian kontribusi dari masing-masing divisi yang kami kutip dari web https://investasi.kontan.co.id/ :

  1. Divisi Barang Konsumsi menyumbang kontribusi sebesar 41,13% dengan membukukan penjualan senilai Rp 7,73 triliun, atau meningkat 4,67% dari penjualan di kuartal III-2020.
  2. Divisi Obat Dengan Resep Dokter menyumbang kontribusi 28,35% dengan membukukan penjualan neto sebesar Rp 5,33 triliun dengan pertumbuhan 24,14% dibandingkan 30 September 2020.
  3. Divisi Obat Bebas, berhasil membukukan penjualan neto sebesar Rp 3,08 triliun.
  4. Disusul Divisi Bahan Baku Rp 1,52 triliun,
  5. Divisi Peralatan Kesehatan sebesar Rp 1,09 triliun,
  6. Divisi Obat Hewan dan Ternak tercatat sebesar Rp 34,51 miliar,
  7. Divisi Jasa Pelayanan Kesehatan senilai Rp 8,74 miliar.

Dari sisi laba periode berjalan juga ada peningkatan dari 2020 sebesar Rp 437Milyar menjadi Rp 670Milyar.

Kinerja yang mengesankan ini ditutup dengan kenaikan EPS dari 161 di q3 tahun 2020 menjadi 249 di q3 tahun 2021.

Kinerja saham EPMT juga berbanding lurus dengan kinerja perusahaannya

Sejak awal tahun 2021 hingga tanggal 25 Oktober 2021, kinerja saham EPMT meningkat 15%. Tidak buruk tetapi masih banyak yang lebih baik walopun juga ada dividen sebesar Rp 200 atau setara dividen yield 8.2%

2. Rasio-Rasio Penting

Harga : 2440 (harga penutupan tanggal 25/10/2021)

EPS : 333 (annualized)

Book Value : 2459

Harga Wajar : 4292 (Graham Number)

PER : 7.34X

PBV : 0.99X

GPM : 11.31%

NPM : 3.59%

ROE : 13.52%

DER : 46.64%

EV/EBITDA : 16

3. Analisa InveStory ID

Jika menggunakan EPS 333 dan Book Value sebesar 2459 maka didapat harga wajar Graham Number sebesar Rp 4292. Artinya EPMT di harga sekarang 2440 masih undervalue dan ada potensi MOS sebesar 70%.

Harga wajar EPMT yang masih undervalue juga diperjelas dengan PER yang masih 7.34 dan PBV sebesar 0.99.

Perlu diketahui bahwa rasio PER dan PBV yang dianggap murah jika PER di bawah 15 dan PBV di bawah 1.5.

Namun jika melihat sisi EV/EBITDA, perusahaan yang baru saja berganti nama ini justru mahal karena mempunyai nilai 16 dengan batas maksimal 15.

Sumber :

1. http://lembarsaham.com

2. https://investasi.kontan.co.id/

(Sudah dibaca 40 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini