(UNDERVALUE) EKAD Q3 2021 : Pendapatan Turun 10% Laba Kotor Hanya Meningkat 2%

Saah satu saham “emas” di bursa menurut para growth investor yaitu EKAD sudah melaporkan Laporan Keuangan Q3 Tahun 2021.

Berikut analisa khas dari InveStory ID

Kita langsung masuk ke bagian aset.

Aset EKAD untuk q3 tahun 2021 naik 6% atau sekitar Rp 70M jika dibanding dengan total aset di tahun 2020.

Dan jika kita lihat secara spesifik justru aset lancar yang naik yaitu di bagian persediaan. Persediaan barang jadi di periode Q3 2021 sebesar Rp 112M berbanding Rp 54M di Q3 2020. Kenaikan aset lancar ini bahkan tembus 2 digit yaitu 15% atau sekitar Rp 82M.

Dari sisi hutang q3 2021 memang ada kenaikan 2 digit juga yaitu 14% dengan nominal Rp 19M.

Ekadharma merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi perekat di Indonesia sehingga saat pandemi pun tidak ada perubahan yang signifikan. Malah justru karena pandemi banyak orang yang membeli barang online dan pasti membutuhkan perekat untuk membungkus paketnya.

Sepertinya menarik tetapi ternyata berbeda.

Pendapatan EKAD justru menurun di q3 tahun 2021 ini dibanding 2020 dengan persentase penurunan sebesar 10%.

Penjualan lokal menyumbang penurunan dari Rp 494M menjadi hanya Rp 439M.

Kabar gembiranya adalah penjualan ekspor justru meningkat dari Rp 6.3M menjadi Rp 8.8M.

Namun disisi lain beban pokok penjualan juga berkurang sekitar 16% sehingga laba kotornya tetap meningkat sebesar 2% atau sekitar Rp 4M dan earning per share meningkat 10% menjadi 115.

Kabar bahagia justru datang dari kinerja sahamnya karena sejak Januari 2021, saham EKAD sudah naik 17% dan memberikan dividen sebesar 3%.

2. Rasio-Rasio Penting

Harga : 1500 (harga penutupan tanggal 30/10/2021)

EPS : 153 (annualized)

Book Value : 1390

Harga Wajar : 2187 (Graham Number)

PER : 9.81X

PBV : 1.08X

GPM : 37.27X

NPM : 17.87X

ROE : 11X

DER : 15.30

EV/EBITDA : 8.3

3. Analisa InveStory ID

Jika menggunakan EPS 153 dan Book Value sebesar 1390 maka didapat harga wajar Graham Number sebesar Rp 2187. Artinya EKAD di harga sekarang 1500 masih undervalue dengan MOS atau Margin of Safety sebesar 46%

Saat artikel ini ditulis PER EKAD hanya sebesar 9.81X, PBV sebesar 1.08X dan Ev/EBITDA sebesar 8.3.

Kesimpulannya adalah EKAD ini masih undervalue dan sudah bisa masuk kategori saham ISTIMEWA.

Sumber :

1. http://lembarsaham.com/

(Sudah dibaca 45 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini