Target Laba Bersih AKRA 2022 Dan Rencana Menambah 45 SPBU Di Daerah

Perusahaan penyalur bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia dasar, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), menargetkan laba bersih berkisar antara Rp 1,45 triliun – Rp 1,5 triliun untuk tahun 2022.

Target tersebut naik 30-35 persen dari laba yang diraup AKRA sebesar Rp 1,1 triliun di tahun 2021. Sebelumnya AKRA mengestimasi laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun pada awal tahun 2022.

Direktur dan Corporate Secretary AKR Corporindo Suresh Vembu mengatakan, permintaan yang kuat dari sektor energi dan pemulihan ekonomi menandakan prospek yang kuat untuk kuartal kedua 2022.

“Harga minyak, bahan kimia, dan komoditas yang sangat menguntungkan dan penjualan tanah yang signifikan pada pertengahan 2022 menunjukkan prospek yang kuat bagi AKRA,” ujarnya dalam acara webinar Maybank Sekuritas, Selasa (10/5).

Suresh mengatakan, AKRA menyiapkan belanja modal (capital expenditure) atau capex sebesar Rp 300 sampai 400 miliar tahun depan. Untuk tahun 2022, pihaknya tidak mengalokasikan capex terlalu besar.

Disisi lain, AKRA juga melihat prospek bisnis SPBU masih cerah di Indonesia dan berani menargetkan pembukaan 350 SPBU pada 2028.

Suresh Vembu menambahkan Indonesia sebagai negara yang memiliki populasi sekitar 265 juta jiwa hanya memiliki sekitar 8 ribu SPBU.

Sebagai perbandingan, Suresh mengungkapkan Thailand memiliki 25 ribu SPBU dan Malaysia lebih dari 15 ribu SPBU sehingga peluang untuk membuka lebih banyak SPBU di Indonesia masih besar.

“Ada prospek untuk buka banyak PB lagi dengan fuel dengan oktan tinggi.

Secara khusus, untuk tahun ini perseroan berencana membuka 45 SPBU baru yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kita mau buka antara 30-50 SPBU tiap tahun di beberapa daerah,” imbuh Suresh.

Baca  TOTL : Harga Wajar TOTL 2022, Masih Suram Dengan Kondisi Perusahaan Yang PRIMA

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan BP Global telah membentuk perusahaan joint venture (JV) bernama PT Aneka Petroindo Raya yang beroperasi dengan nama “BP AKR Fuels Retail”.

Usaha patungan ini dijalankan untuk mengembangkan dan menawarkan proposisi konsumen yang berbeda yang memanfaatkan kemampuan dan keahlian BP dan AKR di pasar ritel Indonesia yang sedang berkembang.

Sumber :

1. https://kumparan.com/

2. https://www.liputan6.com/

(Sudah dibaca 94 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini