SCMA : Harga Wajar SCMA 2022, Katalis Piala Dunia 2022 Dan Peluang Beli Di Harga Bawah

Artikel di bawah ini akan membahas tentang harga wajar saham SCMA (PT Surya Citra Media Tbk) tahun 2022 berdasar Laporan Keuangan Full Year 2021 yang diawali dengan

  • berita,
  • sekilas laporan keuangan,
  • kinerja saham
  • rasio penting dan
  • analisa khas InveStory ID

1. Berita

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) alias Grup Emtek berhasil mendapatkan hak siar Piala Dunia 2022. Keberhasilan EMTK tersebut diyakini menjadi katalis positif perseroan untuk makin mengungkit kinerjanya. Dalam konteks ini yang ketiban durian adalah SCMA karena seluruh pertandingan Piala Dunia akan disiarkan melalui Vidio.com anak perusahaan SCMA.

Katalis berikutnya adalah transformasi digital yang dilakukan oleh SCMA membuat potensi SCMA semakin bersinar. Pendapatan SCMA saat ini berasal dari iklan digital yang tumbuh 66% di tahun 2021. Iklan terbesar di dapat dari Vidio dan Portal  KLY (Kapan Lagi Youniverse).

Berbicara mengenai Vidio.com adalah masuknya Concentricity Pte. Ltd. dalam penyertaan modal saham pada PT Vidio Dot Com, yakni sejumlah 16,67% dari modal disetor dan ditempatkan. Concentricity Pte Ltd merupakan perusahaan investasi yang dikelola oleh Affinity Equity Partners, salah satu private equity terbesar di Asia.

Nilai penyertaan investasi mencapai US$ 150 juta atau setara dengan Rp 2,1 triliun (kurs Rp 14.300/US$). Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), investasi pada layanan streaming layanan over the top  (OTT) tersebut dilakukan melalui transaksi final dan mengikat pada 1 November 2021. Total pendanaan ini berhasil membawa Vidio di posisi ke-6 dari top 10 Investasi start-up terbesar Indonesia 2021.

Dengan penyertaan modal oleh Affinity Equity Partners, kepemilikan saham SCMA di PT Vidio Dot Com berkurang menjadi 83,33% dari 99,9%. Valuasi Vidio saat ini menjadi US$ 900 juta (Rp 12,87 triliun).

Baca  EMTK Q3 2022 : Laba Atas Investasi Yang Membuat EPS Positif Dan Solusinya Kalo Kalian Nyangkut

Kabar yang sebenarnya sudah lama namun tetap dinanti performanya adalah kerjasama SCMA dengan RANS.

Kolaborasi RANS dengan perusahaan besar seperti Surya Citra Media (SCMA) dan anak-anak muda yang luar biasa seperti Mas Kaesang dan Mas Wafa, saya yakin RANS akan semakin level up. Dan akan banyak hal baru yang lebih besar dari RANS. Ini semua akan melengkapi milestone yang penting bagi RANS ke depannya,” ungkap Raffi dalam konferensi pers RANS Entertainment di Ayana Midplaza, Jumat (1/4).

Selain itu SCMA juga terus fokus terkait layanan periklanan digital karena bagaimanapun layanan periklanan ini merupakan penyumbang terbesar pendapatan SCMA. Hal ini dibuktikan dengan adanya transaksi affiliasi antara SCMA dengan IES, KKI, Liputan6.com, dan Vidio berkaitan dengan kerja sama penjualan terintegrasi untuk menunjang kegiatan usaha antar perusahaan.

2. Sekilas Laporan Keuangan

SCMA sudah merilis laporan keuangan q4 atau full year tahun 2021 dan mencatatkan kinerja yang positif.

Pendapatan neto mengalami kenaikan sekitar 16,25% menjadi Rp 5,93 triliun pada 2021, dibandingkan tahun 2020 sejumlah Rp 5,10 triliun. Peningkatan ini dikontribusikan segmen iklan yang membukukan pendapatan sejumlah Rp 6,43 triliun dan pendapatan lain sebesar Rp 736 miliar. Namun ada potongan penjualan sebesar Rp 1,24 triliun.

Adapun laba usaha mencpai Rp 1,75 triliun atau meningkat 20,07% dari periode sama pada tahun sebelumnya senilai Rp 1,45 triliun. Sementara laba sebelum beban pajak penghasilan dibukukan sejumlah Rp 1,72 triliun, naik 15,96% dari raihan tahun 2020 sebesar Rp 1,48 triliun.

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 17,33% menjadi Rp 1,34 triliun pada 2021, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 1,14 triliun.

Baca  Yuk Pelajari Mindset Sebelum Berinvestasi Saham (Kenali Dirimu & Pilihan Saham Yang Sesuai Profil)

Secara total aset hingga 31 Desember 2021 mencapai Rp 9,91 triliun, naik 46,49% dari 31 Desember 2020 Rp 6,76 triliun. Sedangkan jumlah liabilitas sebesar Rp 2,45 triliun, turun 14,56% dari semula Rp 2,87 triliun. Sementara jumlah ekuitas naik 91,47% menjadi Rp 7,46 triliun dari sebelumnya Rp 3,89 triliun.

3. Kinerja Saham

Kinerja perusahaan yang terus bertumbuh terutama dari tahun 2019 hingga tahun 2021 ini nyatanya tidak berimbas kepada kenaikan harga sahamnya.

Per tanggal 05 April 2021 harga SCMA bertengger di kisaran Rp 345 dan per tanggal 01 April 2022 harganya justru turun menjadi Rp 280.

Sebenarnya SCMA sempat berusaha naik menuju harga di kisaran Rp 440 tetapi kemudian turun lagi.

Namun dibalik ini ternyata juga menyimpan peluang bagi para investor untuk membeli di harga bawah.

4. Rasio-Rasio Penting

Harga : 280 (harga penutupan tanggal 01/04/2022)

EPS : 21 (annualized)

Book Value : 86 (annualized)

Harga Wajar : 202 (Graham Number)

MOS : –

PER : 13.3

PBV : 3.2

GPM : 53.49

NPM : 24.23

ROE : 32.53

5. Analisa InveStory ID

Jika menggunakan EPS 21 dan Book Value 86 maka harga wajar saham SCMA menurut Graham Number sebesar 202 berbanding dengan harga sekarang 280.

Artinya SCMA sudah overvalue

Kesimpulan menggunakan harga Rp 280 berdasar Laporan Keuangan Full Tahun 2021

Value investing : SCMA tidak cocok sebagai saham value stock

Growth investing : Jika hanya melihat dari sisi EPS memang SCMA ini seperti perusahaan yang tumbuh terutama mulai tahun 2019 hingga 2021 ini apalagi gebrakan SCMA di bisnis-bisnis digital seperti Vidio, RANS dll dan potensi kenaikan pendapatan karena mendapat hak siar Piala Dunia.

Baca  ERAA Q2 2022 : Analisa Saham ERAA, Laba Bersih ERAA Turun 9.1% Dan Hold Atau Cutloss?

Mungkin masuk sedikit di SCMA sebagai calon growth stock bisa dilakukan

Dividen investing : SCMA tidak cocok dijadikan saham dividen investing.

Core investing : SCMA tidak cocok menjadi core stock.

Sumber :

1. http://lembarsaham.com/

2. https://www.cnnindonesia.com/

3. https://investor.id/

4. https://investor.id/

5. https://industri.kontan.co.id/

(Sudah dibaca 1,654 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini