SALAH KAPRAH Perdebatan Trading VS Investing.

Saat masuk ke bursa saham, kita dihadapkan dengan problem mau digunakan untuk apa saham yang akan kita beli? Trading atau investing

Saat kita mengajak seseorang kita akan mengatakan apakah dia mau masuk bursa saham untuk trading atau investing

Saat kita atau teman kita sedang floating loss pasti pertanyaan pertama, plan awalnya mau trading atau investing?

Saya juga melakukan hal yang sama ketika ada beberapa teman yang berkonsultasi.

Saya selalu menjawab saat membeli plan awalnya apa, mau digunakan untuk trading atau investing.

Semua terlihat mudah. Namun sayangnya di lapangan berbeda.

Konsep trading dan investing juga menjadi dasar bagi kita untuk melakukan perdebatan, bahkan PERDEBATAN ini tidak ada ujungnya sama sekali.

Silahkan teman-teman baca di stream Stockbit maupun Facebook. Perdebatan mana yang lebih bagus dan mana yang lebih memberikan cuan selalu ada.

Namun akhirnya saya paham sesuatu setelah menonton video milik Timothy Ronald dengan Theo Derrick disini

Konsep yang sederhana namun ternyata membuat PERDEBATAN yang ada menjadi HILANG.

Sebelum pembahasan lebih lanjut, kita akan mulai dari pengertian terlebih dahulu.

PENGERTIAN TRADING

Trading secara umum yang dimaknai oleh kita adalah jual beli saham dengan cepat dalam hitungan menit, hari maupun 1 minggu. Saham yang ditransaksikan umumnya saham gorengan (kinerjanya antah berantah yang penting transaksi hariannya rame).

Mengutip dari web https://rhbtradesmart.co.id/, trading saham adalah kegiatan membeli dan menjual saham dengan memanfaatkan fluktuasi harga pasar setiap harinya bahkan fluktuasi harga saham dalam hitungan menit.

Karena memanfaatkan fluktuasi pasar hitungan menit maka trading ini sangat-sangat aktif untuk jual beli saham.

Kalian dapat memperoleh keuntungan dari selisih harga yang ada. Keuntungan yang dimaksud juga tidak terlalu tinggi tetapi asalkan biaya sekuritas dan pajak kisaran 0.5% sudah tertutupi. Prinsipnya sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Jika 1 hari bisa untung 1% maka 1 bulan bisa 20% atau amannya 10%.

KONSEP DALAM TRADING

Konsep yang ada dalam trading adalah :

1. Timeframe

Jangka waktu untuk melakukan trading sangat pendek bahkan bisa dalam hitungan detik.

2. Tujuan

Tujuan ini sangat jarang dibahas karena seringnya orang mengatakan bahwa terjun di bursa saham yang penting cuan.

Konsep yang penting cuan memang benar namun belum bisa menjadi parameter yang lebih baik.

Dalam video di atas, Theo menjelaskan bahwa trading itu digunakan untuk mencari cuan di bursa saham yang artinya menjadi PENGHASILAN AKTIF baik sebagai penghasilan utama atau penghasilan tambahan atau bahasa kerennya buat uang jajan.

3. Target keuntungan

Kita sudah memahami di poin 1 bahwa timeframe trading sangat pendek, jadi target keuntunganpun akan sangat sedikit. Kebanyakan mulai dari 2% (0.5% sebagai biaya jual beli dan 1.5% sebagai keuntungan) hingga ara.

4. Manajemen resiko

Dalam trading ada manajemen resiko yang digunakan yaitu stoploss.

Stop loss adalah sebuah order atau perintah untuk menutup posisi yang berguna untuk membatasi kerugian dalam nilai tertentu.

Jadi saat membeli saham kita sudah bisa memberi perintah ke aplikasi trading apabila saham yang sudah kita beli turun ke angka sekian atau sekian persen maka otomatis terjual.

Sekadar informasi apa bedanya stoploss dan cutloss?

Stoploss adalah perintahnya cutloss adalah nilai nominalnya. Contoh saat membeli saham AYAM di harga 1000 saya memberi batasan stoploss 950 dan ternyata harga saham beneran turun ke 950. Artinya saya cutloss senilai 50.

5. Pergerakannya aktif

Karena timeframe pendek maka otomatis keuntungan sedikit. Dan karena keuntungan sedikit maka butuh keaktifan kita untuk keluar masuk dari saham 1 ke saham lainnya.

Apakah trading bisa mendapatkan bagger?

Melihat kembali ke konsep yang ada sepertinya agak susah tapi tetap bisa aja.

Bagaimana dengan analisa teknikal yang identik dengan trading? Apakah termasuk juga dalam konsep trading?

Menurut saya tidak. Konsep trading menggunakan analisa teknikal memang yang menjadi umum dipahami masyarakat.

Padahal saat trading kita bisa saja menggunakan analisa fundamental.

Analisa teknikal hanya digunakan untuk membuat titik kapan waktu yang tepat untuk membeli dan kapan waktu yang tepat untuk menjual VERSI KITA.

Sama dengan investasi, kita bisa saja menggunakan analisa teknikal sebagai titik entry dan titik exit. Analisa fundamental kita gunakan untuk screening awal pemilihan saham.

Eh kok yang umum dipahami itu trading adalah jual beli saham antah berantah yang penting cuan?

Memang yang berkembang di masyarakat adalah aktivitas jual beli saham dengan waktu yang sangat singkat dan menggunakan analisa teknikal sebagai acuannya dan saham yang dibeli adalah saham gorengan.

Padahal jika dipahami lebih lanjut trading ya aktivitas jual beli dalam waktu singkat sedangkan investing juga sama yaitu aktivitas jual beli tetapi dalam waktu yang lama.

PENGERTIAN INVESTING

Investing atau investasi adalah kegiatan membeli dan menjual saham dengan memanfaatkan kondisi perusahaan sebagai acuan WAJIB dan menggunakan timeframe yang lama minimal 1 tahun dan sifatnya PASIF.

KONSEP DALAM INVESTING

1. Timeframe

Jangka waktu untuk melakukan investasi lumayan panjang dengan minimal 1 tahun. Kenapa 1 tahun? agar kita bisa melihat keempat laporan keuangan yang dikeluarkan oleh emiten.

2. Tujuan

Orang yang melakukan investasi mempunyai kondisi berikut ini yaitu ketika sudah tidak mempunyai kekuatan dan waktu lagi untuk menambah penghasilan namun masih menginginkan tujuan finansial tertentu dan dalam jangka waktu tertentu.

Kita mungkin hanya akan kuat mencari penghasilan aktif dari 2 atau 3 kegiatan saja semisal pagi ngantor nanti sorenya jualan makanan.

Atau misalnya ngojek online sembari jualan online.

Kita tidak mungkin akan melakukan 3 atau lebih untuk mencari penghasilan aktif.

Karena keterbatasan waktu inilah akhirnya kita harus melakukan aktivitas tambahan namun tanpa harus terlibat di dalamnya.

Sebagai contoh saat ini saya sebagai karyawan tetap sebuah PTN, saya juga punya bisnis online di bidang buku, saya juga mempunyai website yang kita baca saat ini.

Dan saya merasa masih membutuhkan penghasilan untuk mencapai target finansial saya dan akhirnya jalan satu-satunya adalah menggunakan konsep investing.

Tanpa perlu bekerja, penghasilan akan bertambah.

Jadi saham disini bukanlah sarana untuk mencari penghasilan utama maupun sampingan tetapi penghasilan pasif.

3. Target keuntungan

Karena timeframe panjang dan tujuannya untuk menambah aset maka jelas keuntungan yang dicapai haruslah lumayan besar.

Ada yang menginginkan penambahan asetnya 20% per tahun, ada yang hati-hati saja dengan target 10% per tahun.

Lha kok sedikit?

Iya kalo dilihat secara persentase sedikit tetapi jika kita rutin tiap tahun 10% maka asetnya jelas akan jauh meningkat pesat.

4. Manajemen resiko

Dalam investing timeframe kita panjang paling tidak 1 tahun. Dengan timeframe seperti itu maka manajemen resiko yang pertama adalah pemilihan emiten.

Kita tidak mungkin berinvestasi ke perusahaan yang kinerjanya antah berantah.

Logikanya jika ada teman menawarkan kita join untik bisnis pasti kita akan mencari tau detail sosok teman tersebut mulai dari pergaulan, kinerja bisnis dll. Kita tidak akan langsung mengiyakan penawaran walopun itu dari teman.

Cara mencari saham yang layak untuk investasi bisa dibaca di artikel di bawah ini

5 JURUS SEDERHANA Cara Memilih Saham Menggunakan Analisa Value Investing + Contoh Sahamnya (DIJAMIN BISA)

Manajemen resiko yang kedua adalah money manajemen.

Money manajamen dalam berinvestasi sangat penting karena dengan money manajemen inilah nafas kita menjadi panjang saat menghadapi gejolak naik turunnya saham.

Manajemen resiko yang ketiga adalah MOS.

Margin of  Safety (MOS) adalah selisih harga saham saat ini dengan nilai intrinsiknya/ harga wajarnya.

Jadi penjelasannya seperti ini, metode valuasi seperti Graham Number atau metode lain bisa saja salah. Dari sini kita mengambil ancang-ancang untuk memperkirakan jika terjadi kesalahan.

Ambil contoh lagi adalah harga wajar INDF di harga Rp 9483 dan harga saat ini INDF sebesar Rp 6075. Artinya ada Margin of Safety sebesar Rp 9483-Rp 6075 = Rp 3408 atau 36%.

Dan jika kita membeli di harga Rp 6075 dan menyimpan agar INDF sampai ke harga Rp 9483 maka kita akan ada potensi capital gain 56%.

Manajemen resiko yang keempat adalah average down dan cutloss.

Average down adalah proses kita membeli saham yang sama dengan tujuan untuk menurunkan harga beli saham milik kita.

Sedangkan cutloss adalah antisipasi saat kita ternyata salah memilih saham, kita menemukan saham lain yang ternyata jauh lebih secara kinerja.

Kalian bisa membaca detail tentang kapan waktunya average down maupun average up atau cutloss disini

Kapan Waktu Yang TEPAT Membeli Saham? Kapan Waktu Yang TEPAT Untuk Average Down Atau Average Up?

SALAH KAPRAH TRADING & INVESTING

Nah inilah inti dari pembahasan tentang trading dan investing ini.

Banyak yang mengatakan bahwa trading lebih baik karena cuan yang kita inginkan bisa langsung terealisasi. Namun banyak juga yang mengatakan bahwa investing jauh lebih baik karena cuannya jelas lebih besar dan resiko lebih sedikit.

Ada yang mengatakan bahayanya trading adalah saat sudah TP sahamnya malah terbang alias to the moon.

Ada yang mengatakan hati-hati dengan investing karena siapa tau sahamnya malah tidak bergerak sama sekali.

Mana yang lebih benar?

TIDAK ADA. Dan hentikan perdebatan yang ada karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1. Kecocokan

Tidak semua orang cocok melakukan trading dan tidak semua orang cocok berinvestasi.

Orang yang agresif dan senang mengadu adrenalin tentu saja lebih cocok masuk ke bursa saham dan melakukan trading.

Namun jika kalian orangnya relatif kalem dan ingin lebih tenang maka lebih cocok investing.

2. Tujuan

Semua kembali ke TUJUAN masing-masing.

Jika kamu menginginkan penghasilan aktif atau penghasilan tambahan dan memiliki waktu untuk memantau kinerja saham maka TRADING adalah langkah yang lebih baik.

Trading bisa digunakan sebagai penghasilan utama seperti mas Bekti Sutikna.

Tapi jika kamu menginginkan tambahan penghasilan tanpa harus terlibat di dalamnya, kita memiliki tujuan finansial di masa depan maka INVESTING adalah langkah yang lebih baik.

KIta tidak perlu ngapa-ngapain bisa mendapat uang sampe ratusan persen.

3. Pilihan saham

Umumnya orang mengatakan bahwa trading biasanya menggunakan saham gorengan dan investing menggunakan saham berfundamental bagus.

Padahal saran saya mau trading atau investing WAJIB MEMILIH SAHAM FUNDAMENTAL BAGUS.

4. Saling membutuhkan

Apa? Enggak mungkin deh masa saling membutuhkan..Lha wong trader sama investor aja tiap hari adu mulut pake ketikan kok..

Ya…Kenyataannya begitu.

Sekarang perhatikan story berikut

Ada saham AYAM yang masih sepi alias masih belum likuid namun mempunyai kinerja saham yang bagus dan harganya masih undervalue.

Para investor yang beraliran value investing dan growth investing pelan-pelan membeli dan mengkoleksi saham AYAM.

Hingga suatu hari saham AYAM membagikan dividen yang relatif besar dan tiba-tiba transaksi hariannya rame sekali dan membuat harganya terbang hingga harga wajarnya terpenuhi.

Karena rame maka teman-teman trader mulai masuk ke saham AYAM minimal sambil mencari cuan dari momentum dividen dan ramenya transaksi.

Setelah pembagian dividen, harga mulai turun lagi dan teman-teman trader harus menjual saham AYAM dan disinilah investor akan kembali membeli saham AYAM buangan dari trader.

Jadi

NGAPAIN DEBAT TRADING ATAU INVESTING.

LHA WONG BEDA KONSEP KOK DAN JUSTRU BISA JADI PARTNER

Yang penting JANGAN SALING NYINYIR.

Sumber :

1. https://rhbtradesmart.co.id

(Sudah dibaca 287 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini