Saya sering membaca status maupun chat di Telegram, Facebook atau Stockbit yang mengatakan bahwa seorang investor ritel takut membeli saham tidak likuid karena saham tersebut tidak rame dan nantinya susah menjual.

Tidak ada yang salah dengan pernyataan tersebut karena memang saham non atau tidak likuid adalah saham yang tidak aktif diperdagangkan atau istilah lainnya adalah saham illikuid. Saham illikuid tidak disenangi oleh trader karena jarang ditransaksikan atau sepi peminatnya.

Nah kesalahan statement di atas adalah apabila kita

  1. Berniat menjadi investor
  2. Mempunyai modal di bawah Rp 100juta
  3. Memilih perusahaan yang memiliki fundamental bagus dan membagikan dividen

Maka saham non likuid tidak menjadi masalah.

Sebagai investor justru seharusnya kita mencari saham yang tidak likuid alias masih sepi peminat, memiliki kinerja istimewa, membagikan dividen dan kita mmeberi waktu kisaran 1 sampe 3 tahun terhadap saham tersebut.

Ngomong-ngomong tentang saham likuid dan non likuid kita harus tau definisinya

Apa itu saham likuid?

Arti dari saham likuid adalah saham yang aktif diperdagangkan.

Artinya antrian order selalu ada pada fraksi-fraksi harga pada harga permintaan maupun penawaran (bid offer price). Keuntungan dari memperdagangkan saham likuid adalah kita dapat membeli maupun menjual saham tersebut dengan cepat.

Bisa dilihat setiap fraksi ada yang bid dan offer. Fraksi itu misal 3600, 3610, 3620 dst.

Total lot yang ditransaksikan saat screenshoot itu diambil sebanyak 180rb lot.

Apa keuntungan dan kerugian saham likuid?

  • Keuntungan

Jika butuh uang cash cepat maka bisa langsung dijual karena banyak orang yang jual beli.

  • Kerugian

Pergerakan harga sahamnya sangat fluktuatif sehingga jika tidak hati-hati emosi pemilik saham ikut terbawa.

Apa itu saham tidak likuid?

Saham tidak likuid artinya saham yang tidak aktif diperdagangkan atau istilah lainnya adalah saham illikuid. Saham illikuid tidak disenangi oleh trader karena jarang ditransaksikan atau sepi peminatnya.

Tidak likuid bukan berarti tidak ada transaksi sama sekali. Tetapi ada kalanya rame tetapi lebih sering sangat sedikit.

Bisa dilihat transaksi saham HEXA hanya 1800 lot.

Dan apa keuntungan dan kerugian saham tidak likuid?

  • Keuntungan

Pergerakan harga sahamnya sangat stagnan berhari-hari bahkan bisa berbulan-bulan. Cocok bagi para pemilik saham yang memang hanya ingin menikmati dividen atau capital gain namun dengan jangka waktu yang panjang

  • Kerugian

Jika butuh uang cash cepat maka sahamnya akan susah dijual

Apa yang menyebabkan satu saham bisa likuid, sementara saham lain tidak likuid?

Salah satu sebabnya adalah jumlah saham beredar saham. Jumlah saham beredar punya dua arti, yaitu: kuantitas saham publik yang beredar dan jumlah saham publik dibanding jumlah saham beredar. Semakin besar keduanya biasanya saham akan makin likuid.

Tapi, seluruh saham publik pun sebenarnya tidak pasti merefleksikan seluruh saham beredar yang diperdagangkan tiap hari karena tidak semua pemegang saham ingin menjual sahamnya.

Ini perbandingan antara saham likuid dengan saham tidak likuid

Selain jumlah saham yang beredar, likuid atau tidaknya suatu saham juga tergantung dengan kinerja perusahaan.

Nah berikut ini ada 4 tips yang bisa teman-teman investor gunakan saat mau memilih saham yang tidak likuid

1. Pilih saham berfundamental bagus

Poin pertama ini tidak bisa ditawar-tawar ya karena saham yang memiliki fundamental bagus hanya tinggal menunggu waktu akan ramai apalagi saat kinerjanya setiap tahun terus meningkat.

Jika pun tetap tidak likuid maka teman-teman pasti akan menikmati kenaikan capital gain maupun dapat dividen rutin.

Ini cara memilih saham berfundamental bagus ala InveStory ID

5 JURUS SEDERHANA Cara Memilih Saham Menggunakan Analisa Value Investing + Contoh Sahamnya (DIJAMIN BISA)

2. Perhatikan harga wajar saham

Poin no 2 ini sangat penting karena harga wajar ini bisa menjaga kita agar tetap memilih saham non likuid yang undervalue.

Undervalue ini akan menjadi pemancing bagi investor lain untuk masuk ke saham tersebut.

Selain itu dengan memperhatikan harga wajarnya kita bisa mengetahui kapan sebaiknya membeli dan kapan sebaiknya menjual.

Kapan Waktu Yang TEPAT Membeli Saham? Kapan Waktu Yang TEPAT Untuk Average Down Atau Average Up?

4 Waktu Yang TEPAT Untuk Menjual Saham Dan 2 Metode Menjual Yang PERLU Diperhatikan

Contoh saham yang memiliki kinerja bagus, masih undervalue dan termasuk saham non likuid adalah HEXA

Kami memilih saham HEXA karena berdasarkan rumus Graham Number, harga wajar HEXA berada di harga Rp 7168. Artinya jika ingin membeli di harga sekarang Rp 3590 potensi keuntungannya masih bisa 80%.

Bid dan offernya HEXA 24 Agustus 2020 hanya sekitar 1900 lot.

3. Waktunya panjang

Waktu yang dibutuhkan juga seharusnya panjang, bisa minimal 1 tahun atau di atas itu.

Yang paling gampang adalah saat beberapa laporan keuangannya keluar dan hasilnya istimewa maka cepat atau lambat saham tersebut akan ramai.

Walopun masih termasuk non likuid namun transaksinya sudah semakin besar karena sudah banyak investor lain yang masuk ke saham HEXA

4. Khusus investor ritel

Likuid dan non likuid jelas berhubungan dengan modal yang ada. Jika kita memiliki modal di bawah Rp 100juta jelas keluar masuk di saham HEXA masih bisa. Namun jika di atas itu akan susah baik membeli maupun menjual.

Itulah 4 tips yang bisa digunakan untuk membeli atau menjual saham tidak likuid.

Dulu kami pernah membeli saham MFMI karena fundamentalnya bagus. Jelas saham ini tidak likuid.

Tetapi ada musim bagi-bagi dividen dengan yield yang menggiurkan. Gampang deh dijual dengan profit 80%.

Sumber :

1. https://itstime.id/

(Sudah dibaca 1,102 kali, Yang membaca hari ini 2 orang)
Share:

Yuk share pendapatmu di bawah ini