PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL)

Teman-teman bisa membaca artikel di bawah ini atau bisa langsung menonton videonya di Youtube

A. Sekilas Perusahaan

Nama perusahaan : PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk

Kode Emiten : IPOL

Jumlah lembar saham : 6.443.379.509 lembar / 6,44 M lembar

Sektor/Subsektor : Industri Dasar & Kimia / Plastik & Kemasan

Bisnis : Indopoly Swakarsa Industry Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan plastik biaxially-oriented polypropylene (BOPP) dan bioxially oriented polyester (BOPET) untuk industri kemasan. Perusahaan memproduksi plastik yang digunakan dalam kemasan rokok, kemasan makanan, kemasan non-makanan, media grafis, kemasan hijau, label, dan tujuan khusus lainnya. Produknya dipasarkan dengan nama merek ILENE. Perusahaan juga memproduksi produk khusus seperti plastik oxo-biodegradable, plastik berpori dan plastik penghalang kualitas tinggi. Perusahaan menawarkan produknya ke pasar Indonesia dan pasar internasional seperti Cina, Amerika Serikat, dan lainnya.

B. Rasio Perusahaan

1. EPS

Langsung saya search menggunakan RTI untuk melihat EPS-nya.

Ya EPS adalah rasio pertama yang menjadi patokan awal apakah perlu melanjutkan ke rasio-rasio lain seperti harga wajar dst.

Kalo EPSnya menjanjikan akan lanjut, tetapi kalo EPS-nya acakadut ya langsung tinggal.

Berikut ini EPS dari IPOL per kuartal 2 tahun 2021

Wah lumayan karena ada progress walopun pada tahun 2019 ada penurunan.

Yang menjadi catatan adalah justru saat pandemi corona Tahun 2020, IPOL mencatatkan kenaikan yang lumayan signifikan.

Karena menurut saya menarik, saya lanjut untuk menelusuri harga wajar dari IPOL ini.

Jika harganya sudah overvalue jelas saya akan menghentikan penelusuran, tetapi jika ternyata masih undervalue jelas saya akan mencari tau lebih lanjut.

Saat artikel ini ditulis, menggunakan harga penutupan tanggal 11 Oktober 2021 yaitu 162 dan IPOL memiliki

  • Book value : 0.0266 (dikali Rp 14.0000 biar gampang menjadi Rp  372)
  • EPS yang saya gunakan konservatif saja yaitu menggunakan EPS tahun 2020 yaitu 0.00122 (dikali Rp 14.0000 biar gampang menjadi Rp  17)

Dengan menggunakan rumus harga wajar Graham Number maka didapat harga wajarnya adalah Rp 377. Wow.

Artinya di harga sekarang Rp 162 dan target harga wajar 377 maka masih ada Margin of Safety sebesar 133%. Mantap surantap.

Kalian bisa mempelajari secara detail tentang harga wajar dam margin of safety di artikel ini

5 JURUS SEDERHANA Cara Memilih Saham Menggunakan Analisa Value Investing + Contoh Sahamnya (DIJAMIN BISA)

Inget ya ini masih pake EPS tahun 2020, apalagi kalo kita menggunakan EPS tahun 2021.

Eits…apa langsung di eksekusi?

Belum donk…

Saya akan menelusuri terkait rasio-rasio yang ada seperti di artikel ini

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

2. Book Value

Sekarang kita juga harus lihat progress Book Value dari tahun-tahun sebelumnya.

3. GPM, NPM

Masuk ke bagian GPM dan NPM
GPM adalah Gross Profit Margin dan NPM adalah Net Profit Margin.

Saat melihat NPMnya sebenarnya tidak meyakinkan karena hanya di kisaran 3-5% saja.

Namun kita juga harus tau bagaimana dengan industrinya. Karena memang di industri ini bisa saja NPM-nya tipis-tipis karena persaingan harga.

Kalian bisa melihat GPM dalam 1 subsektor di bawah ini

IPOL justru berada di peringkat 2 dari sisi GPM. No 1 IMPC (Tapi ketika saya telusuri IMPC ini memang bagus dan sudah mahal)

Jika melihat dari sisi NPM, IPOL ini berada di peringkat 4 artinya dengan GPM yang besar dan menghasilkan NPM yang kecil menunjukkan biaya produksinya mahal.

4. ROE, DER

Dari sisi ROE atau Return on Equity juga sama. IPOL termasuk memiliki ROE yang sedikit.

Namun kabar gembiranya adalah DER-nya atau Debt to Equity Rationya juga sedikit.

Bentar-bentar, NPM sedikit, ROE sedikit kok tetap dipilih untuk investasi?

Ya karena menurut saya rasio-rasio seperti ini wajar saja dan tergantung dengan masing-masing perusahaan. Memang kondisi perusahaannya begini bukan yang istimewa ya sudah dan nyatanya tetap hidup dan hutangnya standar saja artinya manajemen memang baik dalam mengelola perusahaannya.

C. Sekilas Keuangan Perusahaan

Lanjut menelusuri tentang pendapatannya, hutang dan cash yang ada.

Dan hasilnya seperti ini (data yang akan saya bicarakan tahun 2020 ya karena tahun 2021 masih annualized)

Dengan melihat market cap senilai Rp 1T, kita akan mendapatkan cash sebesar 398M, aset sebesar 4T, hutang sebesar Rp 1.5T dan mempunyai kemampuan menghasilkan pendapatan sebesar Rp 2.8T. Mantap kan.

Ibarat kita disuruh membeli gerobak bakso sebesar 1juta dan di lacinya sudah ada uang 398rb, punya aset 4juta, hutang 1.5juta dan ternyata pendapatan rutinan tiap tahun di kisaran 2.8juta. Murah kan?

Makin menambah gairah untuk segera mengkoleksi sahamnya.

Tapi penelusuran belum berhenti sampai disitu, saya lanjut membaca laporan tahunan 2020.

D. Info Lap Tahunan dan Lap Keuangan

Disini saya menjadi tau beberapa hal yaitu

a. Mempunyai pelanggan sebanyak 250 perusahaan multinasional

Kabar ini merupakan kabar yang menurut saya membahagiakan karena otomatis IPOL tidak tergantung dari 1 pelanggan saja. Bahkan salah satu perusahaan besar di Indonesia menjadi pelanggannya. Baca poin e ya

b. Pabriknya ada di Indonesia dan di China

Dalam laporan tahunan 2020 disebutkan bahwa IPOL mempunyai 3 pabrik yaitu 1 di Indonesia dan 2 di China.

Dan pabrik di China juga sudah mendapatkan beberapa sertifikat yang bisa kalian baca di Lap Tahunannya di halaman 8 sampai 10.

c. Pernah menjadi supplier di HMSP dan DJARUM yang dibuktikan dengan sertifikat

Nah ini juga menjadi kabar yang membuat saya semakin yakin bahwa IPOL ini bukan saham gorengan yang harganya mini tapi memang perusahaan fundamental bagus.

Memang sih saat ini tidak bisa dilihat apakah IPOL masih menjadi perusahaan penyuplai kebutuhan kemasan bagi rokok 2 perusahaan tersebut.

Mungkin kalo kalian pengen tau bisa ditanyakan ke corporate secretarynya langsung.

d. Pernah menjadi supplier salah satu perusahaan rokok terbesar dunia

Pernah sih tapi lagi-lagi untuk tahun 2020 tidak bisa dilacak apakah masih atau tidak.

e. Menjadi supplier ICBP dengan persentase 18% dari total penjualan.

Awal penelurusan lanjutan dari IPOL ini juga saat saya mencari tau tentang IPOL di web LembarSaham.com.

Di sana tertulis bahwa ICBP menjadi pelanggan dari IPOL ini

Akhirnya saya menelusuri lebih lanjut melalui Laporan Tahunan dan memang ICBP menjadi perusahaan pelanggan terbesar dengan persentase 18%.

f. Dulu dimiliki keluarga Salim namun di tahun 2000an dijual ke Jefflyne Golden Holdings Pte Ltd.

Apakah sekarang masih menjadi perusahaan di bawah Salim Group? Entahlah karena saya belum menemukan detail perusahaan Jefflyne Golden Holdings Pte Ltd dan Noble Ox International Ltd.

Tetapi kalo di media massa masih disebut sebagai anak perusahaan Salim Group

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20210629110224-17-256706/saham-grup-salim-ngamuk-di-sesi-i-rupanya-ini-pemicunya
Sumber : https://www.tribunnews.com/bisnis/2021/04/28/indopoly-swakarsa-industry-bagikan-cuan-rp-32-miliar

g. Menerapkan industri 4.0 (smart warehouse)

Ketika sampai dituliskan secara detail dan di awal Laporan Tahunan berarti memang project yang menurut saya menjadi unggulan dan bukan hanya sekadar gimmick.

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

E. Catatan

– Hutang jangka pendeknya termasuk besar dibanding hutang jangka panjangnya. Walopun jika dilihat secara umum masih sangat aman karena DER rasionya hanya 65%

– NPM dan ROEnya kecil

– Tidak rutin membagikan dividen

– Saat mau mendownload Laporan Tahunan 2020 dari website resminya sangat lama. Agak menganggu juga sih. Eh setelah bisa didownload tampilannya landscape… (Di IDX saya kok belum nemu untuk tahun 2020)

Untuk yang tahun 2019 juga sama, saat mendownload via website resminya sangat lama. Untung akhirnya bisa dan untungnya di web IDX juga ada.

– Lembar saham yang beredar secara jumlah sangat besar mencapai 6milyar. Sebenarnya tidak masalah tetapi kalo lebih sedikit kan otomatis EPSnya lebih besar dan dividennya bisa lebh besar juga.

F. Kesimpulan

Saham IPOL yang bergerak di harga 162 masih sangat layak untuk investasi.

Sumber :

1. http://lembarsaham.com

(Sudah dibaca 50 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini