PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT)

A. Sekilas Perusahaan

Nama perusahaan : PT Austindo Nusantara Jaya Tbk

Kode Emiten : ANJT

Jumlah lembar saham : 3.354.175.000 lembar / 3,35 M lembar

Sektor/Subsektor : Pertanian / Perkebunan

B. Bisnis Perusahaan

Austindo Nusantara Jaya Tbk adalah perusahaan yang memiliki 4 lini bisnis yaitu sawit, sagu, sayuran/ edamame dan energi terbarukan.

Sawit

Pada tanggal 31 Desember 2020, Perseroan memiliki total cadangan lahan lebih dari 150.000 hektare. Pada saat itu, sekitar sepertiga dari cadangan lahan ini, atau 54.694 hektare, telah ditanami, meningkat dari 54.548 hektare pada akhir 2019.

Pada akhir 2020, total lahan perkebunan yang telah ditanami seluas 4.519 hektare telah dialokasikan untuk petani kecil di bawah Program Plasma Pemerintah Indonesia.

Seluas 41.291 hektare atau 75% dari jumlah lahan yang ditanami tersebut merupakan tanaman kelapa sawit yang sudah menghasilkan, sementara seluas 13.403 hektare atau 25% merupakan tanaman kelapa sawit yang belum menghasilkan.

Per 31 Desember 2020, rata-rata umur tanaman kelapa sawit inti di seluruh perkebunan kami adalah 12,6 tahun.

Sekitar 22.000 hektare dari total luas cadangan lahan diperkirakan dapat ditanami tetapi belum ditanami (inti atau plasma). Kami telah memperoleh atau sedang dalam proses untuk memperoleh izin dan hak untuk mengembangkan lahan tersebut menjadi perkebunan kelapa sawit.

Sisa cadangan lahan Perseroan merupakan lahan yang dianggap tidak dapat ditanami karena kondisi topografi yang tidak sesuai atau digunakan untuk berbagai tujuan termasuk konservasi keragaman hayati, batas pelindung tepi sungai dan area konservasi untuk situs sejarah dan/atau budaya. Sebagian lahan digunakan untuk infrastruktur seperti jalan, perumahan
karyawan dan fasilitas lainnya.

Sagu

ANJ mengoperasikan pemanenan dan pemrosesan sagu di Sorong Selatan, Papua Barat melalui anak perusahaan kami, PT ANJ Agri Papua (ANJAP). ANJAP mengelola area konsesi
seluas 40.000 hektare, tempat kami merintis pemanenan sagu dari hutan sagu alam yang pertama pada skala komersial di Indonesia. ANJAP juga mengolah batang sagu di pabrik sagu untuk menghasilkan tepung sagu kering yang dijual ke industri makanan.

Edamame

ANJ telah bergerak di sektor sayuran sejak tahun 2015, ketika anak perusahaan kami, PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT), mulai membudidayakan edamame, sejenis kacang-kacangan yang memiliki protein dan antioksidan tinggi yang masuk dalam kelompok keluarga kedelai.

Pada tahun 2020, kami mulai menanam okra, sayuran berkualitas tinggi lainnya. Pada tahun 2017, ANJ menjalin kemitraan strategis dengan AJI HK Limited untuk memfasilitasi ekspansi pasar GMIT ke wilayah Asia Pasifik. Pada tahun 2020, GMIT masih menyelesaikan proses penggantian mesin dan berencana untuk mulai mengekspor edamame beku pada awal tahun 2021.

Energi Terbarukan

Anak perusahaan kami, PT Austindo Aufwind New Energy (AANE), telah mendapatkan izin usaha sebagai pembangkit listrik independen (IPP) pada tahun 2013 dan memulai kegiatan operasinya secara komersial pada awal tahun 2014.

AANE mengoperasikan pembangkit listrik tenaga biogas berkapasitas 1,8 MW di Perkebunan Pulau Belitung yang menghasilkan listrik dengan memanfaatkan limbah gas metana sebagai produk turunan dari pabrik CPO kami.

Perseroan berencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga biogas lainnya di beberapa pabrik untuk penggunaan internal guna mengurangi ketergantungan kami terhadap sumber energi bahan bakar fosil dan meningkatkan kinerja emisi gas rumah kaca.

C. Kompetitor Perusahaan

Saat artikel ini ditulis pada tanggal 20 Oktober 2021, ada 23 perusahaan yang berada dalam 1 subsektor dengan ANJT.

Berikut tabel dari kompetitor ANJT dan posisi ANJT berdasar kapitalisasi marketnya

ANJT berada di peringkat 13 dari 23 perusahaan dalam subsektor perkebunan.

D. Rasio Perusahaan

1. EPS

Seperti biasa EPS merupakan instrumen pertama yang WAJIB dikunjungi agar kita tau bagaimana kinerja perusahaan yang akan kita oprek lebih lanjut.

Sudah tau kan jawabannya? Ya terlihat tidak menarik.

Untung saja waktu itu saya sedang agak longgar dan iseng mengecek harga wajarnya karena siapa tau walopun EPS-nya terlihat jelek tapi bisa menjadi turn around story.

Menggunakan rumus Graham Number, EPS 0.0075 yang jika dikali 14000 menjadi Rp 105 dan book value 0.1188 yang jika dikali 14000 menjadi Rp 1663 dan didapat harga wajarnya adalah Rp 1982 dan saat artikel ini ditulis harga ANJT 750 maka didapat Margin of Safety sebesar 164%. Menarik.

2. Book Value

Berikut grafik book Value dari saham ANJT

Ternyata secara umum grafik Book Value dari ANJT stabil meningkat.

Wah lumayan juga artinya peluang untuk menjadi perusahaan turn around story bisa terjadi ketika market nantinya mengapresiasi.

3. GPM, NPM

Masuk ke bagian GPM dan NPM
GPM adalah Gross Profit Margin dan NPM adalah Net Profit Margin.

Kalo melihat grafiknya secara sederhana sebenarnya agak mengerikan sih… Saran saya kalo memang belum cukup kuat untuk melihat mending saham ANJT diskip saja.

Memang sih di tahun 2020 dan tahun 2021 ada peningkatan.

Namun saat dicek GPM secara industri dalam subsektor yang sama, ANJT mempunyai GPM yang lumayan terutama tahun 2021 ini yaitu memiliki GPM 24%.

Tapi kembali agak disayangkan saat melihat NPM nya yang justru hanya 1%.

Artinya masih banyak pengeluaran yang harus ditekan agar NPM bisa meningkat.

4. ROE, DER

Dari sisi ROE ternyata juga sama karena ternyata ROEnya hanya 0.56% saja.

Yang cukup menggembirakan adalah DERnya yang memang lumayan kecil yaitu 56%

Lihat grafik dari ANJT ini sebenarnya agak tidak nyaman untuk dilihat.

Sampai disini saham ANJT belum ada sesuatu yang menarik.

E. Sekilas Keuangan Perusahaan

Lanjut menelusuri tentang pendapatannya, hutang dan cash yang ada.

Dan hasilnya seperti ini (data yang akan saya bicarakan tahun 2020 ya karena tahun 2021 masih annualized)

Ada sedikit hal yang menggembirakan jika melihat sekilas keuangan perusahaan.

ANJT ini sekarang dihargai Rp 750 yang artinya kapitalisasinya hanya Rp 2.5T.

Dengan harga Rp 2.5T kita akan mendapat cash 231Milyar, aset 9T, hutang 3.4T dan pendapatan 2.3T.

Dengan perbandingan yang ada menurut saya perusahaan ini menarik karena harga yang kita bayar jauh lebih murah dibanding asetnya dan lebih menarik lagi karena apa yang kita beli ternyata menghasilkan pendapatan yang sama bahkan di tahun 2021 (annualized) perusahaan akan memiliki target pendapatan 3.5T.

Emang ada yang harganya sangat mahal tapi aset maupun pendapatannya lebih kecil? Ada.

Coba aja dilihat di bawah ini

Gimana? Kalian harus beli seharga 18T hanya untuk mendapatkan aset sebesar 3T dan kemampuan menghasilkan pendapatan 3T juga.

Inilah bursa saham.

F. Info Lap Tahunan dan Lap Keuangan

Di dalam laporan tahunan 2020 banyak dijelaskan tentang berbagai bisnis dari ANJT ini yaitu sawit, sagu, sayuran (edamame dan okra) serta energi terbarukan.

Jika dilihat secara menyeluruh memang pendapatan dari sawit sangat mendominasi bahkan hampir 100% (sekitar 98%).

Dan kabar gembiranya adalah tahun 2021 ini harga CPO lumayan sangat baik karena menyentuh harga 5000. Hal ini menjadi kabar gembira dan ternyata sudah diaminkan oleh Wakil Direktur Utama Austindo Nusantara Jaya, Lucas Kurniawan di website ini.

Jika menilik lagi di laporan tahunan, bisnis sagu telah menghasilkan produk yaitu sagu sapapua yang sedang dipromosikan melalui sosial media seperti IG. Kalian bisa mengecek juga disini

Untuk yang edamame seharusnya pada tahun kemaren sudah mulai ekspor, namun karena adanya pandemi membuat rencananya tersendat. Kalian juga bisa mengecek edamame dari ANJT ini di instagram disini.

Pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan bisnis barunya menurut saya sangat layak dicermati karena walopun bukan bisnis utama tetapi mereka tetap fokus.

Untuk bisnis energi terbarukan lumayan unik karena ternyata harga jual ke PLN sangat murah dan membuat ANJT mengundurkan diri untuk menjualnya ke PLN.

Kita lihat progress dari ANJT ini di sektor sagu maupun edamame karena keduanya bisa menambah pemasukan bagi emiten. Apalagi jika pas harga sawit menurun.

G. Catatan

– EPS tidak stabil walopun ada potensi kenaikan di tahun-tahun berikutnya

– Tidak rutin membagikan dividen

– Untuk transaksi harian relatif masih sepi. Kondisi ini sebenarnya justru SANGAT BAIK bagi para value investor.

H. Titik Beli & Titik Jual

EPS : 0.0075 (105) annualized

Book Value : 0.1188 (1663)

Harga Wajar : Rp 1982

MOS : 164%

Titik Beli :

Dengan target MOS 100% maka maksimal pembelian di harga Rp 980 dan saat ini harganya masih di Rp 870.

Titik Jual :

Jika menginginkan MOS 160% maka bisa dijual jika sudah menyentuh harga Rp 1980. Namun jika ingin aman saja dengan keuntungan 20% saja maka bisa dijual jika sudah menyentuh harga 1050 dengan maksimal harga pembelian Rp 870.

I. Kesimpulan

Type : Value investing dan turn around story

Bagi yang memiliki keberanian, saham ANJT layak masuk dalam portofolio namun bagi yang tidak terlalu berani ambil resiko sebaiknya jangan.

Sumber :

1. http://lembarsaham.com/

(Sudah dibaca 145 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini