PBID : Harga Wajar PBID 2022, Kinerja ISTIMEWA, Potensi Menjadi Growth Stock Dan UNDERVALUE

Artikel di bawah ini akan membahas tentang harga wajar saham PBID (PT Panca Budi Idaman Tbk) tahun 2022 berdasar Laporan Keuangan Full Year 2021 yang diawali dengan

  • berita,
  • sekilas laporan keuangan,
  • kinerja saham
  • rasio penting dan
  • analisa khas InveStory ID

1. Berita

Jika kita flaschback maka PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) memasang target meraup pendapatan di atas Rp 4,3 triliun. Jumlah ini naik dari pendapatan di akhir 2020 sebesar Rp 3,87 triliun.

Dan ternyata berdasar laporan tahunan 2021 atau full year PBID mencatat pendapatan sebesar Rp 4.4 triliun.

Untuk tahun 2022, Direktur PBID Lukman Hakim menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10%  hingga 15%. Lukman menyebut, sejumlah katalis mampu mendorong penjualan tahun depan. Salah satunya karena produk yang dihasilkan PBID mendukung sektor makanan dan minuman,  sektor e-commerce, pengantaran makanan  secara daring (online food delivery), sektor agroindustri, hingga sektor kimia.

Untuk mencapai target yang dipasang, PBID akan memperluas pangsa pasar dan jangkauan distribusi dengan mendirikan gudang distribusi terutama di Indonesia bagian timur dan luar Jawa. PBID juga meningkatkan inovasi produk seperti food pack, dus kue, kertas nasi, gelas plastik, hingga sarung tangan plastik.

Selain itu, PBID juga melakukan efisiensi kegiatan operasional seperti meningkatkan kapasitas pabrik di Jawa Tengah dengan upah minimum regional (UMR) yang lebih rendah. Tak ketinggalan, PBID meningkatkan kualitas produk dan brand value dengan menerapkan standar ISO, serta mengiklankan merk produk PBID melalui sosial media dan media massa.

Sementara itu, di tengah maraknya kampanye pengurangan (diet) kantong plastik, Lukman masih meyakini prospek produk PBID masih mentereng. Selain ditopang sektor makanan dan minuman, prospek industri plastik juga ditopang oleh segmen usaha kecil menengah (UKM) dan perdagangan pasar tradisional. Plastik dinilai menjadi wadah yang higienis, terutama di masa pandemi masyarakat membutuhkan kemasan yang higienis.

Baca  MDKI Siap Masuk Ke Bisnis Mortar Dan PCC. Apa Alasannya & Bagaimana Prospeknya?

Terakhir, di tengah perbaikan harga minyak dunia yang merupakan bahan baku plastik, PBID mengusahakan mendapatkan harga bahan baku yang kompetitif karena perseroan bekerjasama dengan lebih dari 20 pemasok petrokimia dari luar negeri.

Utilitas kapasitas produksi diprediksi dapat dipertahankan di angka 80 persen dari total kapasitas 130.000 ton per tahun. Total kapasitas produksi tersebut meningkat dari tahun lalu 125.000 ton.

2. Sekilas Laporan Keuangan

Tahun 2021 ini PBID melaporkan aset sebesar Rp 2.8 triliun, sedangkan tahun 2020 aset PBID sebesar Rp 2.4 triliun.

Di bagian liabilitas, ada kenaikan sebesar 6% yang rinciannya adalah tahun 2020 liabilitasnya sebesar Rp 492 M dan di tahun 2021 ini sebesar Rp 524 M.

Dari sisi pendapatan, PBID bisa mencapai target yang diinginkan yaitu Rp 4.4 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp 3.8 triliun atau naik sebesar 15%.

Untuk laba tahun berjalan naik sebesar 10% dari Rp 371 M di tahun 2020 menjadi Rp 410 M di tahun 2021.

Jika kita ingin mengulik lebih lanjut, PBID menambah persedian lumayan signifikan karena di tahun 2020 hanya Rp 612 M dan di tahun 2021 menjadi Rp 960 M.

Kita harus menelusuri terkait persediaan ini melalui CLK di poin 7.

Sekadar informasi bahwa banyaknya persediaan itu bermata 2 karena jika memang persediaan itu bisa dijual maka perusahaan akan mendapat pemasukan.

Namun jika persediaan banyak karena memang tidak laku maka ini menjadi warning bagi perusahaan.

PBID menambah persediaan cukup banyak di bagian bahan baku untuk diproduksi. Apa bahan baku untuk plastik? Ya minyak.

Di tengah kenaikan harga minyak dan perang antara Rusia dan Ukraina, PBID telah belanja persediaan di tahun 2021.

Baca  PBID Bagikan Dividen Rp 110/ Lembar. Simak Cumdatenya

3. Kinerja Saham

Berbeda dengan kinerja sahamnya yang stabil meningkat. Kinerja saham PBID relatif sideway. Terbukti di tanggal 22 Maret 2021 harganya di kisaran Rp 1580 dan per tanggal 21 Maret 2022 harganya hanya naik 5% menjadi Rp 1665.

Walopun begitu sebenarnya PBID pernah naik di atas Rp 2000an lho.

Dengan melihat kinerja yang sideway menurut saya malah menjadi kesempatan untuk akumulasi.

4. Rasio-Rasio Penting

Harga : 1665 (harga penutupan tanggal 21/03/2022)

EPS : 219 (annualized)

Book Value : 1211 (annualized)

Harga Wajar : 2443 (Graham Number)

MOS : 47%

PER : 7.61

PBV : 1.37

GPM : 19.80

NPM : 9.24

ROE : 18.07

5. Analisa InveStory ID

Jika menggunakan EPS 219 dan Book Value 1211 maka harga wajar saham PBID menurut Graham Number sebesar 2443 berbanding dengan harga sekarang 1665.

Artinya PBID masih undervalue dengan MOS 47%.

Kesimpulan menggunakan harga Rp 1665 berdasar Laporan Keuangan Full Tahun 2021

Value investing : PBID cocok masuk sebagai saham value stock

Growth investing : Dengan melihat kinerja EPS 3 tahun terakhir, PBID cocok menjadi saham growth stock.

Dividen investing : PBID belum layak dijadikan saham dividen stock.

Namun jika kita membeli dengan harga yang murah dan bersedia menunggu minimal 5 tahun maka dividennya baru terasa seperti SIDO.

Core investing : PBID tidak cocok menjadi saham core stock. Namun produk yang benar-benar dipakai masyarakat bisa menjadi pembeda dan jika kita bersedia menunggu maka PBID bisa dijadikan watchlist untuk core stock.

Mau Konsultasi Saham Online Dengan GRATIS?

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Sumber :

Baca  Rekomendasi Saham Hari Ini Sektor Sawit per 20 Maret 2022 & LK Tahunan 2021

1. https://investasi.kontan.co.id/

2. https://ekonomi.bisnis.com/

(Sudah dibaca 784 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini