Part 1 : Mengenal LEBIH DEKAT Dengan REKSADANA

Sebelum jauh mengenal saham, saya memulai “pura-pura” investasi dengan membeli reksadana. Kok pura-pura? Iya karena saat membeli tidak tau apa itu reksadana, bagaimana mekanisme reksadana sampai sebaiknya berapa lama untuk menahan reksadana.

Sekadar cerita terlebih dahulu biar kalian tau ya

Saya mulai membeli reksadana sekitar tahun 2012 karena membaca tentang berinvestasi reksadana lebih baik dibanding menabung. Memang benar sih kalo reksadana itu bisa lebih baik dibanding hanya sekadar menaruh uangnya di bank tapi asal tau ilmunya.

Tetapi saat itu benar-benar tidak memahami sama sekali konsepnya.

Waktu itu saya membeli reksadana menggunakan Commonwealth Bank. Setelah mendaftar barulah diarahkan untuk membeli reksadana SESUAI PROFIL.

Setelah itu saya membeli 3 reksadana dengan cara topup tiap bulan. Semua berjalan sesuai rencana dan saya memiliki instrumen untuk berinvestasi.

Tetapi problem mulai muncul karena baru beberapa bulan mulai sering mengecek reksadana tersebut apakah ada kenaikan atau penurunan.

Wah naik 1%, wah turun 1%. Untungnya tidak ada rasa panik karena memang tidak tau..hehehe

Lanjut ya… Eh beberapa bulan kemudian ternyata uang yang di reksadana tersebut mau digunakan untuk kepentingan mendesak dan akhirnya apa? Dijual semua dengan sedikit kerugian. Selesai.

Tidak memahami konsep sehingga tidak tau plannya dan akhirnya rugi.

Dari 2012 sampai 2017 saya vakum membahas investasi karena uang yang ada digunakan untuk membangun startup. Dan barulah di tahun 2017 saya mulai mengenal bareksa dan mulai lagi untuk mendaftar dan kemudian topup.

Di tahun 2017 ini saya mulai paham konsep reksadana namun hanya kecil sebatas topup rutin dan digunakan untuk investasi jangka panjang.

Tentang apa itu kelebihan reksadana, kelemahan reksadana, NAB, NAV, prospektus, dana kelolaan, hingga portofolio investasi sama sekali tidak paham.

Yang dijadikan pertimbangan hanyalah kenaikan persentase dan bintang yang ada di tabel dari Bareksa. Terima kasih Bareksa karena menyediakan tools yang sangat baik bagi pemula

Sumber : https://www.bareksa.com/id/data/reksadana/daftar/?view=performance&trans=2&type=3&aum_value=500&date=29-07-2021

Yang dilingkari adalah 2 hal yang saya lihat saat mencari reksadana. Dan Sucorinvest Sharia Equity Fund merupakan reksadana pertama yang saya beli dengan metode tersebut.

Sudah benarkah cara investasinya? Jelas belum.

Memahami sebelum membeli adalah kunci

Karena ternyata baru 1 tahun, uang yang saya gunakan untuk membeli reksadana akan digunakan untuk kebutuhan lain sehingga reksadana yang ada kembali dijual. Selesai.

Nah itu cerita tentang proses mengenal reksadana dan kali ini saya akan membantu teman-teman pemula untuk berinvestasi reksadana secara komplit dimulai dari kenalan dulu dengan reksadana, plan, tujuan hingga cara memilih reksadana yang disesuaikan dengan profilnya. Semua bisa diikuti InveStory Reksadana

Stay tune ya karena harus pelan-pelan.

Ingin Diskusi Tentang Investasi Reksadana?

DAFTAR ISI ARTIKEL

A. Pengertian Reksadana

B. Elemen Utama Reksadana

  • Manajer Investasi
  • Produk Manajer Investasi (nama reksadananya)
  • Portofolio dari produk reksadana
  • Agen Penjual Efek Reksadana (APERD)
  • Bank Kustodian

A. Pengertian Reksadana

Mau tidak mau kita harus masuk dari pengertian reksadana.

Namun sebelum masuk ke pengertian reksadana perlu diketahui bahwa reksadana dibuat sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal baik besar maupun kecil, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas.

Mengutip dari web IDX disebutkan bahwa menurut Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27) didefinisikan sebagai berikut Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Ada tiga hal yang terkait dari definisi di atas yaitu, Pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal. Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan Ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.

FYI Apa pengertian portofolio efek?

Secara umum Portofolio efek adalah sebutan untuk surat-surat berharga seperti saham, surat utang, reksadana, tanda bukti utang, obligasi, dan yang lainnya.

Nanti jika berhubungan dengan reksadana maka isi dari portofolio efek akan menyesuaikan dengan jenis reksadananya seperti reksadana saham isinya kumpulan dari berbagai saham perusahaan terbuka di Indonesia. Baca di bagian Portofolio dari produk reksadana di bawah ya

Jika kita berinvestasi Reksadana kita harus mengenal elemen berikut

  1. Manajer Investasi
  2. Produk Manajer Investasi (nama reksadananya)
  3. Portofolio dari produk reksadana
  4. Agen Penjual Efek Reksadana (APERD)
  5. Bank Kustodian

Dari kelimanya nanti akan kita bahas satu per satu.

B. Elemen Utama Reksadana

1. Manajer Investasi

  • Pengertian manajer investasi 

Manajer Investasi  bahasa Inggrisnya asset management atau fund manager) adalah manajemen profesional atau perusahaan (berbadan hukum PT) yang telah mendapatkan izin dari pemerintah Indonesia untuk mengelola dana berupa sekuritas atau surat berharga melalui investasi portofolio efek seperti saham, obligasi dan aset lainnya seperti properti dengan tujuan untuk mencapai target investasi yang menguntungkan bagi investor.

  • Tugas manajer investasi 

Tugas dari manajer investasi adalah melakukan analisis keuangan, pemilihan aset, pemilihan saham, implementasi perencanaan serta melakukan pemantauan terhadap investasi.

Saat artikel ini ditulis tanggal 30 Juli 2021, di Indonesia ada 97 manajer investasi.

Sumber : https://reksadana.ojk.go.id/Public/ManajerInvestasiList.aspx

Untuk melihat komplit 97 manajer investasi bisa dilihat di link berikut Manajer Investasi di Indonesia

Manajer investasi ini akan mencoba merangkum berbagai efek yang menurut mereka bagus kemudian menjualnya. Contoh seperti Sucorinvest Sharia Equity Fund merupakan reksadana yang diramu oleh Sucorinvest Asset Management, PT. Detailnya akan dijelaskan di poin no 2 Produk Manajer Investasi

2. Produk Manajer Investasi (Nama produk reksadana)

Setiap Manajer Investasi akan membuat produk-produk reksadana.

Salah satu contoh manajer investasi adalah Sucorinvest Asset Management, PT.

Saat artikel ini ditulis 30 Juli 2021 Sucorinvest mempunyai 54 jenis produk reksadana yang bisa dicek di website milik Bareksa disini

Di bawah ini contoh 10 dari produk Sucorinvest

Sumber : https://www.bareksa.com/id/data/mutualfund/mi/67/sucorinvest-asset-management-pt

Salah satu produk reksadana milik Sucorinvest yang menurut saya bagus adalah Sucorinvest Sharia Equity Fund (Ini hanya pendapat pribadi, kalian bisa menelusuri mana yang cocok)

Kalian bisa cek detailnya di bawah ini.

Sumber : https://www.bareksa.com/id/data/reksadana/482/sucorinvest-sharia-equity-fund
Sumber : https://www.bareksa.com/id/data/reksadana/482/sucorinvest-sharia-equity-fund

3. Portofolio dari produk reksadana

Setiap reksadana yang dibuat oleh manajer investasi mempunyai portofolio yang berbeda-beda.

Ada yang reksadana isinya saham semua

Ada yang reksadana isinya obligasi atau surat utang

Atau ada juga reksadana yang isinya campuran itu semua.

Dari perbedaan isi portofolio inilah nantinya reksadana dibagi menjadi 3 jenis yaitu reksadana pasar uang, reksadana campuran dan reksadana saham. Kita akan membahasnya di artikel selanjutnya ya.

Berikut contoh aja isi reksadana pasar uang dari Reksa Dana Syariah Bahana Likuid Syariah Kelas S

4. Apa itu Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD)?

Mengutip dari web milik Bibit, APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) adalah sebutan untuk institusi atau perusahaan sekuritas yang sudah terdaftar untuk melakukan pemasaran reksa dana dan mengelola investasi yang masuk.

Bentuk dari APERD ini bisa berupa perusahaan Manajer Investasi (MI), Bank, Perusahaan Efek atau Sekuritas atau juga Perusahaan Finansial Teknologi atau disebut Fintech yang saat ini sedang marak.

Kalian bisa mengecek nama-nama APERD di link berikut APERD di Indonesia

APERD yang saya gunakan saat berinvestasi reksadana adalah Bareksa dan Bibit. Bareksa juga saya gunakan untuk rujukan dalam artikel ini.

Dan satu lagi yang kalian harus pahami juga kemana uang kita ditransfer saat membeli Reksadana?

Anggaplah kita memilih Sucorinvest Sharia Equity Fund sebagai reksadana yang akan kita beli dan kita akan membelinya di Bareksa sebagai agen penjualnya, trus uang kita apakah ditransfer ke rekening Sucorinvest atau ke Bareksa?

Tidak. Uang transaksi pembelian reksadana ini akan ditransfer ke Bank Kustodian.

5. Apa pengertian Bank Kustodian?

Berdasarkan Pasal 1 angka 3 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 24/POJK.04/2017 Tahun 2017 tentang Laporan Bank Umum Sebagai Kustodian (“POJK 24/2017”) Bank Kustodian adalah Bank Umum yang telah memperoleh persetujuan OJK untuk melakukan kegiatan usaha sebagai Kustodian.

Fungsi atau tugas Bank Kustodian yaitu bertanggung jawab penuh menyimpan dan menjaga berbagai aset perusahaan investasi secara kolektif. Aset dapat mencakup semua jenis sekuritas termasuk saham atau obligasi, serta aset seperti perhiasan atau barang berharga lainnya.

Jadi masyarakat tak perlu merasa khawatir uang akan disalahgunakan oleh manajer investasi ataupun agen penjual reksa dana.

Kalian bisa mengecek Bank apa saja yang juga menjadi Bank Kustodian disini

Sampai sini sudah paham ya tentang konsep reksadana.

Alurnya sebagai berikut Kita atau Investor memilih produk reksadana yang dibuat oleh Manajer Investasi. Ketika sudah menemukan produk reksadana yang tepat kita membeli melalui Agen Penjual Reksadana. Uang kita ditransfer melalui Bank Kustodian

Contoh praktiknya sebagai berikut

Saya mengunjungi web Bareksa (APERD) kemudian memilih Sucorinvest Sharia Equity Fund (produk reksadana) yang dibuat oleh Sucorinvest Asset Management, PT (Manajer Investasi). Setelah membaca dengan detail kemudian melalui Bareksa saya mentransfer uang sesuai dengan ketentuan ke Bank HSBC sebagai Bank Kustodian.

Sudah paham ya dengan konsep Reksadana? Jika belum kalian bisa konsultasi langsung dengan join di Channel Telegram InveStory

Di Part 2 kami akan membahas lebih dalam tentang apa saja elemen yang ada dalam reksadana seperti NAB, NAV, AUM, Prospektus dll.

Tunggu artikel lanjutan tentang reksadana disini ya InveStory Reksadana

===========================

Baca artikel tentang investasi Emas

Baca artikel tentang investasi Saham

Baca artikel tentang investasi Reksadana

Baca Cerita Investasi Orang Indonesia

Sumber :

1. https://www.idx.co.id/

2. https://www.bareksa.com/

3. https://id.wikipedia.org/wiki/

4. https://artikel.bibit.id/

5. https://www.wartaekonomi.co.id/

6. https://indonesia.go.id/ (Featured Image)

(Sudah dibaca 53 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini