Multi Indocitra Tbk (MICE)

A. Sekilas Perusahaan

Nama perusahaan : PT Multi Indocitra Tbk

Kode Emiten : MICE

Jumlah lembar saham : 600.000.000 lembar / 600 Jt lembar

Sektor/Subsektor : Perdagangan, Jasa & Investasi / Perdagangan Besar Barang Produksi

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

B. Bisnis Perusahaan

Jika membaca laporan tahunan MICE tahun 2020 maka bisnis MICE bisa dikelompokkan menjadi 4 yaitu :

1. Memproduksi peralatan untuk bayi bekerjasama dengan Pigeon Corporation Japan (MEC) dan menjualnya

2. Menjual produk dari brand lain melalui online dan offline

3. Distributor produk dari brand sendiri dan brand perusahaan lain

4. Perusahaan logistik

Namun MICE mengakui bahwa bisnis produksi dan penjualan produk Pigeon masih menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan.

Kabar gembira bagi kita untuk menantikan MICE dari sisi bisnis menjadi distributor dan distribusi serta logistik.

Namun kabar buruknya adalah MICE justru menjual saham PT Pigeon Indonesia ke Pigeon Singapura. Saat saya browsing tidak menemukan alasan mengapa PT Multieloc Cosmetic menjual sahamnya ke Pigeon Singapore Pte. Ltd.

Tetapi jika membaca Laporan Tahunan 2017 disebutkan bahwa dengan Pigeon Singapore Pte. Ltd. menjadi pemegang saham mayoritas di PT Pigeon Indonesia, maka keuntungan yang akan didapatkan adalah potensi kenaikan penjualan ekspor kepada Pigeon Singapore Pte. Ltd. dan pengembangan produk-produk baru yang di produksi di PT Pigeon Indonesia.

Kayak ada yang mengganjal sih…Kan MICE punya cucu usaha yang sudah punya produk bagus bahkan jadi tulang punggung tapi malah berbagi share dan menjadi minoritas di cucu itu…

C. Kompetitor Perusahaan

MICE masuk ke sektor Perdagangan, Jasa & Investasi subsektor Perdagangan Besar Barang Produksi. Namun jika langsung dijadikan kompetitor rasanya juga kurang sesuai.

Ada emiten UCID atau Unicharm tetapi emiten ini justru masuk di sektor yang berbeda dengan MICE.

Ada UNVR tetapi sepertinya bisnis UNVR terlalu luas dan agak susah untuk langsung dicompare dengan MICE.

Jika suatu saat saya menemukan kompetitor yang relatif sama akan saya update.

D. Rasio Perusahaan

1. EPS

EPS jelas menjadi rasio pertama yang harus kita perhatikan.

Jika melihat EPS sepintas maka kita sebenarnya bisa melihat bahwa MICE terkena dampak yang signifikan dengan adanya pandemi covid 19.

Sempat mempunyai EPS di kisarn 50an tiba-tiba hanya bisa menghasilkan EPS 4.

Dan di tahun 2021 ini, MICE kembali ke jalur asli yaitu mempunyai EPS di kisarn 50an (annualized).

2. Book Value

Walapun hanya mengandalkan Pigeon, nyatanya Book Value MICE terus meningkat dan ini pertanda bagus bagi emiten.

3. GPM, NPM

Jika melihat progress dari GPM alias Gross Profit Margin maka bisa dilihat bahwa MICE mempunyai produk yang lumayan mendominasi.

Semakin tinggi GPM artinya produknya menjadi market leader di bidangnya.

Namun jika melihat dari sisi NPM tidak seindah dari GPMnya.

NPM MICE ini selalu tipis hanya 5% artinya kurang bisa menjaga beban-beban yang ada.

Mungkin bisa saja banyak bisnis yang masih bocor sehingga masih merugi. Kita berharap ke depannya NPM MICE bisa meningkat.

4. ROE, DER

Sama seperti NPM, ROE MICE juga relatif mini yaitu hanya di kisaran 5%.

Kabar gembira justru datang dari sisi DER karena DERnya bisa dikendalikan di kisaran 50%. Artinya MICE termasuk perusahaan yang minim hutang.

E. Sekilas Keuangan Perusahaan

Melihat sekilas untuk kinerja perusahaan MICE lumayan menarik.

Di saat ini harga MICE Rp 378 yang artinya market capnya sekitar Rp 226.8M.

Jika kita mengakuisisi MICE dengan uang Rp 226.8M kita akan mendapatkan cash sebesar Rp 49.4Milyar, dengan aset Rp 1T dan hutang sebesar Rp 300Milyar. Menarik sekali.

Ditambah dengan MICE yang bisa menghasilkan pendapatan tahunan Rp 731M (annualized).

F. Info Lap Tahunan, Lap Keuangan dan Pubex

Saat membaca Lap Tahunan 2020 sempat agak kaget karena sampe ada 400 halaman. Namun setelah membaca satu per satu ternyata lebih banyak pengulangan cerita seperti cerita dari tahun-tahun sebelumnya sampai cerita berulang tentang bisnisnya.

Yang menjadi fokus saya di Lap Tahunan 2020 ada 2 hal yaitu :

1. MICE yang menjadi distributor dari brand sendiri dan brand perusahaan lain

Ceritanya lumayan banyak dan seperti diulang-ulang.

2. Tidak dijelaskan berapa persentase pendapatan dari distribusi ini.

Yang ada hanya keterangan penjualan bersih dari perdagangan dan industri saja.

Padaha jika ada keterangan lebih lanjut kita bisa ikut memonitor progress dari bisnis distribusi dan logistik ini.

Saat melihat pemilik saham di aplikasi RTI ada nama Pak Sukarto Bujung.

Beliau memiliki saham 10% atau tepatnya 10.59%. Sempat bertanya-tanya ada apa sehingga beliau membeli saham MICE ini?

Akhirnya saya telusuri pelan-pelan dan sebenarnya beliau memang sudah berinvestasi saham sejak tahun 1996 dan alasan beliau membeli saham MICE ini karena beliau tau produk MICE yaitu Pigeon dan emitennya juga membagikan dividen.

Namun kejutan terjadi karena ternyata MICE di tahun 2021 menjadi perusahaan distributor dari perusahaan milik pak Sukarto Bujung yaitu HOKI.

Kalian bisa membacanya di pubex MICE tahun 2021

Selain HOKI, ada brand Mustika Ratu yang juga mempercayakan distribusinya ke MICE.

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

G. Catatan

Dalam Laporan Tahunan 2020 disebutkan bahwa penjualan pigeon masih menjadi tulang punggung pendapatan dari MICE, tetapi ketika ditelusuri tidak ada keterangan berapa persentasenya.

Dengan mengetahui persentase penjualan pigeon ini dibanding dengan bisnis MICE seperti menjadi distributor dan menjadi operator distribusi kita bisa melihat arah bisnis dari MICE sendiri.

Agak simalakama bagi kita melihat MICE ini berbisnis di luar core bisnisnya yaitu menjual produk bayi.

Ada opsi bagus jika memang ternyata bisnis distribusi ini bisa menjadi sumber pendapatan tambahan.

Namun jika ternyata bisnis distribusi ini gagal maka MICE bisa merugi dobel.

Tapi saya yakin bisnis distribusi ini akan memberikan dampak di kemudian hari karena melihat jangkauan dari produk Pigeon yang bisa merata seluruh Indonesia.

Kabar kurang menyenangkan berikutnya adalah adanya floating loss sebesar Rp 7Milyar (mengacu pada LK Q3 Tahun 2021) dari investasi di saham MDLN. Dan saat artikel ini ditulis tanggal 07 November 2021, MDLN masih disuspend.

Jika ditelurusi lebih lanjut MDLN ini dimiliki oleh keluarga Honoris (masih kerabat dengan Direktur Utama yaitu Anthony Honoris).

Memang sih kalo nantinya MDLN bisa berbalik arah menjadi cuan dan sahamnya direalisasikan maka lumayan akan ada tambahan uang cash.

Hal yang mungkin kurang meyakinkan lagi adalah kemungkinan adanya realisasi yang meleset dari target tahun 2021.

Di Laporan Tahunan 2020 disebutkan bahwa target penjualan bersih untuk Tahun 2021 sebesar Rp 828 Milyar dan sampai di Q3 tahun 2021 penjualan bersih baru Rp 548Milyar.

H. Rasio Penting

Harga : 380 (harga penutupan tanggal 08/11/2021)

EPS : 52 (annualized)

Book Value : 1170

Harga Wajar : 1170 (Graham Number)

MOS : 208%

PER : 7.2X

PBV : 0.3X

GPM : 54.05%

NPM : 4.30%

DIV YIELD : 1.05%

DER : 48.66%

EV/EBITDA : 7.4 (Q3 2021)

I. Titik Beli & Titik Jual

EPS : 52 annualized

Book Value : 1170

Harga Wajar : Rp 1170

Harga saat ini : Rp 380

MOS : 208%

Titik Beli :

Dengan target MOS 200% maka maksimal pembelian di harga Rp 390 dan saat ini harganya masih di Rp 380.

Titik Jual :

Jika menginginkan MOS 210% maka bisa dijual jika sudah menyentuh harga Rp 1170. Namun jika ingin aman saja dengan keuntungan 20% saja maka bisa dijual jika sudah menyentuh harga Rp 460 dengan maksimal harga pembelian Rp 380.

J. Kesimpulan

Type : Value investing

MICE termasuk bukan perusahaan fantastis yang dihargai murah oleh market.

Menurut saya MICE ini hanya berkategori fundamental biasa yang berpotensi bagus yang masih undervalue. Kalian bisa membeli atau mencari saham lain yang seharusnya memiliki kinerja jauh lebih bagus dibanding MICE.

Sumber :

1. https://www.mic.co.id/

2. http://lembarsaham.com/

(Sudah dibaca 17 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini