Modal Saya Kecil, Bagaimana Langkah Investasi Saham Yang Tepat?

Indonesia boleh dikata sedang mengalami banjir investor baru.

Data di media menunjukkan ada pertumbuhan yang signifikan dari penambahan jumlah investor ini. Yang menarik adalah penambahan jumlah investor justru terjadi sejak adanya pandemi covid 19.

Tahun 2020 jumlah single investor identification (SID) baru hanya bertambah sebanyak 590.658 SID. Dan tahun 2021 sampai bulan Agustus sudah bertambah sebanyak 1juta orang sehingga total investor 6.100.525 (untuk investor saham sebanyak 2.697.832)

Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/jumlah-investor-pasar-modal-meningkat-pesat-selama-periode-januari-agustus-2021

Entah apa penyebabnya.

Mungkin karena memang banyak waktu luang, ikut-ikut hype atau malah karena memang diPHK dari pekerjaannya sehingga membutuhkan tempat untuk mencari uang (Ini pengalaman pribadi saya yang pernah dicurhati oleh seseorang yang baru di PHK dan mendapat uang pesangon sekitar 3juta. Uang tersebut dibelikan saham gorengan dan kabar buruknya adalah dia beli di pucuk.)

Menurut Pak Teguh Hidayat di web Kontan, kenaikan jumlah investor merupakan faktor kondisi pandemi sebab selama pandemi pergerakan masyarakat dibatasi sehingga dalam sehari-hari penggunaan media sosial meningkat dengan tajam dan di waktu yang sama, banyak perusahaan sekuritas juga memanfaatkan media sosial dalam menjaring nasabah.

Namun pertanyaannya adalah apakah para investor baru ini sudah belajar dan semua menggunakan uang besar?

Saya tidak yakin dengan jawaban saya tetapi sepertinya kebanyakan adalah investor pemula dengan modal yang tidak besar.

Pemula disini saya artikan belum berpengalaman dalam investasi dan memang sama sekali belum mempunyai ilmu. Inginnya memang learning by doing.

Tidak besar disini dibuat gampangnya yaitu modal kurang dari 50juta. Bahkan jika kita menjelajah di grup-grup facebook maka kita bisa tau kebanyakan modalnya di bawah 10juta.

Tidak ada yang salah dengan modal kecil. Modal kecil jika kita rajin topup dan tekun belajar tetaplah bisa menjadi besar. Yang SALAH adalah

  1. sudah mempunyai modal kecil,
  2. tidak belajar
  3. dan pengen cepat kaya.

Hasilnya  uang kalian cepat atau lambat akan habis dan berpindah ke orang-orang yang memang mempunyai ilmu dan kesabaran.

Dengan melihat fakta yang ada, saya terbersit untuk menuliskan artikel ini sebagai pedoman bagi teman-teman bahwa modal kecil tidak masalah asalkan mempunyai hal-hal berikut di bawah ini.

Yang perlu diketahui juga bahwa ternyata mempunyai modal kecil di awal juga ada keuntungannya lho

1. Kalo ternyata salah analisa lossnya masih sedikit dan bisa ditoleransi

2. Ada kesempatan untuk learning by doing semisal membeli 1 lot saja dulu sambil belajar

3. “Dipaksa” untuk bersabar.

Ini pengalaman pribadi bahwa mempunyai uang yang cukup di RDN akan membuat kita grasa grusu dan pengen belanja-belanja saham.

Berbeda dengan modalnya sedikit. Kita dituntut untuk lebih jeli dalam analisa karena modalnya hanya sedikit..

Sekadar informasi saja bahwa saya juga memulai dengan modal kecil di tahun 2018 (500rb) dan rutin topup.

1. Belajar dan bersabar

Kalian harus rutin untuk belajar dan mencari ilmu yang disesuaikan dengan profil kita mau menjadi trading atau investing.

Karena web saya khusus untuk investing jelas bahwa kalian bisa belajar dari web saya sesuai dengan panduan yang sudah saya buat disini (Ikuti saja panduannya step by step, insyaallah bisa cuan)

Selain ilmu ada hal yang sangat-sangat penting yaitu sabar.

Kalian wajib sabar dan memberikan waktu bagi emiten untuk menunjukkan kinerjanya karena dengan kinerja perusahaan maka harga saham akan naik dan saat itulah kita bisa disebut cuan dari saham. Baca artikel di bawah ini

Kinerja Perusahaan Merupakan Story Terbaik Untuk Menaik Turunkan Harga Saham

Sabar ini bahkan jauh lebih PENTING dibanding ilmu. Kok bisa? Ya karena tanpa ilmu kalian bisa aja mendapat saham yang bagus dengan cara mengikuti rekomendasi suatu grup atau hasil diskusi di grup-grup atau bisa mengintip stockpick dari para master investing yang senang membagikan ilmunya.

Tetapi beda dengan sabar. Sabar adalah apa yang ada dari dalam diri kita.

Kita tidak bisa belajar tentang sabar terus otomatis kita menjadi orang sabar.

Sama sahamnya tetapi beda sabarnya hasilnya akan jauh berbeda dan saya sudah membuktikan sendiri dengan klien saya.

2. Beli saham yang fundamental bagus atau istimewa dan harganya murah

Langkah yang kedua setelah kita mempunyai ilmu adalah kita pasti bisa menemukan saham yang kualitasnya bagus bahkan istimewa.

Tapi biar lebih gampang akan saya berikan beberapa rasio yang bisa digunakan bagi teman-teman pemula untuk menemukan saham yang memiliki fundamental istimewa.

Rasio tersebut adalah

  • EPS terus meningkat
  • Book value terus meningkat
  • GPM dan NPM stabil
  • ROE stabil
  • DER terus menurun atau stabil
  • Dividen terus meningkat

Cara mencari pemahaman rasio-rasio di atas bisa dibaca di artikel berikut

5 JURUS SEDERHANA Cara Memilih Saham Menggunakan Analisa Value Investing + Contoh Sahamnya (DIJAMIN BISA)

Berikutnya adalah harga sahamnya HARUS MURAH secara nominal bukan secara value.

Dalam bursa saham ada harga saham dan ada harga wajar saham.

Harga saham adalah harga yang bisa kita lihat langsung seperti di bawah ini

Disitu tertulis contoh saham DCII mempunyai harga saham 46000, Gudang Garam 34600.

Terus bagaimana dengan harga wajar saham?

Harga wajar adalah harga perusahaan berdasar book value dan epsnya.

Contoh saham di atas misal saham DCII yang memiliki harga saham 46000 dan memiliki harga wajar 927. (Cara menghitung harga wajar menggunakan kalkulator bisa dicoba disini)

Kita sebagai pemula sebaiknya gimana?

a. Memilih saham yang harga sahamnya dibawah 1000 atau kalo bisa dibawah 500 per lembar

b. Kalo sudah mempunyai ilmu maka carilah saham yang harganya di bawah 1000 dan masih di bawah harga wajarnya

Paham kan?

Kalo belum kalian bisa klik di bawah ini untuk konsultasi

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

Contoh saham fundamental istimewa yang memiliki harga saham di bawah 1000 yaitu SIDO. Tetapi SIDO ini sudah di atas harga wajarnya. (Saat artikel ditulis SIDO berada di harga 775 dan harga wajar SIDO Rp 295 dengan EPS 38, Book value 102)

Contoh saham fundamental bagus yang memiliki harga saham di bawah 1000 yaitu SPTO dan SPTO ini masih berada di bawah harga wajarnya. (Harga SPTO saat artikel ini ditulis 610 dan harga wajarnya 844 dengan catatan EPS 67, Book value 472)

3. Fokus mencari tambahan modal di real life

Konsep ini dulu pertama saya baca di grup Value Stock milik Pak Roy. Kalian bisa search di telegram nama grupnya.

Jika modal kalian masih kecil maka jangan jadikan investasi saham ini sebagai fokus utama. Jadikan saham hanya sebagai instrumen untuk menambah aset selayaknya menabung di bank yang mendapat bunga.

Kalian tidak mungkin kan mengecek jumlah tabungan dan bunga banknya setiap hari.

Fokuslah untuk mencari tambahan modal untuk digunakan top up rutin.

Terus kalo tidak dipantau nanti turun gimana? Ya sudah tidak apa-apa asalkan kalian memilih saham sesuai poin no 1 dan 2 di atas saya jamin aman.

Jangan sampai sudah modal kecil, tiap menit dipantau, kehidupan di real life kacau apalagi saat harga sahamnya turun malah jadi panik, tidak bisa tidur bahkan jadi stres.

4. Jangan bermimpi cepat kaya tetapi tujuannya untuk menambah aset di tahun tertentu

Inilah yang kadang menjadi penyebab utama orang akhirnya tidak berpikir rasional di bursa saham.

Ketika mempunyai keinginan kaya di bursa saham itu tidak masalah. YANG MASALAH adalah ingin CEPAT KAYA padahal MODALNYA SEDIKIT.

Saat kita ingin cepat kaya di bursa saham maka pikiran kita tidak rasional contohnya seperti ini

  • Membeli saham fundamental bagus eh ternyata harga sahamnya tidak bergerak
  • Ada emiten yang fundamentalnya buruk namun ternyata sahamnya bergerak kencang ke atas
  • Akhirnya ada keinginan untuk menjual saham yang fundamental bagus dan membeli saham antah berantah di harga pucuk
  • Karena beli di harga pucuk ternyata setelah dibeli bukannya terbang malah merosot.
  • Khawatir terus merosot akhirnya saham antah berantah itu dijual rugi karena khawatir semakin turun

Padahal kalo sudah membeli saham fundamental bagus kemudian bersabar kemudian kembali ke kehidupan nyata untuk mencari tambahan modal maka perusahaan yang sudah kita beli justru ada potensi naik.

Anggap saja saham ini seperti tabungan yang digunakan untuk menambah aset bukan sarana untuk menjadi cepat kaya.

Itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan bagi teman-teman yang masih memiliki modal minim.

Kalo masih bingung dengan penjelasan di atas kalian bisa klik link berikut untuk konsultasi

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

Sumber :

1. https://www.liputan6.com/

(Sudah dibaca 326 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini