Mengenal Gross Profit Margin, Operating Profit Margin Dan Net Profit Margin

profit margin

Artikel kali ini akan membahas tentang hal yang menjadi tujuan suatu perusahaan didirikan yaitu mendapatkan keuntungan. Keuntungan atau profit ini ada 3 yaitu

A. Gross Profit Margin (GPM)

B. Operating Profit Margin (OPM)

C. Net Profit Margin (NPM)

Dengan melihat ketiga indikator di atas, kita bisa tau mana perusahaan yang paling profit, dengan catatan emiten yang dibandingkan harus memiliki bisnis yang sama semisal sama-sama batubara atau sama-sama consumer good.

A. Gross Profit Margin (GPM)

1. Pengertian Gross Profit Margin

Gross Profit Margin atau Margin Laba Kotor adalah perbandingan antara laba kotor dengan penjualan atau pendapatan yang ada.

Secara spesifiknya adalah GPM merupakan rasio yang mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, baik itu laba kotor, laba operasi dan laba bersih, terhadap penjualannya dalam periode tertentu.

Sedangkan definisi Gross Profit Margin (GPM) menurut para ahli :

  • Kasmir, GPM adalah margin laba kotor yang menunjukan laba yang relatif terhadap perusahaan, dengan cara penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan. Rasio ini merupakan cara untuk penetapan harga pokok penjualan.”
  • Mamduh dan Halim (2009), GPM adalah kemampuan yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk secara efisien, serta kemampuan untuk menjual produk yang dihasilkannya.
  • Sawir (2009), GPM merupakan ukuran keefektivitasan suatu perusahaan untuk mengendalikan biaya barang atau produksi serta kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan untuk menghasilkan produk secara efisien.
  • Syamsuddin (2009), GPM merupakan persentase dari hasil laba kotor yang dibandingkan dengan hasil penjualan. Kondisi operasi perusahaan ini akan dianggap baik apabila ukuran laba kotor tinggi. Ha tersebut menyatakan bahwa total biaya barang yang dijual lebih rendah dibandingkan dengan harga jualnya. Begitupun sebaliknya, ketika laba kotor yang cenderung rendah akan mempengaruhi operasi perusahaan yang menjadi kurang baik.

Perusahaan yang memiliki margin lebih besar berarti menghasilkan laba lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki margin kecil jika diukur dalam nilai penjualan yang sama.

Tetapi dengan catatan ketika ingin membandingkan GPM antar perusahaan, pilihlah perusahaan yang berada dalam 1 sektor agar hasilnya tidak bias

2. Rumus Gross Profit Margin (GPM)

Nah rumus dari menghitung GPM adalah :

Gross Profit Margin (GPM) = Laba kotor (Gross Profit) / pendapatan Penjualan (Sales Revenue)

Sedangkan rumus untuk menghitung laba kotor adalah

Gross Profit (GP) = Pendapatan Penjualan (Sales Revenue) – Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold)

Penjelasan :

  • Cost of Goods Sold adalah semua dana yang dikeluarkan oleh perusahaan agar dapat memproduksi barang yang dijual atau untuk pendapatan dari barang yang dijual.
  • Sales Revenue merupakan pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan dari hasil penjualan produk dan layanan kepada pelanggannya.

Jadi Gross Profit Margin sangat ditentukan oleh 2 hal yaitu penjualan dan beban pokok penjualan.

Jika penjualan naik dan beban pokok naik maka GPM tetap

Jika penjualan naik dan beban pokok turun maka GPM akan naik

Jika penjualan turun dan beban pokok naik maka GPM turun

3. Contoh Menghitung Gross Profit Margin (GPM)

Saya menggunakan saham EKAD dengan q3 Tahun 2021.

Pendapatan neto/ Pendapatan Penjualan (Sales Revenue) : 448.458.520.190

Beban pokok penjualan/ Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold) : 281.298.842.432

Rumus 1 :

Gross Profit (GP) = Pendapatan Penjualan (Sales Revenue) – Harga Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold)

GP = 448.458.520.190 – 281.298.842.432

GP = 167.159.677.758

Rumus 2 :

Gross Profit Margin (GPM) = Laba kotor (Gross Profit) / pendapatan Penjualan (Sales Revenue)

GPM = 167.159.677.758 / 448.458.520.190

GPM = 3.72

GPM = 3.72 x 100% = 37.2%

Kalian bisa juga melihat GPM ini di aplikasi RTI

4. Manfaat Gross Profit Margin (GPM)

Dengan mengetahui besaran GPM, kita bisa membandingkan GPM antar perusahaan dalam 1 sektor. Dan dengan rasio GPM ini diharapkan kita mengetahui bahwa perusahaan yang memiliki profit margin besar berarti

  • perusahaan tersebut efisien dan produknya lebih menguntungkan dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki profit margin lebih kecil.
  • perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk menjual produknya dengan lebih mahal dengan modal yang sama.

B. Operating Profit Margin (OPM)

1. Pengertian Operating Profit Margin (OPM)

Rasio operating profit margin merupakan salah satu bahasan penting dalam analisis rasio keuangan, khususnya dalam pembahasan rasio profitabilitas selain Gross Profit Margin dan Net Profit Margin.

Operating profit margin adalah ukuran kemampuan perusahaan untuk meningkatkan laba sebelum bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan yang dicapai perusahaan.

Pengertian operating profit margin menurut beberapa ahli :

Sherman (2015), margin laba operasi menunjukkan persentase pendapatan atau penjualan yang tersisa setelah dikurangi harga pokok penjualan dan biaya operasi. Semakin tinggi margin laba operasi perusahaan, semakin andal perusahaan dalam mengendalikan biaya operasi atau mampu mempertahankan margin laba kotor gross profit margin dengan solid.

Brigham & Houston (2013), pengertian rasio margin laba operasi atau operating profit margin adalah rasio keuangan untuk melihat margin operasi perusahaan yaitu dengan membagi pendapatan operasional (EBIT) dengan penjualan sales. Proses pembagian tersebut akan menghasilkan laba operasi per dolar.

Rasio Operating Profit Margin atau OPM ini bisa menggambarkan keuntungan yang murni yang diterima atas setiap penjualan yang dilakukan.

Sederhananya, perhitungan ini menunjukkan persentase pendapatan yang dihasilkan setiap penjualan sebelum membayar bunga dan pajak, tetapi sudah dikurangi biaya variabel produksi, seperti bahan baku dan gaji.

Jika persentase OPM semakin tinggi, maka perusahaan dinilai akan dalam menjalankan operasionalnya.

Perusahaan bisa menggunakan rasio operating profit margin untuk mengukur kemampuan yang dimiliki untuk menghasilkan laba operasi dan penjualan bersih selama periode tertentu.

Marjin operasional ini juga sering digunakan manajer untuk mencari proyek yang paling berkontribusi terhadap keuntungan perusahaan.

2. Rumus Operating Profit Margin (OPM)

OPM = ( Laba Usaha / Penjualan) x 100%

Jadi Operating Profit Margin ditentukan oleh 3 hal yaitu penjualan, beban pokok penjualan dan beban usaha (beban usaha, beban operasi dll)

Jika penjualan naik + beban pokok dan beban usaha naik maka OPM tetap

Jika penjualan naik + beban pokok dan beban usaha turun maka OPM akan naik

Jika penjualan turun + beban pokok dan beban usaha naik maka OPM turun

3. Contoh Menghitung Operating Profit Margin (OPM)

Kita menggunakan rumus yang lebih mudah ya

Laba Usaha = 97.778.156.064

Pendapatan neto/ Pendapatan Penjualan (Sales Revenue) : 448.458.520.190

OPM = (Laba Usaha / Penjualan) x 100%

OPM = ( 97.778.156.064 / 448.458.520.190) x 100%

OPM = 21.8%

Kalian bisa melihat OPM dari EKAD di aplikasi RTI

C. Net Profit Margin (NPM)

1. Pengertian Net Profit Margin (NPM)

Net Profit Margin (NPM) adalah rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari penjualannya.

NPM yang nilainya tinggi, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut telah menetapkan harga produknya dengan benar dan biaya yang digunakan terkontrol dengan baik.

Dalam laporan keuangan atau laporan tahunan laba bersih ini disebut dengan laba tahun berjalan.

2. Rumus Net Profit Margin (NPM)

Net Profit Margin (NPM) = Laba bersih (Net Profit) / pendapatan Penjualan (Sales Revenue)

3. Contoh Menghitung Net Profit Margin (NPM)

Laba bersih (Net Profit) = 84.682.020.346

Pendapatan Penjualan (Sales Revenue) = 448.458.520.190

Net Profit Margin (NPM) = Laba bersih (Net Profit) / pendapatan Penjualan (Sales Revenue)

NPM = 84.682.020.346 / 448.458.520.190 x100%

NPM = 18.8%

Hitungan ini sepertinya agak berbeda dengan yang dicantumkan di aplikasi RTI

Itulah pembahasan tentang gross profit margin, operating profit margin dan net profit margin.

Teman-teman bisa membaca artikel basic lain tentang kondisi suatu perusahaan di bawah ini

Belajar Tentang Debt to Equity, Cash Ratio, Quick Ratio Dan Current Ratio

Sumber :

1. https://id.investing.com/

2. https://analis.co.id/

3. https://rumus.co.id/

4. https://elib.unikom.ac.id/

5. https://www.harmony.co.id/

6. https://www.invesnesia.com/

7. https://www.akseleran.co.id/

8. https://radarinvestor.com/

9. https://rumus.co.id/

10. https://id.investing.com/

(Sudah dibaca 52 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini