Memahami Dividen, 4 Dividen Trap Yang WAJIB Diketahui dan Solusinya

Bagi investor saham ada 2 hal yang diinginkan yaitu capital gain atau kenaikan harga saham dan dividen yang rutin dibagikan oleh perusahaan.

Di artikel kali ini saya akan membahas tentang

  • dividen secara rinci (pengertian, jenis, bentuk, jadwal dll)
  • dividen trapsesuatu yang ternyata sering menipu pemula
  • solusi yang bisa digunakan agar para pemula tidak terjebak dengan dividen trap ini.

Dulu saya sudah pernah menulis di web ITSTIME.ID namun saya tulis secara terpisah dan disini akan saya rangkum menjadi 1 agar lebih mudah dipahami dan akan saya tambahi beberapa hal sehingga membuat teman-teman disini semakin paham tentang dividen.

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

A. Mengenal Dividen

1. Pengertian 

Tentu saja sebelum membahas lebih lanjut tentang dividen, kita harus memulai dengan pengertian dividen.

Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada para pemegang saham yang tercatat berdasarkan banyaknya jumlah saham yang dimiliki. Keputusan pembagian dividen ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan persetujuan direksi.

2. Jenis dividen

Jenis pembagian dividen ini ada 2 yaitu dividen interim dan dividen final. Dividen interim adalah pembagian dividen sementara yang dibagikan sebelum tahun buku berakhir sedangkan dividen final dibagikan setelah tutup buku. Jika sebelumnya perusahaan membagikan dividen interim, maka jumlah dividen final yang dibayarkan akan dikurangi jumlah dividen interim.

Tapi, jika setelah tahun buku berakhir, ternyata perusahaan merugi, maka pemegang saham harus mengembalikan dividen interim yang sudah diterima.

3. Bentuk dividen yang dibagikan

Umumnya pemula mengetahui tentang dividen ini dalam bentuk cash, padahal ada bentuk lain yaitu

1. Pembayaran dividen dalam bentuk tunai (cash dividen). Jumlah dividen yang diterima pemegang saham sesuai jumlah saham yang dimiliki.

2. Pembayaran dividen dalam bentuk saham (stock dividen). Artinya pemegang saham akan diberi tambahan saham sebagai pengganti cash dividen. Saham yang diterima sebagai dividen bisa berbentuk saham yang sama dengan yang dimiliki atau saham jenis yang lain.

4. Tanggal penting dividen

Hal lain yang perlu diketahui tentang dividen ini adalah tentang tanggal jadwal pembagian dividen. Ada 4 tanggal yang perlu diperhatikan yaitu

a. Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi

b. Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi

c. Tanggal Pencatatan (Recording Date)

d. Tanggal Pembayaran Dividen Tunai

Masing-masing akan saya bahas di bawah ini ya

a. Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi

Dividen tunai dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham perseroan. Agar bisa masuk dalam Daftar Pemegang Saham dan berhak menerima dividen, investor harus memegang saham hingga periode cum-date berakhir.

Cum date adalah tanggal terakhir perdagangan saham di bursa yang masih melekat hak untuk mendapatkan dividen. Investor yang membeli saham pada tanggal cum-date juga berhak menerima dividen.

Pasar Reguler (Regular Board)

Pasar Reguler adalah jenis pasar yang digunakan untuk transaksi saham sehari-hari.

Transaksi saham di pasar reguler menggunakan mekanisme tawar menawar yang berlangsung secara terus menerus selama periode perdagangan.

Mekanisme penyelesaian transaksi di pasar reguler menggunakan standar T+2 (2 hari bursa setelah transaksi). Dimana uang pembelian atau penjualan saham ditagihkan pada 2 hari bursa setelah transaksi)

Pasar Negosiasi (Negotiated Board)

Pasar Negosiasi adalah jenis pasar yang transaksi sahamnya tidak seperti proses yang umum. Mekanismenya juga tawar menawar tetapi tidak dilakukan di Bursa Efek Indonesia.

Tawar menawar harga dilakukan secara pribadi, tetapi tetap dalam pengawasan bursa. Hasil negosiasi harus disepakati oleh bursa. Satuan perdagangan di pasar negosiasi menggunakan satuan lembar bukan lot.

Investor umumnya melaksanakan transaksi saham di pasar nego dengan tiga tujuan.

  • Pertama, menjual atau membeli saham dengan fraksi harga yang berbeda dengan fraksi di pasar reguler.
  • Kedua, menjual atau membeli saham odd lot (jumlah saham di bawah standar 1 lot/100 lembar saham).
  • Ketiga, menjual atau membeli saham tidur atau saham gocap (saham-saham yang jatuh ke ambang harga saham terendah IDX pada level Rp50).

Pasar nego ini sangat unik. Transaksi di pasar negosiasi merupakan solusi jitu bagi investor yang ingin melego saham nyangkut berstatus gocap. Namun, cara menjual dan membeli saham di pasar negosiasi tidaklah sama dengan transaksi di pasar lain. Cara transaksi saham di pasar negosiasi terbagi menjadi dua. Pertama, transaksi pasar nego via platform trading saham. Kedua, transaksi pasar nego via broker.

Kenapa saya membahas tentang pasar reguler dan pasar nego? Karena dalam pembagian dividen ada tanggal untuk pasar reguler dan pasar nego.

b. Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi

Ex-date adalah tanggal perdagangan saham di mana sudah tidak melekat lagi hak untuk memperoleh dividen.

Tanggal ex-date selalu satu hari kerja bursa setelah tanggal cum-date. Dengan kata lain, ex-date adalah hari pertama di mana hak atas kepemilikan saham sudah kedaluwarsa.

c. Tanggal Pencatatan (Recording Date)

Recording date atau tanggal pencatatan adalah hari ketika perusahaan mencatat siapa saja investor yang berhak menerima dividen.

Investor yang telah membeli saham hingga cum date akan masuk dalam Daftar Pemegang Saham perseroan dan akan menerima dividen yang telah ditentukan.

d. Tanggal Pembayaran Dividen Tunai

Tanggal yang paling ditunggu-tunggu oleh pemegang saham tentu saja payment date atau tanggal pembayaran.

Pada tanggal ini, perusahaan membagikan dividen sesuai porsi saham yang dimiliki oleh investor.

Kemanakah uang dividen masuk? Uang dividen akan otomatis ke Rekening Dana Nasabah bukan ke rekening pribadi dan waktunya tergantung masing-masing dari sekuritas. Ada yang justru sehari sebelum payment date sudah dibagikan, ada yang sekitar jam 9 pada hari payment date dan ada yang sore.

5. Perhitungan dalam dividen

Tiga cara perhitungan dividen adalah sebagai berikut.

a. Dividend payout ratio (DPR)

Dividend payout ratio (DPR) adalah perhitungan rasio yang didasarkan pada seberapa banyak laba perusahaan yang dibagi menjadi dividen bagi para pemegang saham.

Sebagai contoh, perusahaan AYAM mendapatkan laba bersih sebesar Rp1 miliar. Kemudian, perusahaan menetapkan akan membagikan dividen sebesar 50% dari total laba bersih.

Berarti, total dividen yang akan dibagikan oleh perusahaan AYAM berdasarkan DPR adalah Rp500 juta.

DPR ini bisa dilihat di aplikasi RTI di bagian Key Statictic

Angka persentase 28,85%, 33,02% dan 33,58% merupakan DPR dari emiten EKAD.

b. Dividend per share (DPS)

Perhitungan dividen selanjutnya adalah dividend per share (DPS) atau dividen perlembar saham.

Pada perhitungan ini, perusahaan menghitung nilai dividen berdasarkan total jumlah saham yang beredar.

Misalnya, perusahaan AYAM memutuskan untuk membagikan dividen dengan total Rp100 juta.

Sementara itu, jumlah saham perusahaan yang beredar adalah 1 juta lembar.

Maka, DPS yang diterima pemegang saham adalah Rp100 juta/1 juta = Rp100/lembar.

c. Dividend yield

Dividen yield adalah adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur keuntungan yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham.

Rumus menghitungnya dividen per saham dibagi harga saham saat ini dikali 100%

Sebagai contoh, perusahaan AYAM membagikan dividen dengan nilai Rp100/lembar.

Harga saham perusahaan AYAM pada tanggal penutupan adalah Rp1.000.

Perhitungan dividen yield-nya adalah 100/1.000×100%=10%.

Maka, dividen yield perusahaan AYAM adalah 10%.

6. Dividen Trap dan Solusinya

Saya sudah beberapa kali mengalami dividen trap dan kali ini akan saya bagikan apa saja model-model dividen trap dan solusi menghadapinya.

Dividen trap adalah jebakan yang terjadi dalam proses pembagian dividen.

Ada yang dividennya besar namun setelah hari cumdate penurunan harga sahamnya lebih besar dibanding jumlah dividen yang dibagikan.

Ada 5 dividen trap yang saya himpun dan bisa saja ke depan akan ada penambahan.

a. Tinggalkan Metode “HANYA” Melihat Dividen Yield Saham

Dividen yield adalah adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur keuntungan yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham.

Rumus menghitungnya dividen per saham dibagi harga saham saat ini dikali 100%.

Contohnya sudah ada ya di atas. Nah kali ini saya akan bercerita tentang para dividen hunter yaitu para investor yang memang mengincar dividen sebagai alasan utama untuk membeli suatu saham yang dikarenakan dividen yang besar yang dibagikan kepada para investor.

Mereka akan mencari saham yang memiliki dividen yield lebih besar dibanding deposito atau obligasi. Kebanyakan deposito berada di kisaran 5% per tahun sedangkan obligasi sekitar 8%.

Namun ada kelemahan yang WAJIB kalian perhatikan saat membeli saham untuk mengejar dividen tetapi dengan melihat dividen yieldnya.

Dividen yield adalah dividen per saham dibagi dengan harga saham. Yang menjadi kelemahan adalah harga saham selalu fluktuatif bahkan akan menjadi lebih mahal saat :

  1. Sudah ada pengumuman akan dibagikan dividen
  2. Dividen yang dibagikan besar

Contoh kasus pernah saya alami di saham MFMI yaitu saat membagikan dividen jumbo sekitar Rp 132 dengan harga saham MFMI sebesar Rp 605 sehingga dividen yieldnya 21% (Dividen dibagi harga saham dikali 100%).

Namun karena kenaikan harga di saat mau cumdate membuat harganya yang Rp 605 menjadi Rp 1055 dan div yieldnya hanya tersisa 12%.

Solusinya :

Cukup dengan melihat harga rata-rata dividen yang dibagikan selama 3 atau 5 tahun terakhir dan beli saham tersebut jauh-jauh hari sebelum adanya pengumuman pembagian dividen.

b. Perhatikan jumlah besaran dividen yang akan diterima dan darimana uang yang digunakan oleh perusahaan untuk membayar dividen tersebut

Sebagian besar dividen didapat dari laba perusahaan di tahun sebelumnya semisal dividen tahun 2021 itu berasal tahun 2020.

Namun ternyata ada juga perusahaan yang membagikan dividen karena menjual aset di tahun sebelumnya dan itulah yang saya alami.

Di tahun 2019 saya membaca tentang emiten MERK yang akan membagikan dividen dengan sangat-sangat jumbo yaitu sekitar Rp 3000 (kemudian direvisi menjadi hanya Rp 2400an. Tetap besar sih dibanding dengan kondisi perusahaan dan harga sahamnya).

Sumber : https://market.bisnis.com/read/20190502/192/917882/merck-merk-tetapkan-dividen-interim-rp-2.565-per-saham-sebagai-dividen-final

Saat itu saya langsung ikut membeli tanpa antri tetapi langsung Hajar Kanan. Saya akhirnya mendapat sahamnya di sekitar Rp 6000 dan mendapat dividen 2400an.

Namun ternyata setelah terus belajar baru tau kalo dividen jumbo MERK itu bukanlah dari laba tetapi dari menjual aset yang artinya dividen jumbo ini hanya sekali dan tidak akan berulang di tahun-tahun mendatang.

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/3803399/merck-jual-unit-usaha-consumer-health-kepada-procter-and-gamble

Solusinya :

Selalu perhatikan darimana uang hasil dividen itu dengan memperhatikan EPS di aplikasi RTI dan media apakah ada corporate action dari perusahaan seperti menjual aset.

Perhatikan yang ada di dalam kotak biru. Itulah momen dimana MERK menjual asetnya sehingga EPSnya terbang sangat tinggi.

Dan ternyata momen dividen jumbo karena penjualan aset terjadi lagi di saham MFMI. Dan di momen ini saya berhasil keluar dengan cuan 80%.

Ceritanya adalah saat saya mencari saham-saham yang berfundamental bagus saya menemukan saham MFMI.

Saya langsung membeli dan tidak berapa lama ada info bahwa MFMI ini menjual gudangnya dan uangnya dibagikan sebagai dividen.

Sumber : https://investasi.kontan.co.id/news/multifiling-mitra-indonesia-mfmi-bagikan-dividen-dengan-yield-21-ini-jadwalnya

Saat ada pengumuman MFMI akan membagikan dividen jumbo harganya terus merangkak naik dan akhirnya 2 hari sebelum cumdate saya jual.

Harga MFMI sempat naik sampai harga Rp 1000 kemudian turun lagi ke angka Rp 500an.

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

c. Jangan “Kabur” Saat Exdate

Kalian pasti sudah membaca dan memahami tentang exdate ya.

Exdate adalah hari pertama dimana kamu sebagai investor sudah tidak mempunyai hak untuk mendapat dividen.

Dan yang diakali disini adalah menjual saat exdate dengan harapan akan turun hanya 7%.

Dividen trap ini sebenarnya juga dikarenakan adanya aturan dari BEI yaitu penurunan harga saham dalam 1 hari maksimal hanya 7%. Aturan ini mulai diberlakukan tanggal 13 Maret 2020. Beritanya bisa dibaca disini

Dan inilah salah satu ceritanya.

PTBA tahun 2020 mengumumkan akan memberikan dividen sebesar Rp 326 dan saat pengumuman harga sahamnya sekitar Rp 2330, artinya dividen yieldnya mencapai 13,53%.

Ini jadwal lengkapnya yang ITSTIME.ID kutip dari tagar.id

1. Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi pada 18 Juni 2020;

2. Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi pada 19 Juni 2020;

3. Tanggal Pencatatan (Recording Date) pada 22 Juni 2020;

4. Tanggal Pembayaran Dividen Tunai pada 10 Juli 2020;

Dengan melihat jadwal tersebut investor yang akan mendapat dividen adalah yang memegang saham PTBA sampai tanggal 18 Juni 2020 jam 15.00.

Dengan adanya batas penurunan maksimal 7% akhirnya banyak investor pemula yang menggunakan strategi seperti ini

“Mereka tetap membeli saham PTBA di cumdate dengan harapan mendapat dividen dengan yield 13% dan kemudian akan segera menjual di exdate yang artinya dikurangi 7%. Hasilnya mereka masih mengantongi keuntungan 6%”.

Namun sayang disayang, rencana tersebut dilakukan oleh banyak orang dan hasilnya adalah di hari exdate harga saham PTBA langsung auto reject bawah. Lihat gambar di bawah ini yang diambil dari Stockbit

Di hari exdate semua orang berbondong-bondong menjual sahamnya dengan harapan mendapat keuntungan 6%.

Padahal saham seperti jual beli lainnya, ada penjual dan ada pembeli. Dari gambar di atas bisa dilihat bahwa ada 2juta lot saham PTBA yang dijual (offer) dan tidak ada satupun orang yang mau membeli (bid).

Jika di tanggal 22 Juni 2020 masih tidak ada yang membeli dan masih mengalami penurunan 7% artinya dividen yield yang didapat sudah zonk dengan floating loss-nya yang 14%. Tetapi penurunan 14% itu masih floating loss ya sedangkan dividen yield 13% itu fix. Paham kan artinya floating loss?

Floating loss adalah kondisi dimana kita rugi secara nilai namun belum terealisasi rugi selama saham tersebut belum dijual.

Solusinya :

Jadilah pemburu momen dividen bukan dividen hunter, maksudnya kalian bisa menjual saat 1 hari atau 2 hari sebelum cumdate.

Kalian tidak mendapat dividen tetapi mendapat capital gain. Namun catatannya adalah div yield yang dibagikan harus besar karena sejauh yang saya tau kalo div yieldnya standar saja kisaran 1 sampai 5% penurunan harga saat exdate tidak terasa.

d. Niatnya sebagai dividen hunter malah zonk

Saya pernah membeli 2 saham yang memang ingin dijadikan sebagai dividen investing dan saya disebut sebagai dividen hunter.

Apa itu dividen investing? dividen investing adalah membeli saham yang secara rutin membagikan dividen dengan yield yang lumayan besar. Lumayan besar ini bisa berbeda-beda tetapi paling tidak di atas 5 atau 7%.

Dividen hunter adalah orang yang memburu dividen yang dibagikan oleh emiten. (Walopun nanti ternyata ada istilah lain yaitu pemburu momen dividen)

Saham yang saya pilih adalah TOTL dan MBAP.

TOTL selalu memberikan dividen yang menarik dengan dividen yield di kisaran 9 sampai 10%.

Semua dividen hunter sudah mulai mengkoleksi sahamnya jauh-jauh hari sebelum RUPS Tahun 2020. Ya sebelum RUPS kita sudah membidik saham TOTL dengan harapan dividen yang akan dibagikan memiliki yield yang sesuai perkiraan.

Lihat dividen yield dari TOTL sebelum tahun 2020

Sumber : https://www.investing.com/equities/total-bangun-p-dividends

Harga pelan-pelan naik saat menjelang RUPS, tetapi ternyata RUPS nya memberikan informasi di luar dugaan. Dividen yang dibagikan hanya Rp 10 atau sekitar 3%. Ambyar.

Memang sih Tahun 2020 ini tahun pandemi dan kita juga seharusnya mengetahui kalo manajemen akan berhemat sehingga membuat div yield tahun 2020 hanya sekitar 3.13%.

Hal ini juga masih dilakukan di tahun 2021, dimana TOTL hanya membagikan div yield sekitar 3.33%.

Solusinya :

Walaopun kita seorang dividen hunter, kita juga harus memahami kondisi makro seperti dalam kasus TOTL, dimana ada 2 problem besar yang membayangi emiten yaitu pandemi dan turunnya sektor konstruksi.

Lain TOTL lain MBAP.

Saya membeli saham MBAP memang bukan ingin dijadikan sebagai dividen investing tetapi karena kinerjanya bagus saja dan masih undervalue.

Di luar dugaan, MBAP terkenal sebagai emiten yang lumayan royal dalam urusan membagikan dividen.

Hal ini bisa terlihat dari gambar di bawah ini.

Sumber : https://www.investing.com/equities/mitrabara-adip-dividends

Sekitar bulan Juli 2020 saya membeli MBAP di harga Rp 1770 dan saat ada informasi pembagian dividen dengan dividen yield di atas 105, saham MBAP melesat hingga Rp 2800an yang membuat saya sebenarnya floating profit 30%.

Disisi ini saya sebenarnya bimbang antara menahan saham MBAP dan mendapat div yield 16% atau menjual saham dan saya mendapat floating profit sekitar 30%an.

Saya akhirnya menahan saham MBAP dan mendapat dividen. Tetapi kabar buruknya adalah MBAP turun terus mulai saat exdate dan turun hingga harganya hanya tinggal sekitar Rp 1900.

Masih floating profit + mendapat dividen sih tetapi kehilangan potensi FP 30%.

Solusinya :

Dividen hunter ternyata bisa dimaknai 2 yaitu

  • Menjadi pemburu dividen (mengumpulkan saham-saham yang membagikan dividen secara rutin dengan yield besar)
  • Menjadi pemburu saham momemntum dividen dengan mengincar capital gainnya bukan dividennya (Seharusnya saya menjual saham MBAP saat sebelum cumdate)

Itulah pembahasan lengkap tentang dividen, dividen trap serta solusi dari dividen trap.

Sumber :

1. https://money.kompas.com/

2. https://astronacci.com/

3. https://glints.com

(Sudah dibaca 189 kali, Yang membaca hari ini 16 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini