MARK Q4 2021 : Harga Wajar MARK 2022, Growth Stock Yang UNDERVALUE & Kenaikan Laba Bersih 172%

Artikel di bawah ini akan membahas tentang harga wajar saham MARK (PT Mark Dynamics Indonesia Tbk) tahun 2021 berdasar Laporan Keuangan Q4 2021 yang diawali dengan

1. Sekilas laporan keuangan,

2. Kinerja saham

3. Rasio penting dan

4. Analisa khas InveStory ID

1. Sekilas Laporan Keuangan

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berhasil membukukan penjualan sebesar Rp1,19 Triliun pada akhir tahun 2021 yang meningkat sebesar 111% jika dibandingkan dengan akhir tahun 2020 sebesar Rp565,44 miliar.

Emiten satu-satunya produsen porselen cetakan sarung tangan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia di tahun 2017 ini juga mencetak laba kotor Perseroan pada akhir tahun 2021 juga meningkat tajam sebesar 156 % menjadi Rp 606,61 miliar jika dibandingkan dengan tahun 2020 sebesar Rp 236,79 miliar.

Pencapaian yang diraih oleh MARK merupakan keberhasilan Perseroan menjaga tingkat efisiensi serta mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Hal ini terlihat dari keberhasilan Perseroan meningkatkan margin laba kotor dari 42% di tahun 2020 menjadi 51% di akhir tahun 2021 ini dengan nilai sebesar Rp 606,61 miliar.

Adapun MARK membukukan laba bersih sebesar Rp392,15 miliar, meningkat cukup signifikan yaitu 172% dibanding tahun 2020 yang sebesar Rp 144,19 miliar.

2. Kinerja Saham

 

Kenaikan laba bersih sebesar 172% ternyata hanya diikuti dengan kenaikan kinerja saham sebesar 17% artinya MARK sebenarnya belum terlalu diapresiasi oleh pasar.

Apalagi dengan melihat PEG Rationya yang ternyata MARK masih sangat undervalue.

3. Rasio-Rasio Penting

Harga : 1100 (harga penutupan tanggal 28/04/2022)

EPS : 103 (annualized)

Book Value : 195 (annualized)

Harga Wajar : 672 (Graham Number)

MOS : –

Baca  MARK Q3 2022 : Penjualan Turun 11.5%, Beban Admin Naik 62.1%

PER : 10.66

PBV : 5.64

GPM : 50.83%

NPM : 32.86%

ROE : 52.93%

4. Analisa InveStory ID

Jika menggunakan EPS 103 dan Book Value 195 maka harga wajar saham MARK menurut Graham Number sebesar 672 berbanding dengan harga sekarang 100.

Artinya MARK sudah overvalue.

Kesimpulan menggunakan harga Rp 1100 berdasar Laporan Keuangan Full Tahun 2021

Value investing : MARK tidak cocok sebagai saham value stock.

Growth investing : Melihat pertumbuhan EPS dari tahun 2018 hingga 2021 MARK bisa masuk sebagai growth stock

Bahkan dengan menggunakan rumus PEG Ratio berbasis AAGR (Average Annual Growth Rate) didapat angka 0.13 artinya MARK masih sangat undervalue.

Dividen investing : Dengan dividen yang dibagikan menurut saya masih belum cukup untuk menjadikan MARK ini sebagai dividen stock.

Core investing : MARK belum cocok menjadi saham core stock.

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Sumber :

1. https://www.idxchannel.com/

(Sudah dibaca 454 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini