Karena Nikel Analisis Rekomendasi ANTM Rp 3500

Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan dalam riset, dikutip Minggu (16/4/2023) mempertahankan rekomendasi dengan target harga Rp3.500 per saham. Berikut beberapa alasannya.

Tahun 2023, ANTM menargetkan total volume produksi bijih nikel yang digunakan sebagai bahan baku bijih umpan pabrik feronikel ANTM serta dijual ke pelanggan pasar domestik sebesar 11,30 juta wet metric ton (wmt), atau naik 31 persen dibandingkan produksi bijih nikel unaudited pada 2022 sebesar 8,62 juta wmt.

Selain itu, target penjualan bijih nikel ANTM pada 2023 sebesar 9,45 juta wmt atau naik 36 persen dibandingkan penjualan bijih nikel unaudited tahun 2022 sebesar 6,95 juta wmt.

Pada Januari 2023, penjualan bijih nikel Antam naik secara signifikan. ANTM mencatat total produksi bijih nikel unaudited sebesar 1,06 juta wmt, naik 16 persen yoy, sehingga volume penjualan bijih nikel unaudited mencapai 1,08 juta wmt atau naik lebih dari 80 persen yoy.

Untuk tahun 2023, ANTAM menargetkan penjualan emas sebesar 1.099.701 oz meningkat 11 persen dari pencapaian tahun lalu.
(Sudah dibaca 57 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)
Baca  ABMM Q2 2022 : Analisa Saham ABMM, Laba Bersih Naik 73.6% Dan Laba Yang "Habis" Karena Non Pengendali

Yuk share pendapatmu di bawah ini