Saat artikel ini ditulis tanggal 17 Juni 2022, bursa saham kita sedang gonjang ganjing karena dalam beberapa hari merah kemudian 1 hari ijo kemudian merah lagi.

Ada banyak news yang menyertai dan terutama datang dari belahan dunia Amerika terkait suku bunga dll sehingga berpotensi memicu crash.

Banyak investor yang di awal tahun 2022 begitu optimis dan mendapat floating profit bagger-bagger tiba-tiba floating profitnya menipis.

Ada yang floating profit tipis-tipis sekarang malah menjadi floating loss.

Yang awalnya screenshoot sana sini sekarang curhat sana sini.

Nah bagaimana kalo di portofolio kita ada beberapa saham yang merah dan kita ingin melakukan average down?

Apa saham yang sebaiknya di average down?

Pertanyaan tersebut muncul di grup dan Wa StockGuide ID.

Biar teman-teman ada panduannya, saya akan mencoba menjawabnya

1. Yang sudah turun di atas 15%

Jangan coba-coba melirik saham yang turunnya belum 15% untuk di average down karena nanti uangmu akan habis.

Ini kunci pertama dan WAJIB DIPERHATIKAN.

Jangan baru turun 2% panik mau average down atau baru turun 5% pengen cepat-cepat beli.

Ntar kalo sahamnya turun terus uangmu habis cuma bisa gigit jari.

Disini juga bisa melatih kesabaran kita lho…

2. Perhatikan katalisnya

Katalis itu ibarat pengungkit yang berpotensi menaikkan atau menurunkan kinerja perusahaan.

Katalis ini saya bagi 2 ya yaitu

  • katalis yang membuat prospek kinerja masih bagus atau malah hancur
  • katalis yang sudah terbukti bagus dan sudah rutin dilakukan yaitu DIVIDEN

– katalis yang membuat prospek kinerja masih bagus atau malah hancur

Di bursa saham mau tidak mau katalis jelas menjadi pesona tersendiri bagi para investor untuk masuk ke suatu saham.

Saat katalis farmasi tinggi, orang berbondong-bondong masuk ke farmasi.

Saat katalis bank digital rame, orang berebutan masuk

Saat batubara atau komoditas naik orang berbondong-bondong masuk.

Apa itu yang disebut katalis?

Ya itu benar sebagai katalis. Tetapi dalam konteks investor, katalis yang dimaksud adalah katalis yang langsung terkait dengan kinerjanya.

Contoh saat ini masih rame katalis batubara. Nah emiten yang kita punya memang terdampak secara kinerja dengan kenaikan batubara yang ada. Dan terbukti di Q1 misalnya mencetak laba tinggi.

Dan kita masih yakin dengan kinerja di Q2 dan seterusnya maka kita bisa melakukan average down.

Jangan memilih atau melakukan average down saham yang katalisnya bener tapi tidak terdampak langsung atau bahkan tidak terdampak ya.

Misalnya saat rame komoditas nikel, eh ada perusahaan yang dia cuma punya bisnis nikel sebagai sampingan tapi ikut rame. Nah perusahaan ini masuk ke kategoru katalisnya bener tapi sebenarnya dampaknya tidak signifikan.

Dulu ANTM pernah naik tinggi karena ada katalis masuknya TESLA. Katalisnya bener tapi kan tidak terbukti di kinerjanya.

– Membagi dividen dan kalo bisa ya besar

Ini adalah katalis yang datangnya dari emitennya langsung.

Pasti kita semua sudah paham ya tentang emiten-emiten apa saja yang dividennya besar misal ITMG, MBAP,  BSSR atau ADMF.

Teman-teman bisa melakukan avg down di saham-saham yang membagi dividen dan nominalnya gede karena kalopun harga sahamnya ambyar tetap ada dividen yang dinantikan.

Bahkan kadang saat momen pembagian dividen, harga sahamnya naik karena ditopang oleh para dividen hunter.

3. Saham yang paling kuat convictionnya atau keyakinannya

Poin no 2 di atas bisa menjadi menambah keyakinan kita terhadap suatu saham.

Tapi kita juga bisa percaya diri dengan suatu saham tanpa saham tersebut membagi dividen maupun katalisnya belum ada.

Contohnya ketika kita percaya dengan manajemennya dan terbukti bertahun-tahun sukses menjalankan bisnisnya maka itu sudah cukup menjadi alasan kita untuk melakukan average down di saham tersebut.

Atau kita benar-benar mengerti story bisnisnya.

Saya dulu pernah beli saham MFMI karena rasionya bagus dan pendidikan saya relate dengan bisnis MFMI.

Terus kalo ketiga hal di atas tidak ada gimana?

Ya jangan di average down.

Ternyata menyimpan cash lebih aman dibanding kita melakukan average down saham dengan tergesa-gesa.

Teman-teman bisa menggunakan kalkulator average down disini ya Kalkulator Average Down Saham Dan Emosi Penyebab Cuan Tidak Optimal

(Sudah dibaca 302 kali, Yang membaca hari ini 3 orang)
Share:

Yuk share pendapatmu di bawah ini