Investasi Cuan 20% per Tahun Dan Bahaya Floating Loss + Floating Profit

Saya menulis artikel ini saya mempunyai target untuk InveStory.ID yaitu

“Mencetak 1juta Investor Yang Cuan Per Tahun Minimal 20%”

==================

Saat berdiskusi dengan orang-orang, saya melihat banyak di antara investor pemula yang ternyata masih gamang terhadap target dari investasinya.

Mereka umumnya hanya mengatakan yang penting cuan. Bahkan ada yang menjawab “Kayanya sih cuan ya karena kemaren loss segini terus sekarang sudah floating profit segini”.

Pas saya tanya kembali “Lah enggak ditulis to detail profit yang sudah direalisasikan dan loss yang sudah direalisasikan?”

“Belum”

Saya hanya bergumam….

Oalah…

Itu kasus pertama.

Kasus berikutnya saat saya sedang browsing di Stockbit dan tiba-tiba ada status yang membahas tentang apakah kamu sudah cuan bahkan sudah bagger?

Banyak yang kemudian menjawab di kolom komentar

“Saya sudah bagger di saham XXXX, dan masih floating profit di saham YYYY”

“Tahun ini saya sudah multibagger di saham ABCD dan masih floating loss sedikit di saham EFGH.

Saya sempat iri, kok bisa cuannya besar-besar ya. Setelah berpikir sebentar oh ya juga ya karena IHSG memang sedang rally.

Bagaimana nanti kalo IHSG sideways panjang? Hmmmm

Kasus ketiga adalah saat saya bingung kapan sebaiknya taking profit.

Saat kita mengalami floating loss, kebanyakan dari kita malah kuat untuk hold. Bahkan adakalanya kita akan semangat untuk average down dan kita tetap pede dengan mengatakan “Tenang saja nanti akan naik sesuai dengan kinerja fundamentalnya kok”.

“Saya sudah menghitung MOS-nya di atas 100%.

Sangat mantap.

Namun hati bimbang mulai datang saat pelan-pelan saham kita mulai hijau 2% naik 4% naik lagi hingga 10% dan naik lagi hingga 20%.

Tangan sudah gatal sekali pengen pencet sell.

Berbagai analisa untuk mendukung bahwa ini saat yang tepat untuk taking profit pun bermunculan.

Dari hypenya sudah mau berhenti alias pestanya sudah mau usai

Mau menjaga keuntungan biar bisa diputar di saham lain

Hingga sampai di alasan karena yang penting cuan dan bisa dipamerkan dan didebatkan ke sosial media

Padahal harga wajarnya masih jauh sekali dan lupa tentang MOS yang sudah dihitung secara njlimet menggunakan berbagai analisa.

Dari beberapa kasus di atas, saya mulai merasa bahwa hal ini justru membuat psikologi dikendalikan oleh market bukan kita yang mengendalikan emosi dan psikologi.

Saat mengintip eh ternyata hijau kita senang bukan kepalang, eh saat diintip lagi malah merah terus ditutup pura-pura melupakan walopun tetap kepikiran.

Konsep seperti ini tidak sesuai dengan apa yang disebut investasi yang katanya membuat hati tenang dan uang yang kita miliki bisa menjadi passive income atau bahasa kerennya uang bekerja untuk kita.

Akhirnya saya menemukan suatu formula sederhana yang ternyata bagi saya pribadi sangat tepat sampai saat ini.

Apa itu?

Formula realised profit 20% untuk portofolio bukan per emiten.

Contohnya begini (Agak njlimet tapi WAJIB dibaca biar paham konsepnya)

Di bulan Januari 2021, saya mempunyai uang 100juta dan dibelikan 5 saham dengan porsi yang berbeda-beda

  • Saham AYAM 20juta
  • Saham KUDA 30juta
  • Saham SAPI 25juta
  • Saham ITIK 10juta
  • Saham BABI 5 juta
  • cash di RDN 10juta

Target saya adalah uang bertambah 20% dari total modal yaitu 20juta.

Di pertengahan Maret 2021 ternyata kondisi sahamnya menjadi seperti ini

  • Saham AYAM 20juta– FP 3juta
  • Saham KUDA 30juta–FP 10juta
  • Saham SAPI 25juta–FL 5juta
  • Saham ITIK 10juta–FP 500rb
  • Saham BABI 5 juta–FP 7juta
  • Cash 10juta

Dengan melihat kondisi porto yang seperti di atas maka saya merealisasikan profit dari saham BABI dan otomatis saya mendapat keuntungan realisasi sebesar 7juta.

Target 20juta sudah terpenuhi oleh saham BABI sebanyak 7juta sehingga di tahun 2021 masih kurang 13juta.

Di bulan Juli 2021 ada perubahan signifikan di floating profit portofolio karena IHSG sedikit menurun dan kondisi porto seperti ini :

  • Saham AYAM 20juta– FL 5 juta
  • Saham KUDA 30juta–FP 5juta
  • Saham SAPI 25juta–FL 10juta
  • Saham ITIK 10juta–FP 1.5juta
  • Cash 22juta

Setelah menyelidiki ternyata saya menemukan saham lain yaitu ANGS dan potensi MOSnya sangat tinggi. Saya akhirnya menjual saham KUDA (30juta+FP 5juta) untuk membeli saham ANGS + cash yang ada sebesar 10juta

Karena saya merealisasikan profit dari saham KUDA sebesar 5juta maka target tahun 2021 menjadi hanya 8juta saja (20juta-7juta-5juta). Berikut kondisi portonya di akhir bulan Juli

  • Saham AYAM 20juta– FL 5 juta
  • Saham ANGS 45juta–FP 0
  • Saham SAPI 25juta–FL 10juta
  • Saham ITIK 10juta–FP 1.5juta
  • Cash 12juta

Di akhir bulan Oktober ternyata IHSG terbang dan porto menjadi seperti ini

  • Saham AYAM 20juta– FP 10 juta
  • Saham ANGS 45juta–FP 0
  • Saham SAPI 25juta–Fp 9juta
  • Saham ITIK 10juta–FP 1.5juta
  • Cash 12juta

Dan saya merealisasikan profit dari saham SAPI (25juta+9juta) sehingga target tahun 2021 sudah selesai bahkan lebih 1juta dari target 20juta.

Reportnya keuntungannya

  1. Saham BABI 7juta
  2. Saham KUDA 5juta
  3. Saham SAPI 9juta

Total 21juta.

Kondisi porto menjadi seperti ini

  • Saham AYAM 20juta– FP 10 juta
  • Saham ANGS 45juta–FP 0
  • Saham ITIK 10juta–FP 1.5juta
  • Cash 46juta

Karena target sudah tercapai maka di tahun 2021 perjalanan investasi saya sudah selesai dan siap menatap tahun 2022.

Sudah paham ya?

Kalo belum kalian bisa tanya disini

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

Eh kok targetnya hanya 20% per tahun? Sedikit sekali itu? Trading aja per hari bisa kok 2% tinggal kalikan aja 1 bulan atau 1 tahun.

Ya monggo saja. Dengan target 20% per tahun hati saya tenang dan menjaga kondisi tetap waras jika IHSG SIDEWAYS. Baca terus artikelnya nanti akan ada jawaban lengkapnya.

Berikut ini beberapa keuntungan yang saya dapat walopun target cuannya hanya 20% per tahun.

  • Menghindari iri

Iri tetaplah ada karena saya manusia biasa. Melihat teman-teman cuan puluhan persen, bagger bahkan multibagger membuat saya kadang merasa apakah analisa saya sudah benar atau justru salah alias terkena value trap.

Mengapa mereka bisa mencapai profit segede itu?

Apakah saya harus pindah ke trading saja?

Apakah saya harus pindah ke saham gorengan saja?

Dengan tetap konsisten untuk menjaga profit 20% sedikit banyak membuat saya tidak iri berlebihan yang nantinya malah merubah plan.

Saya tidak akan membandingkan head to head dengan orang lain. Saya fokus 20% dan saya tetap waras di real life.

  • Menghindari pengen kejar kereta dan pindah-pindah saham

Poin ini juga sama dengan menghindari iri.

Kadang kita sudah analisa dengan mantap dan hati-hati eh malah sahamnya sideways.

Ada saham yang kinerjanya buruk eh terbang to the moon.

Ada saham yang menurut saya sudah mahal eh tetap loncat jadi pengen ganti ke saham ini.

Namun semua prasangka itu bisa diredam jika kita kembali fokus ke target 20% yang ada.

Ngapain harus loncat ke sana ke sini kejar kereta. Cukup fokus aja di saham yang sudah saya analisa + berikan waktu bagi saham dan alhamdulillah sejauh ini bagi saya sudah terbukti.

Oh ya cara analisa sahamnya pake teknik di artikel ini ya

5 JURUS SEDERHANA Cara Memilih Saham Menggunakan Analisa Value Investing + Contoh Sahamnya (DIJAMIN BISA)

  • Tidak ingin terburu-buru TP dan menghindari perasaan ingin TP dulu kemudian beli harga bawah

Taking profit adalah hasil akhir dari analisa yang sudah kita kerjakan dan pastinya membuahkan hasil yaitu sahamnya naik sesuai target kita.

Namun naiknya ini bisa hanya 10% atau 20% atau bahkan tembus harga wajarnya.

Dengan kita mempunyai target 20%, kita bisa tahan lebih dahulu minimal sampai akhir tahun.

Contohnya saya pernah ada saham XXXX. Dia tiba-tiba loncat lumayan tinggi dan sudah di atas 20%.

Tangan tiba-tiba gatel pengen taking profit.

Namun saya kembali berfikir rasional bahwa waktu itu masih bulan Agustus dan target tahunan saya sudah mencapai 75%. Akhirnya saya urungkan untuk taking profit.

Eh setelah floating profit 20% justru malah turun menjadi hanya 10% dan sempat merasa bersalah karena harusnya taking profit terus bisa beli di harga bawah.

Tapi kembali ke target plan yang ada yaitu 20% dan sudah tercapai 75%nya. Eh ternyata saham tersebut terbang tembus di atas 50%.

Sekarang mau taking profit? Enggak..hehe.

Karena ada saham lain yang bisa ditaking profit dan saat artikel ini ditulis tanggal 26 Oktober 2021, target 20% saya sudah tercapai alias 100% alias mission completed.

Trus saham XXXX tadi gimana? Alhamdulillah terus terbang dan siap dipanen di tahun 2022.

  • Menghindari bahaya floating profit dan floating loss

Kalian pastinya sudah tau apa itu floating profit dan floating loss.

Ya floating profit adalah keuntungan semu yang masih bisa naik dan turun.

Sedangkan floating loss adalah kerugian semu.

Trus memangnya apa bahaya dari floating profit dan floating loss?

Saya pernah begitu bangga di awal Januari 2021 karena porto saya floating profit di atas 10%. Bahkan ada 1 saham yang sudah bagger dan 1 saham multi bagger

Saya cerita kemana-mana bahwa uang saya tambah banyak.

Namun ternyata saat masuk akhir Januari semua itu hilang karena pelan-pelan yang floating profit turun.

Sempat was-was dan merasa bersalah karena harusnya taking profit.

Tetapi akhirnya kembali berpikir rasional bahwa target tahunan 20% dan sekarang masih Januari artinya masih ada 11 bulan lagi.

Dan ternyata target 20% tercapai di bulan Oktober 2021.

Untuk floating loss kadang juga membuat kita merasa rugi padahal ya belum rugi sebelum dijual.

Cuma bedanya kalo floating loss kita malah nyaman untuk hold sedangkan floating profit justru pengen segera cepat-cepat taking profit…Hehehe..Kalian begitu juga enggak?

Kenapa ya?

  • menjaga target di saat IHSG bearish atau sideways

Saya percaya kenaikan IHSG yang asoy geboy ini tidak akan terjadi setiap tahun. Mungkin 2 atau 3 tahun lagi akan sideways panjang. Dan saya sudah menyiapkan diri untuk realistis saja dengan target yang ada.

Saat saya lihat-lihat, investor kawakan pun cuan tahunannya sekitar 20 sampai 35% per tahun.

Karena saya masih pemula ya target wajarnya 20% aja. Kalian bebas ya untuk membuat target cuannya mau berapa.

Oh ya saya lampirkan kalo kita top up rutin 1juta per bulan selama 15 tahun dengan cuan 20% per tahun bukan menjadi 180juta tetapi menjadi 900juta

Kalian bisa coba-coba isi aja disini

  • Membuat kita tetap tenang

Tidak adanya plan membuat kita jadi sering buka aplikasi sekuritas. Apakah sudah naik? Atau justru malah nyungsep.

Dengan plan yang jelas membuat kita bisa sedikit melupakan tentang investasi kita.

Kalo kita sedikit-sedikit ngecek aplikasi OLT kadang membuat emosi muncul jadi pengen TP, merasa salah analisa dll.

Nah sebagai penutup, saran dari saya buat teman-teman yang membaca artikel ini :

1. Tentukan target cuan yang diinginkan dan pastikan kalian tidak tertekan dengan target tersebut.

Jangan sampe kalian tertekan dengan target harus bagger tiap tahun atau 50% per tahun.

Dengan adanya target kita juga tidak ngambang dalam berinvestasi.

2. Pastikan memilih saham berfundamental bagus, undervalue dan kalo bisa membagikan dividen

Kalian bisa menggunakan jurus yang sudah saya tulis disini

3. Bersabar menunggu saham menuju cuan yang kita inginkan sembari pegang teguh poin no 1 yaitu target cuan.

4. Tuliskan secara detail seperti modal awal, profit yang sudah direalisasikan, cutloss yang direalisasikan (jika ada) sebagai bahan evaluasi.

Selamat mengerjakan…

Doakan cita-cita kami untuk ““Mencetak 1juta Investor Yang Cuan Per Tahun Minimal 20%” ya…

(Sudah dibaca 638 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini