Harga Wajar Saham BBTN Tahun 2021 (Full Year), Kinerja Mengkilap Dan Masih UNDERVALUE Lho

Artikel di bawah ini akan membahas tentang harga wajar saham BBTN Tahun 2021 Full Year yang diawali dengan

  • berita,
  • sekilas laporan keuangan,
  • kinerja saham
  • rasio penting dan
  • analisa khas InveStory ID.

Banyak yang menyebut bahwa Bank yang 1 ini bukanlah bank yang bergerak dalam sektor perbankan namun bergerak dalam sektor properti.

Apakah benar seperti? Kita memang perlu menelaah lebih jauh melalui laporan keuangan yang disajikan oleh emiten. Namun secara sekilas melihat kinerja EPS tahun 2021 ini sedikit berbeda.

Di saat sektor properti “belum manggung” kinerja BBTN ternyata sudah mengkilap jika dibanding kinerja saat pandemi tahun 2020,

Dan yang uniknya adalah jika melihat EPSnya, kinerja tahun 2019 ternyata lebih buruk dibanding kinerja tahun 2020.

Mau Konsultasi Saham Online Dengan GRATIS?

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

1. Berita

Direktur Teknologi Informasi BTN Andi Nirwoto mengatakan BBTN sedang mengembangkan super aplikasi khusus properti yang akan diluncurkan pada tahun 2022 ini.

Wakil Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan dengan super aplikasi ini layanan lebih mudah, jangkauan lebih luas, dan kredit lebih murah.

Dengan super aplikasi yang sedang dikembangkan tersebut, para nasabah nantinya bisa melakukan transaksi untuk membeli rumah, rumah bekas, hingga renovasi rumah. Super aplikasi tersebut nantinya juga memiliki beragam fitur mulai dari pembayaran, pembelian, hingga investasi.

Info menarik lainnya adalah ternyata memang kinerja BBTN ini sangat dipengaruhi oleh kondisi sektor properti.

Baca  GTSI Prediksi Kinerja Tahun 2023 Akan Menurun

Kedekatan BBTN dengan sektor properti dibuktikan dengan pertumbuhan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) lebih tinggi dibanding pertumbuhan kredit secara keseluruhan.

Ada beberapa sebab yang membuat kinerja BBTN moncer disisi penyaluran KPR :

  • harga rumah yang relatif turun akibat pandemi
  • insentif dari regulator untuk menggairahkan kembali industri properti.
  • suku bunga KPR juga turun akibat penurunan BI7DRR
  • BI juga memberikan insentif kebijakan pembebasan uang muka pembelian rumah sejak 2020 sampai 2021.
  • BBTN memiliki keuntungan merek yang kuat di sektor pembiayaan properti

Ada 1 info lagi yang menurut kita perlu dicermati yaitu adanya rencana BBTN untuk melakukan right issue dengan tujuan untuk mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Rencana penambahan modal (rights issue) BTN dinilai vital dalam mendukung industri perumahan atau properti yang menjadi salah satu lokomotif ekonomi selama pandemi Covid-19.

Informasi berita diatas ditutup dengan hal yang membuat investor BBTN semakin lega yaitu Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Haru Koesmahargyo memasang target pertumbuhan kredit double digit sekitar 10% pada tahun depan.

2. Sekilas Laporan Keuangan

BBTN telah merilis laporan keuangan full year tahun 2021 dan hasilnya sangat istimewa.

Total aset BBTN mencapai Rp371,87 triliun pada 2021, naik dari sebelumnya Rp361,21 triliun atau naik sebesar 2,95%.

BBTN meraih pendapatan bunga dan bagi hasil bersih Rp12.9 triliun pada 2021, dari Rp 8.9 triliun pada 2020.

BBTN meraih laba bersih sebesar Rp2,37 triliun pada 2021. Laba bersih tersebut naik 48,31 persen dari tahun sebelumnya Rp1,6 triliun.

Rasio kredit bermasalah atau non performing loan/NPL gross BTN tercatat mengalami peningkatan dari akhir Desember 2020 di level 4,03% menjadi 4,42%. Sedangkan, NPL net turun menjadi 3,70% dari sebelumnya 4,37%.

Baca  Emiten Grup Djarum TOWR Bagi Dividen Rp 18.1/ Lembar

Dari sisi rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) turun menjadi 92,86% dari sebelumnya di level 93,19%

Dari sisi kecukupan likuiditas, menurut Haru dikutip dari IPOTNews Bank BBTN dalam posisi yang sangat sehat. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada level 92,86%, membaik dari posisi tahun lalu di 93,19%.

Jumlah KPR yang disalurkan BTN tahun lalu mencapai Rp 213,93 triliun. Jumlah tersebut menunjukkan pertumbuhan 6,62% yoy dibanding tahun 2020 sebesar Rp 200,66 triliun.

Penyaluran KPR subsidi BTN lebih tinggi dibanding KPR non subsidi. Volume penyaluran KPR subsidi BTN tahun lalu mencapai Rp 130,68 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 8,25% yoy dibanding tahun 2020 yang mencapai Rp 120,72 triliun.

3. Kinerja Saham

Kinerja BBTN yang moncer tahun 2021 ternyata tidak diikuti oleh kinerja sahamnya.

Per tanggal 16 Feb 2021 harga BBTN sebesar Rp 1930. Sempat naik di harga Rp 2200an ternyata kinerja saham BBTN terus melorot hingga titik paling rendahnya di harga Rp 1230 dan saat ini BBTN berada di harga Rp 1815 atau jika dihitung mengalami penurunan sebesar 5.96%.

Sebenarnya bagi investor kondisi ini malah membahagiakan karena harga sahamnya turun namun kinerja justru meningkat.

Mau Konsultasi Saham Online Dengan GRATIS?

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

4. Rasio-Rasio Penting

Harga : 1815 (harga penutupan tanggal 15/02/2022)

EPS : 224 (annualized)

Book Value : 2021 (annualized)

Harga Wajar : 3192 (Graham Number)

PER : 8.09X

PBV : 0.90X

GPM : –

NPM : 8.67%

ROE : 11.10%

5. Analisa InveStory ID

Baca  Maybank Sekuritas Rekomendasi Saham BBCA Untuk Hold

Jika menggunakan EPS 224 dan Book Value 2021, maka harga wajar saham BBTN menurut Graham Number sebesar 3192 berbanding dengan harga sekarang 1815.

Artinya BBTN dihargai kurang dari harga wajarnya dan termasuk saham yang undervalue.

Bahkan jika kita membeli di harga Rp 1815 dengan target jual sesuai harga wajarnya yaitu Rp 3192 maka kita bisa mendapat MOS sebesar 76%.

Begitu juga dengan melihat PER di angka 8.09X dan PBV sebesar 0.90X.

Kesimpulan menggunakan harga Rp 1815 berdasar Laporan Keuangan Full Tahun 2021 :

Value investing : BBTN layak masuk ke saham value investing karena masih undervalue.

Growth investing : Kinerja BBTN yang dipengaruhi sektor properti menurut kita membuat BBTN tidak terlalu cocok masuk ke saham growth stock.

Dividen investing : BBTN tidak cocok masuk sebagai dividen stock karena pembagian dividen tidak rutin dan div yieldnya juga sangat kecil

Core investing : Apakah BBTN layak masuk sebagai core stock? Bisa iya karena BBTN merupakan bank plat merah dan mempunyai kekuatan brand kuat di sektor properti. Namun disisi lain kinerjanya bisa naik turun tergantung sektor properti. Menurut kita sepertinya BBTN tidak cocok untuk core stock.

Mau Konsultasi Saham Online Dengan GRATIS?

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

Sumber :

1. https://finansial.bisnis.com/

2. https://www.finansialku.com/

3. https://keuangan.kontan.co.id/

(Sudah dibaca 717 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini