Harga Wajar Saham ARNA Tahun 2021 (Full Year), Laba Bersih Meningkat 45%

kinerja saham arna q3 2021

Artikel di bawah ini akan membahas tentang harga wajar saham ARNA Tahun 2021 Full Year yang diawali dengan

  • berita,
  • sekilas laporan keuangan,
  • kinerja saham
  • rasio penting dan
  • analisa khas InveStory ID.

ARNA atau PT Arwana Citramulia Tbk merupakan salah satu saham growth stock yang saat pandemi kemaren tidak mengalami penurunan sama sekali. Bahkan jika dibandingkan tahun 2019 laba bersih per saham alias EPSnya di tahun 2020 malah naik cukup signifikan yaitu tembus 51%. Wow.

Bagaimana dengan 2021 ini?

Kinerjanya tetap wow dengan tembus hingga 45%. Benar-benar saham wonderfull. Sekilas mirip dengan SIDO namun ada kelebihannya yaitu harganya jauh lebih murah secara valuasi dibanding SIDO.

Mau Konsultasi Saham Online Dengan GRATIS?

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

1. Berita

Produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk. (ARNA) menargetkan pertumbuhan produksi sebesar 7 persen menjadi 72 juta m2 pada tahun 2022 ini dari proyeksi realisasi 2021 sekitar 67 juta m2.

Direktur Arwana Citramulia Rudy Sudjanto memberikan beberapa target untuk tahun 2022 ini yaitu

  • pertumbuhan penjualan naik 10%.
  • laba bersih naik 30%.
  • net sales tumbuh 10%
  • harga jual rata-rata keramik tumbuh sekitar 2%
  • harga pokok penjualan (Cost of Goods Sold/COGS) menurun 4%.

2. Sekilas Laporan Keuangan

ARNA sudah merilis laporan keuangan full year tahun 2021 dan hasilnya memuaskan karena laba bersihnya menyentuh 2 digit atau tepatnya 45.8%.

Seperti biasa kita akan mulai dari asetnya.

Di tahun 2021 aset ASET meningkat menjadi Rp 2.2T dari tahun 2020 sebesar Rp 1.9T. Kenaikan ini sebesar 13%.

Baca  Kalo Semua Merah, Saham Mana Yang Sebaiknya Saya Average Down

Kenaikan aset ini juga diimbangi dengan kenaikan hutang namun cukup sedikit yaitu 0.7%.

Masuk ke bagian penjualan, ARNA mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 2.5T dan beban penjualan sebesar Rp 1.6T sehingga menghasilkan laba kotor sebesar Rp 919M. Laba kotor tahun 2021 naik sebesar 30% jika dibanding tahun 2020.

Untuk laba bersih tahun 2021 tercatat Rp 475.9M jika dibanding tahun 2020 sebesar Rp 326.2M alias naik sebesar 45%. Amazing kan…

Mau Konsultasi Saham Online Dengan GRATIS?

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

3. Kinerja Saham

Dengan market cap kisaran Rp 6.2T, menempatkan ARNA ini menjadi saham middle cap.

Pada tanggal 15 Februari 2021 harga ARNA di kisaran Rp 730 dan 1 tahun kemudian atau tepatnya 14 Februari 2022 harga ARNA bertengger di kisaran Rp 840.

Artinya ada kenaikan di kisaran 15%. Menurut kita sangat menjanjikan karena dengan kinerja yang istimewa, market cap masih kecil membuat ARNA ini berpotensi menjadi bluechip.

4. Rasio-Rasio Penting

Harga : 840 (harga penutupan tanggal 14/02/2022)

EPS : 64 (annualized)

Book Value : 210 (annualized)

Harga Wajar : 550 (Graham Number)

PER : 13.31X

PBV : 4.33X

GPM : –

NPM : –

ROE : –

DER : –

5. Analisa InveStory ID

Jika menggunakan EPS 64 dan Book Value 210, maka harga wajar saham ARNA menurut Graham Number sebesar 550 berbanding dengan harga sekarang 840.

Artinya ARNA dihargai lebih dari harga wajarnya dan termasuk saham yang mahal secara valuasi

Begitu juga dengan melihat PER di angka 13.31X dan PBV sebesar 4.33X.

Baca  Mau Investasi Saham? Pemula WAJIB Baca PANDUAN BASIC Ini

Kesimpulan menggunakan harga Rp 840 berdasar Laporan Keuangan Full Tahun 2021 :

Value investing : ARNA tidak layak untuk dikoleksi karena harga sahamnya sudah jauh di atas harga harga wajarnya

Growth investing : Dengan melihat kinerja sejauh ini dan prospek perusahaan yang tahun 2022 saja mempunyai target laba bersih 30% maka ARNA ini sangat layak masuk sebagai growth stock.

Dividen investing : Sebenarnya ARNA bukanlah termasuk saham yang masuk ke dividen investing karena rata-rata div yield ARNA hanyalah 3%.

Core investing : Untuk saat ini sebenarnya ARNA belum termasuk ke core stock tetapi dengan kinerja yang istimewa dan produk yang seharusnya tidak bisa digeser oleh digital maka ARNA bisa berpotensi masuk ke core stock namun dengan catatan ARNA bisa menjaga kinerjanya.

Mau Konsultasi Saham Online Dengan GRATIS?

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

Sumber :

1. https://ekonomi.bisnis.com/

2. https://newssetup.kontan.co.id/

(Sudah dibaca 518 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini