ERAA Q3 2022 : 4 Penyebab Laba Bersih Turun Minus 5,4% & MOSnya Yang Melebar

Artikel di bawah ini akan membahas tentang harga wajar saham ERAA (Erajaya Swasembada Tbk) Tbk) tahun 2022 berdasar Laporan Keuangan Q3 2022 yang diawali dengan

1. Sekilas laporan keuangan,

2. Kinerja saham

3. Rasio penting dan

4. Kesimpulan

1. Sekilas Laporan Keuangan

PT Erajaya Swasembada Tbk atau ERAA sudah merilis laporan keuangan periode Q3 tahun 2022 dengan hasil yang kurang memuaskan. Berikut rangkuman dari topline hingga botom line laba rugi dan neraca ERAA

  • Pendapatan naik dari Rp 31.1 triliun => Rp 34.9 triliun = 12%.
  • Beban pokok pendapatan naik dari Rp 28.1 triliun => Rp 31.3 triliun = 11.4%.
  • Laba kotor naik dari Rp 3 triliun => Rp 3.5 triliun = 17.7%
  • Laba bersih periode berjalan turun dari Rp 719.2 miliar => Rp 680.2 = -5.4%
  • Aset naik dari Rp 11.3 triliun => Rp 16 triliun dengan uang cash Rp 497.5 miliar
  • Hutang naik dari Rp 4.9 triliun => Rp 9.2 triliun
  • Ekuitas naik dari Rp 6.1 triliun => Rp 6.3 triliun
  • EPS naik dari Rp 45 menjadi => Rp 43

Catatan :

Ada 3 hal yang akan dibahas dalam catatan ini

1. Informasi antar segmen

ERAA mempunyai 3 lini bisnis seperti yang tercantum di tabel di atas dan kita bisa melihat bahwa telepon selular dan tablet masih menjadi penyumbang revenue terbesar bagi ERAA.

Namun jika dibandingkan dengan Q3 2021 justru persentase kenaikan laba kotor terbesar datang dari segmen aksesoris dimana Q3 2021 sebesar Rp 614.3 miliar dan di Q3 2022 menjadi Rp 914 miliar.

Yang menarik adalah ERAA beberapa saat ini melebarkan sayap bisnisnya ke usaha yang tidak begitu dekat dengan bisnis utamanya. Bagaimana hasilnya simak di poin no 2.

Baca  PBSA Q3 2022 : Laba Bersih Naik 165% Dan Fakta-Fakta Yang Perlu Tau Biar Tidak Tergocek

Saya sudah membahas terkait apakah bisnis ini cocok dengan ERAA di artikel ini ERAA Lap Keu Q4 2021 : EPS Q4 Yang Turun Dan Diversifikasi Bisnis Yang Melebar

2. Kinerja diversifikasi usaha

Berikut kinerja bisnis lain dari ERAA

Sekilas masih belum memberikan dampak yang signifikan bagi ERAA.

3. Laporan laba rugi

Di periode q3 2022 ini sebenarnya revenue ERAA dan laba kotornya naik namun kenaikan yang signifikan dari 4 hal yaitu beban penjualan, beban umum dan administrasi, beban lainnya dan (rugi) laba entitas asosiasi yang membuat laba bersihnya turun.

– beban penjualan

– umum dan administrasi

(rugi) laba entitas asosiasi

Teman-teman bisa melihat poin no 2 terkait kinerja anak usahanya.

Sekilas kinerja laba bersih ERAA menurun karena beban gaji baik di bagian penjualan maupun umum.

2. Kinerja Saham

 

Meminjam istilah web se en bi si, kinerja saham ERAA mengalami kiamat karena sudah menurun hingga 38%.

Namun disisi lain justru menawarkan MOS yang lebar bagi para investor maupun calon investor karena saat harga Rp 700 ERAA sudah masuk ke fair valuenya dan saat ini justru menawarkan MOS hingga 44%.

3. Rasio-Rasio Penting

Harga : 400 (harga tanggal 15/11/2022)

EPS : 57 (annualised)

Book Value : 400 (annualized)

Harga Wajar : 716 (Graham Number)

MOS : 44%

PEG Ratio : –

PER : 7.03

PBV : 1

GPM : 10.18%

NPM : 1.95%

ROE : 14.20%

4. Kesimpulan

Jika menggunakan EPS 57 dan Book Value 400 maka harga wajar saham ERAA menurut Graham Number sebesar 716 berbanding dengan harga sekarang Rp 400.

Artinya ERAA masih undervalue.

Value : Ya

Growth : Tidak

Core : Tidak

Dapatkan analisa saham GRATIS Via Telegram di

Baca  GJTL Q3 2022 : Murah(an)? Dan Apakah Ada Magis Pak LKH Lagi?

Mau Konsultasi Saham Online Dengan GRATIS?

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

(Sudah dibaca 300 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini