ELSA Q3 2022 : Laba Bersih Naik 673.7% Dan 2 Behaviour Market Yang Kudu Diperhatikan

Artikel di bawah ini akan membahas tentang harga wajar saham ELSA (PT Elnusa Tbk) tahun 2022 berdasar Laporan Keuangan Q3 2022 yang diawali dengan

1. Sekilas laporan keuangan,

2. Kinerja saham

3. Rasio penting dan

4. Kesimpulan

1. Sekilas Laporan Keuangan

PT Elnusa Tbk atau ELSA sudah merilis laporan keuangan periode Q3 tahun 2022 dengan hasil yang memuaskan. Berikut rangkuman dari topline hingga botom line laba rugi dan neraca SIDO

  • Pendapatan naik dari Rp 5.7 triliun => Rp 8.5 triliun = 49.8%.
  • Beban pokok pendapatan naik dari Rp 5.2 triliun => Rp 7.9 triliun = 49.3%.
  • Laba kotor naik dari Rp 419.9 miliar => Rp 658.6 miliar = 56.8%
  • Laba bersih periode berjalan naik dari Rp 37.5 miliar => Rp 290.5 miliar = 673.7%
  • Aset naik dari Rp 7.2 triliun => Rp 8.6 triliun dengan uang cash Rp 1.4 triliun
  • Hutang naik dari Rp 3.4 triliun => Rp 4.6 triliun
  • Ekuitas naik dari Rp 3.7 triliun => Rp 4 triliun
  • EPS naik dari Rp 5 menjadi => Rp 39

Catatan :

 

Dari informasi segmen ini terlihat bahwa revenue ELSA terbesar datang dari jasa distribusi bukan jasa hulu migasnya layaknya MEDC.

Hal ini wajib diketahui agar bisa memahami nature bisnis emiten sehingga kita bisa tau kenapa NPM ELSA relatif sangat kecil jika dibandingkan dengan revenue yang didapat atau epakah ELSA akan terpengaruh dengan naik turunnya crude oil (walopun ini menyebalkan ketika emiten tidak berhubungan langsung tapi bisa naik turun gara-gara harga komoditasnya. Ini behaviour market 1 yang perlu diperhatikan juga)

2. Kinerja Saham

Baca  UNVR Q3 2022 : Penjualan Naik 5% Tapi Beban Pokok Naik 11%

 

Jika sekilas melihat grafik saham ELSA maka kesimpulan kita adalah sideways. Kenaikan 18% dalam setahun sebenarnya sudah bagus tetapi dalm kondisi di tahun 2022 ini relatif tidak terlalu istimewa di saat beberapa saham lain mengalami kenaikan yang lumayan signifikan.

Namun kabar buruk di tanggal 08 November 2022 dimana harga saham ELSA turun hampir ARB atau mengalami penurunan 6.77%

Kemungkinan penyebab utamanya adalah ELSA yang merilis Lap Keu Q3 2022 dengan EPS Q3 2022 yang jauh lebih rendah dibanding EPS Q2 2022.

Pasar tidak menyukai suatu saham yang mengalami penurunan apalagi dalam 1 tahun yang sama.

Hal ini yang membuat investor ritel kudu berhati-hati dan tetap tenang.

Dulu harga saham akan turun ketika kinerja tahunan menurun.

Kemudian berubah menjadi apabila kinerja kuartal tahun ini lebih sedikit dibanding kinerja kuartal tahun sebelumnya

Dan sekarang ketika kinerja kuartal tertentu lebih rendah dibanding kinerja kuartal sebelumnya pun juga langsung bisa dihabisi oleh market.

Ini behaviour market ke 2 yang mau tidak mau harus kita ikuti.

Saran saya hanyalah fokus pada kinerja keseluruhan.

Jangan setiap ada penurunan langsung dicari alasannya. Ini sederhana tetapi efeknya akan sangat panjang karena menjaga kita tetap WARAS.

3. Rasio-Rasio Penting

Harga : 358 (harga tanggal 04/11/2022)

EPS : 53 (annualised)

Book Value : 553 (annualized)

Harga Wajar : 812 (Graham Number)

MOS : 56%

PEG Ratio : –

PER : 6.74

PBV : 0.65

GPM : 7.68%

NPM : 3.39%

ROE : 9.59%

4. Kesimpulan

Jika menggunakan EPS 53 dan Book Value 553 maka harga wajar saham ELSA menurut Graham Number sebesar 812 berbanding dengan harga sekarang Rp 358.

Artinya ELSA masih sangat undervalue

Baca  IPCM : Harga Wajar IPCM 2022, Laba Bersih Naik 70% & Masih Undervalue

Value : Ya

Growth : Tidak

Core : Tidak

Dapatkan analisa saham GRATIS Via Telegram di

Mau Konsultasi Saham Online Dengan GRATIS?

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

(Sudah dibaca 469 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini