Cara Screening Saham Menggunakan Web IPOT GO

Di bursa saham Indonesia ada sekitar 750 perusahaan, dan kita tidak mungkin untuk melihat kinerjanya satu persatu. Oleh karena itu saya membuat tutorial cara screening saham ini agar teman-teman bisa mencari saham yang sesuai kriteria dengan lebih mudah.

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

Langsung saja ikuti cara screening saham untuk trading maupun investing menggunakan IPOT.

Tutorial cara screening saham menggunakan IPOT ini juga bisa dinikmati melalui video di Youtube di bawah ini

Eh bentar-bentar…kok bisa juga ya buat trading? Bisa donk. Trading menggunakan saham fundamental bagus akan membuat kalian lebih nyaman. Baca aja di link ini lebih komplitnya

SALAH KAPRAH Perdebatan Trading VS Investing.

1. Buka website IPOT GO di link ini

2. Isikan data-data yang diperlukan.

cara secreening saham

Ini adalah screening pilihan saya. Teman-teman bisa mengikuti juga isiannya.

Market cap = dibawah 5000B/ Rp 5 Trilyun

Kenapa saya memilih market cap kecil? Biasanya saham dengan market cap kecil growth sahamnya untuk naik lebih cepat dibanding yang market cap besar.

Berbeda dengan perusahaan yang sudah memiliki market cap di atas Rp 20Trilyun.

Market cap = jumlah saham beredar dikali harga saham

Anl Revenue : Di atas Rp 1Trilyun/ per tahun

Makin tinggi pilihan makin bagus untuk revenue.

Anl PBV : di bawah 1.5

Saya menggunakan PBV 1.5 disesuaikan dengan rumus Graham Number.

Dalam rumus Graham Number seperti di bawah ini

√22.5 x EPS x BVPS

Kita akan menemukan angka 22.5, dan angka 22.5 itu adalah hasil perkalian dari PBV 1.5 dan PER 15.

Anl EV/EBITDA : di bawah 10

Untuk isian EV/ Ebitda di bawah 10 ini sesuai dengan ilmu para teman-teman value investing.

Anl PER : di bawah 15

Sudah disebut di atas bahwa rumus Graham Number memuat angka 22.5 yang didapat dari PBV 1.5 dan PER 15.

Anl ROE : di atas 10

Kalo angka 10 ini hanya isian saya saja. Sebenarnya makin tinggi makin bagus.

3. Klik Search

Hasil dari screening di atas akan memunculkan 28 saham yang terpilih.

cara screening saham untuk scalping

Catatan :

  • jangan pilih saham yang PBV nya minus
  • jangan pilih yang EV/EBITDAnya minus
  • jangan pilih yang PER dan EPS-nya minus
  • sebaiknya memilih saham yang harganya di bawah Rp 1000 (baca alasan selengkapnya disini)

Pertanyaan lanjutan mana yang akan kita pilih?

Nah dari sini kita akan menelusuri satu per satu saham yang ada. Berikut cara menelusuri menggunakan web IPOT juga

1. Buka web List Saham IPOT kemudian klik search di pojok kanan atas dan ketik nama saham yang akan ditelusuri sesuai dengan list yang sudah kita pilih.

cara screening saham untuk trading

2. Setelah mengetik nama sahamnya maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini

cara screening saham untuk swing trade

Klik Fundamental

3. Di halaman berikut pilih yang 12 month di pojok kiri atas di bawah kode saham.

Kriteria yang saya pilih adalah

Perhatikan hal-hal berikut

  • Market cap (nilai kapitalisasi pasar)
  • Share out (jumlah saham beredar)
  • Cash
  • Total Aset
  • ST borrowing (pinjaman jangka pendek)
  • LT borrowing (pinjaman jangka panjang)
  • Total Equity
  • Revenue

Penjelasannya sebagai berikut

a. Market cap sebaiknya lebih kecil dibanding revenue, total aset dan total equity

b. Share out sebaiknya tetap dari tahun 2015 yang artinya saham yang beredar tidak bertambah

c. Cash sebaiknya jangan terlalu sedikit. Seperti contoh di atas, BISI memiliki market cap 1T dan cash sebesar 321 Milyar

d. Total Asset sebaiknya lebih besar dibanding market cap dan Total Equity

e. ST dan LT semakin sedikit semakin baik. Sebaiknya St lebih sedikit dibanding LT.

Dalam poin e ini kalian WAJIB membaca tentang konsep hutang dan kemampuan perusahaan untuk membayar hutangnya. Simak di artikel di bawah ini

Belajar Tentang Debt to Equity, Cash Ratio, Quick Ratio Dan Current Ratio

f. Total Equity adalah total aset dikurangi St borrowing dan Lt borrowing. Semakin besar semakin baik

f. Revenue sebaiknya lebih besar dibanding market cap. Dan juga sebaiknya revenue dari tahun 2015 sampai 2021 terus meningkat.

Itulah cara screening saham menggunakan website IPOT GO.

Jika kalian sudah menemukan saham yang sesuai dengan kriteria, teman-teman tinggal masuk ke aplikasi RTI dan cek poin-poin di bawah ini

  • EPS (sebaiknya trennya meningkat)
  • Perhatikan BV (semakin besar semakin baik)
  • Hitung harga wajar Graham Number (rumus bisa diklik disini Kalkulator Harga Wajar)
  • Perhatikan Gross Profit Margin dan Net Profit Margin (Baca detail tentang GPM dan NPM disini)
  • Perhatikan DER dan kemampuan membayarnya (Detail bisa dibaca disini)

Jika semua sudah sesuai dengan kriteria maka tinggal dipilih kita akan membeli di harga berapa sesuai dengan petunjuk di artikel ini

Kapan Waktu Yang TEPAT Membeli Saham?

Gampang kan.

Selamat praktek.

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

(Sudah dibaca 111 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini