
Sekarang-sekarang ini apalagi setelah era pandemi covid 19, sering sekali saya menemukan pertanyaan di forum-forum terutama di Twitter yang menulis seperti di judul
Beli saham ABCD Yay or Nay?
Sebenanya saya penasaran apa yang dipikirkan oleh teman-teman entah itu investor atau trader.
- Apakah ragu-ragu mau masuk ke saham ABCD?
- Apakah memang hanya mencari ide saja siapa tau cuan?
- Atau memang mencari pendapat saja, baik pendapat yang mendukung maupun yang kontra
Entahlah
Namun saya akan memberi sedikit gambaran bagi teman-teman jika menemukan saham yang
– sudah dianalisa dengan baik,
– dibaca dari berbagai sumber informasi validnya (LK, PUBEX, Laporan Informasi, Laporan Tahunan)
dan ternyata ragu-ragu mau masuk karena mungkin sudah mahal dsb
1. Perhatikan harga wajarnya
Jika sejak awal kita menggunakan konsep value investing jelas harga wajar harus menjadi patokan utama.
Tetapi uniknya adalah yang namanya harga wajar sangat bias dan subjektif tergantung rumus yang dipakai.
Saran saya bisa kombinasikan sesuai dengan kebutuhan seperti rumus-rumus di link berikut Cara Menghitung Harga Wajar Saham Menggunakan Beberapa Rumus Populer)
Umumnya adalah
- kalo EPS-nya naik turun lebih baik menggunakan Graham Number
- kalo EPS stabil meningkat lebih baik menggunakan PEG Ratio
- Kalo fokusnya ke dividen maka gunakan Dividen Discount Model
Kalo ternyata harganya sudah overvalue maka perhatikan poin no 2 di bawah ini
2. Jika ternyata harga wajarnya sudah overvalue maka perhatikan growth EPSnya menggunakan rasio di bawah ini
Kalkulator PEG Ratio FREE + Contoh Sahamnya
Selain growth EPS, perhatikan juga bisnis atau sektornya. Jika masih berkembang kenapa tidak
Contoh saay artikel ini ditulis harga batubara sudah sangat tinggi kisaran USD 400. Jikapun menemukan saham batubara yang sudah overvalue maka bisa digunakan strategi melihat potensi
- Potensi kenaikan EPS karena harga komoditasnya yang naik
- Potensi dividen karena pendapatan atau EPSnya naik
3. Perhatikan kaidah berikut ini “KALO BERANI JANGAN TAKUT-TAKUT, KALO TAKUT JANGAN BERANI-BERANI”
Ini adalah kaidah sederhana yang menurut saya cocok digunakan sebagai MOS tapi ala-ala wisdom.
Kalo teman-teman sudah yakin dan mantap masuklah. Namun kalo masih ada keraguan mending tinggalkan sama sekali.
Konsep ketiga ini juga ada di agama
“Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu“. (HR. Tirmidzi dan dia berkata: Ini adalah Hadits Hasan Shahih)
4. Persiapkan semua hal paling optimis dan paling terburuk biar pikirannya jernih dan tidak bias.
Baca semua pendapat yang mendukung saham pilihanmu dan baca juga yang kontra dengan saham pilihanmu agar apa yang kita yakini tidak bias.
Teman-teman bisa membaca artikel tentang psikologi yang membuat investasi kita sering gagal
8 Psikologi Yang Bisa Mengganggu Investasimu (Part 1)
8 Psikologi Yang Bisa Mengganggu Investasimu (Part 2)
5. Jika ternyata hasilnya mengecewakan, introspeksi diri, jangan menyalahkan siapapun karena keputusan memencet tombol buy itu kita yang melakukan. Bukan orang lain apalagi bandar.
Jangan sampe sumpah serapah ya di forum-forum hanya karena kalian gagal di 1 saham
Ingat kegagalan sekarang belum tentu akan seterusnya gagal
Cuan sekarang belum tentu akan seterusnya cuan
Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di
Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar