BBRI Q1 2022 : Harga Wajar BBRI 2022, Fair Value & Berani Beli Harga Pucuk

Artikel di bawah ini akan membahas tentang harga wajar saham BALI (PT Bali Towerindo Sentra Tbk.) tahun 2022 berdasar Laporan Keuangan Q1 2022 yang diawali dengan

1. Sekilas laporan keuangan,

2. Kinerja saham

3. Rasio penting dan

4. Analisa khas InveStory ID

1. Sekilas Laporan Keuangan

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan entitas anak berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian sebesar Rp12,21 triliun pada kuartal I/2022. Laba Bank BRI melesat 78 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp6,86 triliun. Capaian laba tersebut sudah melampaui masa sebelum dampak pandemi Covid-19 besar yakni laba pada kuartal I 2020 yakni sebesar Rp 8,17 triliun.

Adapun, pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga yang menjadi sebesar Rp36,73 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga tumbuh 6 persen yoy dari Rp34,68 triliun pada posisi Maret 2021.

Sementara itu, beban bunga menyusut 16 persen yoy, dari Rp27,12 triliun menjadi Rp30,4 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih tumbuh 12 persen yoy menjadi Rp30,4 triliun dari semula Rp27,12 triliun.

Masih secara konsolidasi, emiten bersandi saham BBRI ini mencatat kredit yang diberikan naik 3 persen secara ytd. Kredit yang diberikan naik dari Rp994,41 triliun per 31 Desember 2021 menjadi Rp1.024 triliun pada posisi 31 Maret 2022.

Namun, total aset yang dimiliki BBRI secara konsolidasi turun 2 persen ytd, dari Rp1.678 triliun pada posisi 31 Desember 2021 menjadi Rp1.650 triliun per 31 Maret 2022.

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), BRI secara konsolidasi juga mengalami penurunan tipis, yakni sebesar 1 persen ytd, dari Rp1.138 triliun menjadi Rp1.126 triliun. Penurunan DPK berasal dari dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang juga menurun, dari Rp718,26 triliun menjadi Rp716,8 triliun.

Baca  Targetkan Pertumbuhan 2 Digit, TCID Lakukan Langkah Berikut

Selanjutnya, untuk modal inti (tier 1) secara bank only, BBRI mengalami kenaikan sebesar 27 persen yoy. Tier 1 yang dimiliki BRI tumbuh dari Rp167,63 triliun menjadi Rp212,72 triliun per Maret 2022.

Kualitas aset BRI masih terjaga baik. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perseroan secara gross sedikit mengalami kenaikan dari 3,12% menjadi 3,15%. Namun, secara nett tercatat turun dari 0,86% ke 0,77%.

Loan to deposit ratio (LDR) BRI turun menjadi sebesar 87,14% dari semula 86,77%. Margin bunga bersih atau Net interest margin (NIM) turun dari 7% menjadi 6,85%.

Untuk net interest margin (NIM) dan beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), BRI mencatatkan rasio masing-masing sebesar 6,85 persen dan 64,26 persen pada posisi 31 Maret 2022.

2. Kinerja Saham

Kinerja apik perusahaan ternyata diimbangi dengan kinerja sahamnya yang per tahun 2022 ini sudah naik 15%.

Sangat istimewa karena BBRI adalah saham berat dengan banyak penumpang di dalamnya (Jumlah lembar sahamnya 151 miliar)

Dengan harga saat ini di Rp 4840 apakah artinya sudah pucuk? Jika sudah pucuk apakah masih layak beli?

Teman-teman akan menemukan jawabannya di artikel ini Beli Saham Di Harga PUCUK? Why Not (Beserta Contoh Kasus Sahamnya)

 

3. Rasio-Rasio Penting

Harga : 4840 (harga penutupan tanggal 25/04/2022)

EPS : 321 (annualized)

Book Value : 1796 (annualized)

Harga Wajar : 3602 (Graham Number)

MOS : –

PER : 15.07

PBV : 2.69

GPM : –

NPM : 26.31%

ROE : 17.88%

4. Analisa InveStory ID

Jika menggunakan EPS 321 dan Book Value 1796 maka harga wajar saham BBRI menurut Graham Number sebesar 3602 berbanding dengan harga sekarang 4840.

Artinya BBRI sudah overvalue

Baca  PBID Q1 2022 : Harga Wajar PBID 2022, Penjualan Naik Tapi EPS Malah Turun

Kesimpulan menggunakan harga Rp 4840 berdasar Laporan Keuangan Full Tahun 2021

Value investing : BBRI tidak cocok sebagai saham value stock karena harga sekarang sudah dekat ke harga wajarnya

Growth investing : Melihat pertumbuhan EPS dari tahun 2019 hingga 2022 ada opsi BBRI cocok masuk sebagai growth stock.

PEG Ratio 0.97 artinya jika menggunakan rasio ini BBRI masih dalam fair valuenya

Apakah dengan harga saat ini masih bisa masuk? JELAS masih bisa dengan syarat teman-teman akan menjadikan BBRi ini sebagai salah satu saham hold forever selama pertumbuhannya masih terjaga.

Oh ya teman-teman bisa menggunakan kalkulator PEG Ratio disini

9 Kalkulator Saham Excel GRATIS Untuk Kamu

Dividen investing : Sebenarnya dividen BBRI itu sedikit jika dibanding dengan harganya. Namun jika kita perhatikan lebih dalam dividennya dari tahun 2019 hingga tahun 2021 kemaren terus mengalami peningkatan.

Itu artinya BBRI bisa dimasukkan sebagai dividen waiting investor.

Apa itu dividen waiting investor?

Teman-teman bisa membaca detailnya disini

Kamu Dividen Investing Atau Dividen Hunter? Atau Malah Dividen Waiting Investor

Core investing : BBRI cocok sebagai core stock.

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Mau Konsultasi Saham Online Dengan GRATIS?

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Sumber :

1. https://finansial.bisnis.com/

2. https://keuangan.kontan.co.id/

(Sudah dibaca 1,482 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini