BALI Q1 2022 : Harga Wajar BALI 2022, Laba Naik 46%, Cocok Sebagai Growth Stock

Artikel di bawah ini akan membahas tentang harga wajar saham BALI (PT Bali Towerindo Sentra Tbk.) tahun 2022 berdasar Laporan Keuangan Q1 2022 yang diawali dengan

1. Sekilas laporan keuangan,

2. Kinerja saham

3. Rasio penting dan

4. Analisa khas InveStory ID

1. Sekilas Laporan Keuangan

PT Bali Towerindo Sentra Tbk. membukukan penjualan Rp 244.8 miliar pada kuartal I 2022 dibanding pendapatan tahun 2021 sebesar Rp 220 miliar. Penjualan itu tumbuh 11.2%.

Pendapatan tersebut dibagi menjadi 2 yaitu

  • menara dan jaringan sebesar Rp 138 miliar dibanding Rp 136 miliar tahun 2021
  • Komunikasi data, Internet dan Televisi Kabel sebesar Rp 105 miliar dibanding Rp 84 miliar tahun 2021

Kenaikan pendapatan terbesar dicatat dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi DKI Jakarta yang naik sebesar 101% dari Rp 15 miliar menjadi Rp 30 miliar.

Kenaikan pendapatan juga diikuti dengan kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp 105.4 mliar dibanding Rp 93.8 miliar di tahun 2021.

Yang menarik adalah beban keuangan tahun 2022 ini malah turun menjadi Rp 50.8 miliar dibanding tahun 2021 sebesar Rp 58.1 miliar.

Laba tahun berjalan periode Maret 2022 sebesar Rp 53.5 miliar atau naik sebesar 46% dari Rp 36.6. Untuk EPS tahun 2022 sebesar Rp 54 dibanding tahun 2021 sebesar Rp 48.

2. Kinerja Saham

 

Kenaikana laba tahun berjalan sebesar 46% ternyata belum diimbangi dengan kenaikan harga sahamnya. Alih-alih naik, harga saham BALI malah turun 8% dari awal tahun 2022.

3. Rasio-Rasio Penting

Harga : 785 (harga penutupan tanggal 25/04/2022)

EPS : 54 (annualized)

Book Value : 618 (annualized)

Baca  Mau Beli Saham Gorengan Yang "Enak + Maknyus" Atau Saham Gorengan Yang Bikin "Batuk & Kolesterol"

Harga Wajar : 867 (Graham Number)

MOS : 9%

PER : 14.43

PBV : 1.27

GPM : 56.92%

NPM : 21.86%

ROE : 8.80%

4. Analisa InveStory ID

Jika menggunakan EPS 54 dan Book Value 618 maka harga wajar saham BALI menurut Graham Number sebesar 867 berbanding dengan harga sekarang 785.

Artinya BALI lebih cenderung masuk ke fair value

Kesimpulan menggunakan harga Rp 785 berdasar Laporan Keuangan Full Tahun 2021

Value investing : BALI tidak cocok sebagai saham value stock karena harga sekarang sudah dekat ke harga wajarnya

Growth investing : Melihat pertumbuhan EPS dari tahun 2019 hingga 2022 BALI cocok masuk sebagai growth stock.

PEG Ratio 0.20 artinya jika menggunakan rasio ini BALI masih undervalue

Dividen investing : BALi baru 1x membagikan dividen sehingga BALI tidak cocok masuk sebagai dividen stock.

Core investing : BALI belum cocok sebagai core stock.

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Mau Konsultasi Saham Online Dengan GRATIS?

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Sumber :

(Sudah dibaca 206 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini