ADRO : Harga Wajar ADRO 2021, UNDERVALUE, Laba Bersih Terbang 535,34%

harga wajar saham adro 2021

Artikel di bawah ini akan membahas tentang harga wajar saham ADRO Tahun 2021 Full Year yang diawali dengan

  • berita,
  • sekilas laporan keuangan,
  • kinerja saham
  • rasio penting dan
  • analisa khas InveStory ID

1. Berita

Pada tahun 2021 ini, ADRO memproduksi sekitar 52,70 juta ton batubara atau turun 3% yoy. Sementara itu, penjualan batubara sebesar 51,58 juta ton atau turun 5% yoy.

Sedangkan tahun 2022, ADRO mempunyai target produksi batubara sekitar 58-60 juta ton.

Apabila dilihat dari segmen operasinya, pertambangan dan perdagangan batubara masih menjadi penopang dengan kontribusi mencapai US$ 3.836 juta. Capaian ini meningkat 62% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year on year (yoy).

Adapun segmen jasa pertambangan berkontribusi hingga US$ 92 juta dan kontribusi dari lainnya tercatat US$ 65 juta.

ADRO meningkatkan anggaran belanja modal (capex) menjadi US$300 juta – US$ 450 dari tahun sebelumnya senilai US$200 juta – US$300 juta yang dialokasikan untuk pembelian dan penggantian alat berat dan pemeliharaan kapal, meski pada 2021 capex yang dikeluarkan tidak mencapai target, hanya US$193 juta.

Mau Konsultasi Saham Online Dengan GRATIS?

Temukan Saham Fundamental Bagus, Undervalue dan Di Bawah Rp 1000/ lembar

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

2. Sekilas Laporan Keuangan

Aset lancar tercatat sebesar US$ 2,838 miliar, sementara aset non lancar tercatat US$ 4,749 miliar sehingga total aset perusahaan sebesar US$ 7,587 miliar naik 19% dari periode yang sama tahun lalu.

Total liabilitas ADRO di 2021 naik 29% menjadi US$ 3,129 miliar dari US$ 2,433 miliar pada periode yang sama di 2020. Liabilitas lancar naik 19% menjadi US$ 1,362 miliar terutama karena kenaikan utang dagang dan utang pajak. Liabilitas non lancar naik 37% menjadi US$ 1,767 miliar.

Baca  BISI : Harga Wajar BISI 2022, Kinerja Saham Kayak SIPUT, Kinerja Perusahaan Stabil Meningkat

Sepanjang 2021, Adaro Energy Indonesia tercatat mampu meraih pendapatan usaha bersih sebesar US$ 3,99 miliar atau tumbuh 58% YoY dari sebelumnya US$ 2,53 miliar per Desember 2020. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA perusahaan pada periode yang sama naik 138% menjadi US$2,10 miliar.

Adaro Energy Indonesia tercatat mampu meraih pendapatan usaha bersih sebesar US$ 3,99 miliar atau tumbuh 58% YoY dari sebelumnya US$ 2,53 miliar per Desember 2020.

Dari sisi beban, sepanjang 2021 Adaro Energy Indonesia mencatat kenaikan beban pokok pendapatan menjadi US$2,22 miliar atau tumbuh 14% YoY. Kenaikan ini terjadi karena melonjaknya harga bahan bakar dan pembayaran royalti karena peningkatan harga jual rata-rata batu bara.

Laba bersih perusahaan tercatat naik 547% secara tahunan menjadi US$1,02 miliar per akhir 2021 sehingga nilai laba per saham (EPS) Adaro Energi Indonesia naik menjadi US$ 0,02927 dari sebelumnya senilai US$ 0,00459. Kenaikan EPS perusahaan mencapai 538% secara tahunan.

3. Kinerja Saham

harga wajar saham adro 2021

Kinerja saham ADRO ternyata juga dibarengi dengan kinerja saham yang sangat manis.

Betapa tidak, tanggal 04 Maret 2021 harga ADRO masih bertengger di kisaran harga Rp 1220 dan per tanggal 02 Maret 2022 harga ADRO meleset 113% menjadi Rp 2610.

4. Rasio-Rasio Penting

Harga : 2610 (harga penutupan tanggal 02/03/2022)

EPS : 408/ 0.02918 (annualized)

Book Value : 1810/ 0.1293 (annualized)

Harga Wajar : 4076 (Graham Number)

PER : 6.28

PBV : 1.42

GPM : 44.32%

NPM : 23.38%

ROE : 22.57%

5. Analisa InveStory ID

Jika menggunakan EPS 408 dan Book Value 1810 maka harga wajar saham ADRO menurut Graham Number sebesar 4076 berbanding dengan harga sekarang 2610.

Baca  ADRO Q1 2022 : Harga Wajar ADRO 2022, Laba Bersih Naik 463% & Bolehkah Masuk Sekarang?

Artinya ADRO masih UNDERVALUE dan dengan harga sekarang maka masih memiliki MOS atau margin of safety sebesar 56%.

Kesimpulan menggunakan harga Rp 2610 berdasar Laporan Keuangan Full Tahun 2021

Value investing : Walopun ADRO sudah naik 113%, ternyata masih undervalue dan layak masuk sebagai value stock.

Growth investing : Saham siklikal tidak cocok dijadikan sebagai growth stock karena naik turunnya kinerja sangat bergantung dengan naik turunnya harga komoditas.

Dividen investing : Dengan melihat riwayat dividen yang sudah diberikan, ADRO lumayan cocok dijadikan sebagai dividen stock. Namun tetap harus diperhatikan harga komoditasnya karena jika harga komoditasnya dibawah harga produksi maka dividennya pasti akan turun.

Sumber : https://id.investing.com/equities/adaro-energy-t-dividends

Tema-teman bisa juga memprediksi kemugkinan dividen yang akan diberikan oleh ADRO sesuai artikel di bawah ini

Begini Cara Memprediksi Dividen Emiten Yang Akan Diberikan

Core investing : ADRO tidak cocok dijadikan sebagai core stock.

Sumber :

1. https://investasi.kontan.co.id/

2. https://market.bisnis.com/

3. https://www.cnbcindonesia.com/

(Sudah dibaca 726 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

Yuk share pendapatmu di bawah ini