Mengapa UNVR “LONGSOR” & 3 Solusi Buat Investor Yang Nyangkut Di UNVR

Kemaren saya menulis tentang apakah penurunan harga UNVR bisa menjadi parameter bahwa ilmu analisa fundamental sudah tidak berguna.

Detail lengkap artikelnya bisa dibaca disini

UNVR : Benarkah Sebagai Bukti In Fundamental We Loss & Fundamental Sudah TIDAK Berguna?

Dan menurut saya ilmu fundamental tetaplah berguna.

Yang menjadi problem dari UNVR adalah orang-orang yang membeli saham UNVR.

Jika kita murni menggunakan analisa fundamental maka UNVR sangatlah LAYAK untuk dibeli dan dikoleksi.

Namun jika kita berbicara HARGA maka dengan harga UNVR di kisaran 3800 BELUM LAYAK untuk dibeli dengan pendekatan 3 kriteria investor yang saya tulis di artikel itu.

Saya tuliskan lagi disini ya biar teman-teman bisa paham dulu alur berpikirnya.

Value investor menggunakan kinerja fundamental bagus dan harga UNDERVALUE

Akan membeli saham UNVR jika harga saham UNVR berada di angka Rp 310.

Growth investor menggunakan kinerja perusahaan ISTIMEWA dengan harga yang WAJAR

Akan membeli jika EV/EBITDA maksimal 15 atau kisaran Rp 1300.

Core investor menggunakan kinerja ISTIMEWA, MARKET LEADERharga yang WAJAR dan memberikan dividen yang LEBIH DARI BUNGA DEPOSITO.

Akan membeli jika target div yield di angka 7% maka harga yang terbaik adalah Rp 2500.

Pertanyaannya adalah investor yang seperti apa yang akan membeli saham dengan harga sekarang (Mulai dari 8400 sampai harga 3950?

1. Investor pemula yang memang tidak tahu cara menggunakan analisa fundamental

2. Investor pemula yang membeli saham karena HANYA menggunakan jargon beli saham yang PRODUKNYA KITA PAKAI

3. Investor pemula yang masuk ke bursa saham hanya karena HYPE

4. Trader yang nyangkut karena tidak punya plan dan TERPAKSA HOLD dengan pembenaran bahwa UNVR fundamentalnya bagus.

5. Bandar yang memang pengen mengadakan “pesta”

Berarti investor yang punya ilmu tidak membeli saham UNVR era sekarang?

Jawabannya JELAS tidak ada investor yang berilmu yang mau membeli saham UNVR.

Pak Lo Kheng Hong sebagai bapak panutan dalam berinvestasi saham juga telah memberikan statementnya terkait UNVR ini.

https://market.bisnis.com/read/20210718/192/1419119/lo-kheng-hong-ogah-beli-saham-unilever-unvr-lebih-pilih-saham-bank-ini

“Ada wonderful company seperti Unilever tapi valuasinya sangat mahal, in term of price to book (PB) atau price per earning ratio (PE) mahal sekali, saya belum berani belinya,” katanya itu dalam talkshow bertajuk The Art of Value Investing seperti dikutip, Minggu (18/7/2021).

Sudah paham ya terkait siapa yang membeli saham UNVR.

Nah sekarang pertanyaan berikutnya adalah KENAPA UNVR BISA TURUN?

Jawabannya sebenarnya SANGAT SEDERHANA dan basic dari pasar yaitu :

Market dibentuk dari penjual dan pembeli.

Selama ada yang menjual murah maka harganya akan turun

Selama ada yang membeli mahal maka harganya akan naik.

Penjelasannya seperti ini :

Ada 4 hal yang terlibat dalam proses penurunan saham UNVR ini

1. INVESTOR yang mulai melihat kinerja UNVR melambat dan cenderung turun sehingga mereka melakukan TAKING PROFIT. Investor ini menurut saya sudah memegang UNVR bertahun-tahun yang lalu.

2. Adanya kebijakan Free Float yang membuat Manajer Investasi harus menjual UNVR untuk memenuhi peraturan yang ada

3. Investor PEMULA yang panik dengan berbagai berita tentang situasi UNVR dan akhirnya memilih CUT LOSS (menjual lebih murah dibanding harga belinya)

4. Tentu saja BANDAR yang berpesta

Trus bagaimana solusinya kalo sudah terlanjur masuk dan ternyata sekarang floating loss alias merah alias nyangkut alias to the hell?

Saya akan mencoba memberikan solusi pelan-pelan dengan pendekatan investor dengan 2 variabel yaitu floating loss dan besaran modal UNVR di portofolio

1. Jika floating lossnya masih kurang dari 50% dan bobot UNVR kurang dari 30% dari modal sebaiknya CUTLOSS apapun tipe investasimu baik value, growth maupun core maupun investor ala-ala karena influencer instagram

Anggap saja sebagai uang belajar.

Kira-kira dengan uang 10juta dan yang dibelikan saham UNVR hanya 3juta dan ternyata floating loss 1.5juta maka kalian hanya akan rugi 1.5juta.

Trus setelah menjual saham UNVR sebaiknya melakukan apa?

  • Istirahat sebentar
  • Mulai belajar untuk berinvestasi dengan ILMU. Salah satunya dengan belajar disini

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

2. Jika floating lossnya di atas 50% dan bobot UNVR kurang dari 30% bisa melakukan average down hingga bobot UNVR di porto maksimal 50%.

Gimana cara average downnya? Kalian bisa menggunakan strategi 1:3:5 dengan porsi setiap turun 10% dari harga rata-rata yang baru

3. Jika floating lossnya di atas 60% dan bobot di porto kurang dari 30% maka diamkan saja alias HOLD.

Kamu akan menderita floating loss nominal sekitar 1.8juta sampai 3juta dengan modal total 10juta.

Bagaimana jika bobot UNVR di porto sudah lebih dari 30%?

Hold saja dan uang sisa yang ada digunakan untuk membeli saham lain dan biar psikologimu tidak rusak maka bisa membuat sekuritas baru dan uang sisanya bisa ditransfer ke sekuritas yang baru.

Di sekuritas yang baru ini kalian bisa mencoba masuk ke saham yang mempunyai kinerja bagus dan harganya masih undervalue. Gimana cara menemukannya? Simak di link berikut 5 Strategi Menemukan Saham Fundamental Bagus dan Undervalue Ala Value Investing

Saran yang saya tulis di atas merupakan saran secara umum saja ya karena masing-masing investor pasti mempunyai plan yang berbeda, modal yang berbeda, waktu yang berbeda, mental yang berbeda sampai mempunyai tujuan akhir yang berbeda.

Jika kalian ingin diskusi lebih lanjut bisa klik sosial media kami di bawah ini

Belajar Langsung Analisa Value Investing GRATIS Via Telegram di

Follow Instagram InveStory ID untuk hiburan bursa saham

(Sudah dibaca 1,129 kali, Yang membaca hari ini 1 orang)

2 Replies to “Mengapa UNVR “LONGSOR” & 3 Solusi Buat Investor Yang Nyangkut Di UNVR

Yuk share pendapatmu di bawah ini